EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Sahroni Desak Usut Permainan Gula Penumpukan di Jawa Timur

Sahroni Desak Usut Permainan Gula Penumpukan di Jawa Timur

Sahroni mendesak Polri dan Kejagung mengusut dugaan permainan distribusi gula lokal di Jawa Timur. Penumpukan gula terjadi akibat pasar dibanjiri gula rafinasi yang seharusnya untuk industri.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) segera mengusut dugaan permainan dalam distribusi gula lokal di Jawa Timur yang memicu penumpukan stok di gudang-gudang pabrik gula di Situbondo dan Bondowoso. Penumpukan gula pasir hasil panen petani tebu lokal itu mencapai nilai ratusan miliar rupiah, namun tidak terserap pasar. Sahroni menilai, kondisi ini harus segera diatasi agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah krisis pasar gula.
(Baca Juga : Kerugian Tarif Trump 19%)

Politikus Partai Nasdem tersebut menegaskan pentingnya penegakan hukum yang cepat dan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan distribusi gula. “Saya minta Polri dan Kejagung usut tuntas dugaan permainan di balik menumpuknya gula lokal di Jatim ini. Jangan tunggu masalahnya membesar. Kalau ada indikasi pelanggaran, tuntaskan dari sekarang,” ujar Sahroni, Selasa (11/8/2025).
(Baca Juga : Ekspor Cabai ke Jepang)

Desakan Penegakan Hukum Gula

Sahroni menekankan, Komisi III DPR tidak ingin kasus besar seperti ini baru diungkap bertahun-tahun kemudian ketika kerugian telah meluas. “Kerugiannya kan terjadi sekarang, petani sedang kesusahan,” sambungnya. Menurutnya, penumpukan gula lokal terjadi karena pasar dibanjiri gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan industri, namun malah beredar di pasar umum dengan harga murah.

Kondisi ini membuat gula hasil produksi petani tebu kalah bersaing secara harga dan sulit terjual. Sahroni menilai, jika benar ada praktik pengaturan pasokan yang disengaja, maka aparat hukum wajib mengungkap siapa saja aktor yang terlibat.
(Baca Juga : Gula Rafinasi Penyebab Penumpukan)

Di lapangan, laporan menyebutkan sejumlah gudang di Situbondo dan Bondowoso penuh dengan karung-karung gula yang tak tersalurkan. Fenomena ini dinilai mengganggu rantai pasok serta menimbulkan potensi kerugian besar bagi petani, industri, dan konsumen.

Berita Menarik Pilihan

Survei BI: Penjualan Rumah Kecil Menengah Tumbuh Positit, Tipe Besar Alami Kontraksi

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Sahroni menduga ada pihak yang memanfaatkan ketidakseimbangan pasokan untuk mengatur harga pasar. Ia mengingatkan, jika dibiarkan, masalah ini akan memicu konflik kepentingan antara pelaku industri gula rafinasi dan petani tebu lokal.
(Baca Juga : Cukai Minuman Berpemanis)

Gula dan Dampak Ekonomi Petani

Menurut data sementara yang beredar, gula rafinasi masuk ke pasar umum dengan harga jauh di bawah gula lokal, sehingga pedagang dan konsumen cenderung memilihnya. Hal ini membuat gula petani menumpuk di gudang tanpa pembeli.

Para petani mengeluhkan biaya produksi yang tinggi tidak sebanding dengan hasil penjualan. Mereka menilai pemerintah belum memberikan perlindungan memadai terhadap gula lokal. Situasi ini diperparah oleh lemahnya pengawasan distribusi gula rafinasi.
(Baca Juga : Komentar Ferdinand Hutahaean)

Sahroni menilai, pemerintah pusat dan daerah harus duduk bersama mencari solusi jangka pendek dan panjang. Ia menyarankan penerapan pengawasan ketat terhadap jalur distribusi gula rafinasi serta memperkuat regulasi yang membatasi peredarannya di pasar umum.

Selain itu, insentif harga bagi gula lokal perlu diberikan agar petani tetap bergairah menanam tebu. Tanpa langkah konkret, masalah ini dapat menurunkan produksi tebu nasional dan mengancam ketahanan pangan berbasis gula.
(Baca Juga : Kenaikan PBB Semarang 400%)

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebijakan impor bahan baku gula rafinasi. Sahroni menegaskan, kebijakan tersebut harus berpihak kepada petani lokal agar tidak menjadi korban praktik dagang tidak sehat.

Dari sisi hukum, ia mendesak Polri dan Kejagung membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan penyidik berpengalaman di bidang perdagangan. Tim ini harus mampu mengidentifikasi motif, pola distribusi, dan pihak yang diuntungkan dari situasi ini.
(Baca Juga : Rencana Rawat Warga Gaza)

Jika terbukti ada pelanggaran hukum, Sahroni berharap proses penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera dan mencegah terulangnya praktik serupa.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan, agar masyarakat memahami penyebab sebenarnya dari lonjakan dan ketidakseimbangan pasokan gula di pasar.
(Baca Juga : Kecepatan Rudal Iran)

Kondisi di Jawa Timur ini menjadi alarm bagi pemerintah bahwa pasar gula nasional rentan terhadap praktik permainan harga dan distribusi. Tanpa pengawasan yang memadai, kerugian ekonomi akan terus meluas.

Sahroni berharap investigasi dapat segera dimulai, hasilnya diumumkan secara terbuka, dan langkah perbaikan dilakukan secepat mungkin. Dengan begitu, petani tebu tidak terus-menerus menjadi korban sistem yang merugikan mereka.

Penumpukan gula lokal di Jawa Timur menjadi sorotan nasional setelah laporan gudang penuh di Situbondo dan Bondowoso. Dugaan adanya permainan distribusi membuat DPR, khususnya Ahmad Sahroni, mendesak Polri dan Kejagung segera mengusut tuntas kasus ini.

Situasi ini dipicu oleh banjirnya gula rafinasi di pasar umum yang seharusnya hanya untuk industri. Akibatnya, gula petani lokal kalah bersaing dan tidak laku terjual.

Pemerintah didesak memperketat pengawasan distribusi, memberi insentif harga bagi petani, dan membatasi peredaran gula rafinasi di pasar umum.

Investigasi hukum dianggap mendesak untuk mengidentifikasi pihak yang diuntungkan dari ketidakseimbangan pasokan ini.

Langkah cepat dan tegas diharapkan dapat memulihkan kepercayaan petani dan menstabilkan pasar gula nasional. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: gulagula lokalgula rafinasiJawa Timur.permainan gulaSahroni
Post Sebelumnya

Tahun Depan RI Bakal Punya BBM Baru, Pemerintah Siapkan Rencana Penerapan

Post Selanjutnya

Ekspor Petani Cabai Sleman Kirim 9 Ton Tembus Pasar Jepang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Survei BI: Penjualan Rumah Kecil Menengah Tumbuh Positit, Tipe Besar Alami Kontraksi

Survei BI: Penjualan Rumah Kecil Menengah Tumbuh Positit, Tipe Besar Alami Kontraksi

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Triwulan IV 2025 memberikan angin segar bagi bismis properti. Berdasar Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank...

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Post Selanjutnya
Ekspor Petani Cabai Sleman Kirim 9 Ton Tembus Pasar Jepang

Ekspor Petani Cabai Sleman Kirim 9 Ton Tembus Pasar Jepang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.