JAKARTA, EKOIN.CO – Justin Hubner mengungkapkan bahwa dirinya nyaris menandatangani kontrak dengan salah satu klub Indonesia sekitar empat pekan lalu, sebelum akhirnya memilih berlabuh ke Fortuna Sittard di Liga Eredivisie Belanda musim 2025/2026. Bek naturalisasi Timnas Indonesia berusia 21 tahun itu menyebut alasan utamanya adalah pertimbangan olahraga, bukan sekadar materi.
(Baca Juga : Justin Hubner Resmi Gabung Fortuna Sittard)
Dalam wawancara bersama kanal YouTube VoetbalPrimeur, Hubner menjelaskan bahwa ia sudah berada di tahap akhir negosiasi dengan klub asal Indonesia yang namanya tidak diungkap. Bahkan, prosesnya tinggal menunggu tanda tangan di atas kertas. Namun, tawaran tersebut akhirnya ia tolak.
(Baca Juga : Rumor Transfer Persib Bandung)
Kontrak Nyaris Terealisasi
Menurut Hubner, keputusan menolak kontrak dari klub Indonesia bukanlah perkara mudah. Ia mengaku sudah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum akhirnya mengambil langkah tersebut.
“Saya sebenarnya bisa saja menandatangani kontrak empat minggu lalu. Tapi dari segi olahraga, itu bukan pilihan yang tepat,” ujar Hubner. “Kalau saya ambil itu, artinya saya hanya memilih uang. Tapi saya pikir dari segi olahraga, ini adalah pilihan terbaik.”
(Baca Juga : Perjalanan Hubner di Timnas Indonesia)
Pada pertengahan Juli 2025, santer beredar kabar bahwa Persib Bandung—juara bertahan dua musim berturut-turut di BRI Liga 1—meminati jasa Hubner. Meski rumor menguat, sang pemain memilih tidak mengonfirmasi klub mana yang memberinya tawaran.
Keputusan itu semakin memperjelas arah kariernya yang kini fokus di Eropa. Hubner menilai langkah tersebut penting demi perkembangan kualitas permainan dan pengalaman di level kompetisi yang lebih tinggi.
Langkah ke Fortuna Sittard
Setelah menolak kontrak dari klub Indonesia, Hubner mendapat penawaran resmi dari Fortuna Sittard. Klub Liga Eredivisie itu menyodorkan kontrak berdurasi tiga tahun, dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan. Tawaran tersebut langsung ia sambut tanpa banyak pikir.
(Baca Juga : Profil Klub Fortuna Sittard)
“Saya hanya ingin mendapatkan sebanyak mungkin menit bermain di Eredivisie dan setelah itu kita lihat lagi,” kata Hubner. “Saya sengaja menunggu. Saya pikir Fortuna Sittard adalah langkah yang baik bagi saya untuk berkembang.”
Hubner mengaku bahwa keputusan ini selaras dengan tujuannya mendapatkan jam terbang optimal. Sebelumnya, ia sempat kesulitan menembus skuad utama Wolverhampton Wanderers dan hanya bermain di level usia muda.
“Ya, 100 persen. Karena saya pikir di usia saya, saya harus mendapatkan sebanyak mungkin menit bermain,” ujarnya.
Menurutnya, kesempatan bermain di liga top Eropa akan memberikan pengalaman yang tak tergantikan. Ia percaya bahwa proses ini akan membantunya berkembang sebagai pemain bertahan.
(Baca Juga : Update Transfer Liga Eropa)
Hubner juga menegaskan bahwa meskipun bermain di Indonesia bisa menjadi pilihan nyaman, dari sudut pandang olahraga, kompetisi di Eropa masih menjadi prioritas.
Pemain kelahiran Belanda itu menilai langkah ke Fortuna Sittard adalah investasi masa depan. Ia ingin membuktikan kemampuannya di level tertinggi sebelum mempertimbangkan opsi bermain di Asia atau Indonesia di masa mendatang.
Keputusan Hubner ini juga menandakan ambisinya menjaga standar performa tinggi. Ia berharap pengalaman di Eredivisie akan memperkuat posisinya di Timnas Indonesia.
Selain itu, keberadaan kontrak jangka panjang dengan Fortuna Sittard memberikan rasa aman dan stabilitas untuk fokus pada performa tanpa gangguan transfer jangka pendek.
(Baca Juga : Transfer Pemain Liga Indonesia)
Langkah ini mendapat perhatian publik sepak bola Indonesia, terutama para pendukung yang sempat berharap Hubner bermain di tanah air. Meski begitu, banyak yang memahami bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi karier jangka panjangnya.
Hubner pun menutup dengan pernyataan bahwa pintu untuk kembali bermain di Indonesia suatu saat nanti tetap terbuka. Namun, untuk saat ini, fokusnya sepenuhnya pada petualangan baru di Eredivisie.
Keputusan Justin Hubner menolak kontrak dari klub Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan karier di kompetisi Eropa. Ia lebih mengutamakan aspek olahraga dibanding keuntungan finansial jangka pendek.
Kesempatan bermain di Fortuna Sittard menjadi langkah strategis untuk mengasah kemampuan di level tertinggi. Liga Eredivisie dianggapnya sebagai wadah ideal bagi pemain muda untuk berkembang.
Pertimbangan matang Hubner menjadi contoh bagi pemain lain agar memilih jalur karier berdasarkan visi jangka panjang. Keputusan ini juga memperlihatkan profesionalisme dalam menentukan arah masa depan.
Meski publik sepak bola Indonesia sempat kecewa, langkah Hubner tetap mendapat apresiasi karena dilandasi alasan yang jelas. Hal ini menunjukkan bahwa pemain tetap memiliki kendali penuh atas pilihannya.
Pada akhirnya, perjalanan Hubner di Eropa akan menjadi penentu seberapa jauh ia bisa melangkah di panggung internasional. Jika sukses, bukan tidak mungkin ia kembali ke Indonesia dengan pengalaman dan nilai yang lebih tinggi. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





