EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Warga Semarang Kaget PBB Naik 400 Persen

Warga Semarang Kaget PBB Naik 400 Persen

Kenaikan PBB di Semarang mencapai 400 persen memicu protes warga. Pemerintah diminta segera memberi penjelasan atas lonjakan pajak.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Agustus 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

SEMARANG, EKOIN.CO – Kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) kembali menjadi sorotan publik. Setelah heboh di Kabupaten Pati dengan lonjakan hingga 250 persen, kini giliran warga Kota Semarang dibuat terkejut. Seorang warga, Tukimah (69), mendapati tagihan PBB rumahnya naik lebih dari 400 persen dibandingkan tahun lalu.
(Baca Juga : PBB Naik 250 Persen di Pati)

Lonjakan ini membuat Tukimah terperanjat. Tahun lalu, ia hanya membayar sekitar Rp161.000, namun pada 2025 jumlahnya membengkak menjadi Rp872.000. “Terus terang saat menerima surat PBB dan melihat angka pembayarannya kok naik banyak, saya kaget dan merasa keberatan,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Kenaikan PBB Picu Kaget Warga

Perasaan kaget Tukimah bukan tanpa alasan. Selisih yang signifikan membuatnya langsung mengajukan keberatan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini, ia mengaku belum mendapat kepastian jawaban.
(Baca Juga : Respons Pemkot Semarang Soal Kenaikan PBB)

“Soal PBB ini telah diuruskan anak saya, tapi belum tahu hasilnya,” ungkapnya. Rumah yang ia tempati merupakan rumah keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Ia pun merasa beban pajak yang tiba-tiba melonjak ini berat untuk ditanggung.

Fenomena kenaikan PBB ini sontak memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Sebab, selain di Pati dan Semarang, sejumlah daerah lain juga mulai memberlakukan penyesuaian tarif pajak yang memicu keluhan.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Polisi Siapkan Pengamanan Aksi Protes

Kenaikan PBB di berbagai daerah berpotensi memicu aksi protes warga. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyatakan pihaknya siap mengamankan jalannya aspirasi masyarakat. “Iya, kami backup Polresta Pati dengan BKO-kan (Bawah Kendali Operasi) personel ke sana,” ujarnya.
(Baca Juga : Polisi Siapkan Pengamanan Demo PBB)

Artanto menambahkan, personel bantuan akan datang dari beberapa polres di sekitar wilayah, termasuk Semarang, Kudus, Demak, Blora, dan Jepara. Langkah ini diambil agar penyampaian pendapat berjalan aman dan tertib.

Kebijakan pemerintah daerah mengenai penyesuaian PBB memang seharusnya disosialisasikan secara matang. Tanpa pemahaman yang baik, warga rentan merasa terbebani secara mendadak.

Pihak kepolisian menilai komunikasi publik menjadi kunci agar kebijakan seperti ini tidak menimbulkan gejolak. Dengan sosialisasi yang tepat, warga dapat memahami alasan di balik kenaikan tarif.

Beberapa pengamat pajak daerah menyarankan agar pemerintah membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat. Hal ini dinilai efektif untuk menampung keluhan sekaligus memberikan penjelasan terkait mekanisme penyesuaian pajak.

Tukimah sendiri berharap ada kebijakan yang lebih memperhatikan kondisi ekonomi warga. Menurutnya, kenaikan sebesar itu terlalu memberatkan, terutama bagi pensiunan atau warga dengan penghasilan terbatas.
(Baca Juga : Saran Pengamat Soal Kebijakan PBB)

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan kenaikan PBB di Jawa Tengah. Meski Pemkot Semarang belum mengeluarkan pernyataan resmi, publik mendesak adanya klarifikasi dan solusi yang berpihak kepada warga.

Lonjakan pajak seperti ini tidak hanya berimbas pada kemampuan membayar, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal daerah. Tanpa kejelasan dan transparansi, persepsi negatif terhadap pemerintah sulit dihindari.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebijakan fiskal memerlukan keseimbangan antara kebutuhan pendapatan daerah dan kemampuan ekonomi warga. Penyesuaian yang terlalu tajam dapat memicu resistensi.
(Baca Juga : Dampak Ekonomi Kenaikan PBB)

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan rinci dari otoritas pajak daerah Semarang mengenai penyebab kenaikan hingga 400 persen tersebut. Warga seperti Tukimah masih menunggu jawaban.

Sementara itu, sejumlah LSM mulai mendorong adanya audit kebijakan PBB, untuk memastikan dasar perhitungan tarif benar-benar sesuai dengan ketentuan dan kondisi lapangan.

Dalam konteks hukum, warga memiliki hak untuk mengajukan keberatan maupun banding atas penetapan pajak yang dinilai tidak wajar. Mekanisme ini diatur dalam regulasi perpajakan daerah.

Pengalaman di Pati menunjukkan bahwa protes warga dapat memicu evaluasi kebijakan. Pemerintah daerah setempat akhirnya melakukan revisi terhadap besaran kenaikan.

Jika tren kenaikan PBB ini terus terjadi tanpa penjelasan yang memadai, bukan tidak mungkin gelombang protes akan meluas ke kota-kota lain di Jawa Tengah.

Banyak pihak berharap, dialog konstruktif dapat menjadi jalan tengah antara kebutuhan pendapatan daerah dan kemampuan warga membayar.


Kenaikan PBB di Semarang hingga 400 persen menambah deretan keluhan publik atas penyesuaian pajak di Jawa Tengah. Kasus Tukimah menjadi gambaran nyata dampak kebijakan fiskal yang tidak tersosialisasi dengan baik. Pemerintah perlu segera memberikan penjelasan agar kepercayaan publik tetap terjaga.

 

  1. Pemerintah daerah harus memperkuat sosialisasi sebelum menerapkan kenaikan pajak.
  2. Warga disarankan memanfaatkan jalur keberatan resmi jika merasa terbebani.
  3. Dialog terbuka antara pemda dan warga perlu difasilitasi.
  4. Kebijakan fiskal harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi warga.
  5. Transparansi perhitungan tarif menjadi kunci menghindari polemik.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: fiskal daerahJawa Tengahkenaikan PBBpajakSemarangwarga protes
Post Sebelumnya

Iran Balas Israel dengan Operasi Honest Promise 3

Post Selanjutnya

Gurun Disulap Jadi Proyek Delta Baru Selamatkan Masa Depan Mesir

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Gurun Disulap Jadi Proyek Delta Baru Selamatkan Masa Depan Mesir

Gurun Disulap Jadi Proyek Delta Baru Selamatkan Masa Depan Mesir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.