New York, EKOIN.CO – Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah rencana serangan militer Israel ke Gaza kembali mencuat. Tiga kekuatan internasional, yakni Australia, Tiongkok, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), secara terbuka menyatakan penentangan mereka terhadap langkah tersebut.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]
Menurut laporan yang diunggah kanal YouTube @tvOneNews pada Selasa, 12 Agustus 2025, baik PBB maupun Tiongkok mengeluarkan peringatan keras kepada Israel. Mereka menilai, serangan itu berpotensi memicu krisis kemanusiaan lebih besar dan melanggar prinsip kemanusiaan internasional.
“Rencana ini berpotensi memicu bencana lain dengan dampak luas,” kata Miroslav Jenka, Asisten Sekretaris Jenderal PBB, saat berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB.
PBB Ingatkan Bahaya Eskalasi Israel
Jenka menegaskan, situasi di Gaza sudah sangat rapuh, dan setiap aksi militer tambahan dari Israel akan memperburuk keadaan. Ia mendesak pembatalan rencana tersebut demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Selain pernyataan PBB, Tiongkok juga bersuara lantang. Dalam forum yang sama, perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menyampaikan sikap negaranya yang menentang segala bentuk pengambilalihan Gaza oleh Israel.
Fu Cong mengingatkan bahwa Gaza adalah wilayah yang sarat sejarah dan konflik, sehingga setiap upaya perebutan kekuasaan hanya akan menghambat perdamaian.
Tiongkok Tekankan Gencatan Senjata Israel
“Kami menentang segala upaya untuk mengambil alih Gaza,” tegas Fu Cong, sebagaimana dilaporkan @tvOneNews. Ia menambahkan, langkah paling realistis untuk menyelesaikan konflik adalah segera mengupayakan gencatan senjata.
Menurut Fu Cong, gencatan senjata merupakan satu-satunya jalan untuk membangun kepercayaan antar pihak yang bertikai. Tiongkok, kata dia, siap menjadi mediator jika diperlukan, termasuk memfasilitasi dialog langsung dengan pihak Israel.
Sementara itu, Australia juga turut menyampaikan keprihatinan mendalam. Meski tidak setegas Tiongkok dan PBB, pemerintah Australia menyerukan agar Israel menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi.
Pernyataan ketiga pihak ini semakin memperkuat tekanan internasional kepada Israel. Tekanan tersebut dinilai bisa memengaruhi perhitungan strategis Tel Aviv, meskipun sejauh ini belum ada tanda-tanda perubahan sikap dari pemerintah Israel.
Di tengah meningkatnya ketegangan, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Gaza. Banyak pihak berharap Israel mempertimbangkan kembali rencananya sebelum eskalasi berubah menjadi konflik besar yang sulit dihentikan.
Rencana serangan militer Israel ke Gaza menuai penolakan keras dari PBB, Tiongkok, dan Australia. Mereka menilai langkah tersebut hanya akan memperburuk kondisi kemanusiaan.
Pemerintah Israel disarankan membuka ruang dialog internasional untuk mencari solusi damai dan mencegah meluasnya konflik.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





