EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Iran Diberi Ultimatum Eropa: Akhir Agustus atau Sanksi

Iran Diberi Ultimatum Eropa: Akhir Agustus atau Sanksi

E3 memberi Iran tenggat akhir Agustus untuk menyepakati perjanjian nuklir atau menghadapi sanksi snapback. Snapback memungkinkan pengaktifan kembali sanksi PBB secara otomatis jika kesepakatan tidak dicapai.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

LONDON, EKOIN.CO – Eropa memberikan batas waktu kepada Iran hingga akhir Agustus untuk menyepakati perjanjian nuklir, jika tidak, mereka akan menerapkan sanksi melalui mekanisme snapback. Pamungkas: snapback


Iran Diberi Waktu Akhir Bulan Ini
Tiga negara Eropa—Inggris, Prancis, dan Jerman (E3)—secara resmi mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Iran mulai September, jika perjanjian nuklir tidak tercapai hingga akhir Agustus

Mekanisme snapback, yang otomatis mengaktifkan kembali sanksi Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya dicabut berdasarkan perjanjian 2015, bakal digunakan jika Teheran tidak membuat kemajuan konkret


Ancaman Sanksi Snapback

E3 telah memperingatkan bahwa snapback berlaku otomatis tanpa perlu pemungutan suara di Dewan Keamanan  Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menyatakan:

“France and its partners are … justified in reapplying global embargoes … Without a firm, tangible and verifiable commitment from Iran, we will do so by the end of August at the latest”

Mereka ingin menyelesaikan proses sebelum Rusia mengambil alih kepresidenan Dewan Keamanan PBB pada Oktober

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar


Respons Iran

Iran sejauh ini belum merespons secara resmi ultimatum ini, termasuk tawaran perpanjangan jika Iran menunjukkan itikad baik Teheran juga telah menghentikan kerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), setelah serangan dari Israel yang didukung AS pada Juni lalu


Perkembangan Diplomasi Terkini

Sebelumnya, perundingan nuklir antara Iran, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa berlangsung sejak April hingga Juni 2025, dengan beberapa putaran pertemuan di Oman dan Roma Namun, gencatan senjata yang dimediasi AS menyusul serangan Israel pada bulan Juni lebih banyak membawa ketegangan daripada solusi

  • Apa yang terjadi? E3 memberi Iran waktu hingga akhir Agustus untuk menyepakati perjanjian nuklir atau akan menerapkan sanksi snapback.
  • Mengapa penting? Snapback otomatis akan mengembalikan sanksi PBB — langkah besar yang dapat meningkatkan ketegangan global.
  • Bagaimana respon Iran? Belum ada respons resmi; diplomasi terhenti dan hubungan dengan IAEA memburuk.

(*)


 

Tags: irannegara Eropaperjanjian nuklirsanksisnapbacktenggat waktu
Post Sebelumnya

Media Asing Soroti Pemain Brasil Arema FC Kenapa Bermain Di Indonesia

Post Selanjutnya

Sambut HUT RI Ke-80 Tahun 2025, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Sosial Bagi Sembako Kepada Kaum Dhuafa Dan Mualaf

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Sambut HUT RI Ke-80 Tahun 2025, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Sosial Bagi Sembako Kepada Kaum Dhuafa Dan Mualaf

Sambut HUT RI Ke-80 Tahun 2025, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Sosial Bagi Sembako Kepada Kaum Dhuafa Dan Mualaf

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.