EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Subsidi Energi Meningkat, Kinerja Ekonomi Tak Terdongkrak: APBN di Ujung Tanduk

Subsidi Energi Meningkat, Kinerja Ekonomi Tak Terdongkrak: APBN di Ujung Tanduk

Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp394,3 triliun di APBN 2025, namun skema ini dikhawatirkan hanya menjadi beban fiskal yang tidak produktif karena tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Aliran dana subsidi yang hanya berfokus pada konsumsi, tanpa memicu aktivitas produktif, berisiko menggerogoti ruang fiskal untuk sektor prioritas seperti pendidikan dan infrastruktur. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa dengan penargetan yang presisi dan pemanfaatan teknologi seperti AI, subsidi bisa bertransformasi menjadi investasi yang menumbuhkan ekonomi, bukan sekadar beban.

Ray oleh Ray
14 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, ENERGI, INDUSTRI, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi sektor energi sebesar Rp394,3 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp386,9 triliun. Meskipun dana besar ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, kekhawatiran muncul bahwa alokasi subsidi hanya menjadi beban fiskal yang tidak produktif, tanpa mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, rincian anggaran subsidi energi 2025 mencakup subsidi BBM sebesar Rp26,7 triliun, subsidi LPG 3 kg Rp87 triliun, dan subsidi listrik Rp89,7 triliun. Angka-angka ini menunjukkan peningkatan di setiap sektor. Namun, ketika dana subsidi hanya berhenti pada tingkat konsumsi, tanpa memicu aktivitas produktif, alokasi tersebut berpotensi menjadi beban fiskal yang permanen. Fenomena ini diibaratkan seperti upaya mengisi bak yang bocor, di mana dana terus mengalir, tetapi manfaatnya tidak terasa dalam jangka panjang.

Akibatnya, pertumbuhan lapangan kerja baru menjadi stagnan, produktivitas di sektor riil tidak mengalami percepatan, dan perekonomian berjalan tanpa akselerasi yang berarti. Pada akhirnya, APBN harus menanggung biaya yang sangat besar tanpa mendapatkan imbal hasil yang sepadan. Di tengah gejolak harga komoditas dan potensi penurunan penerimaan pajak, beban subsidi energi yang tidak produktif ini mempersempit ruang fiskal untuk belanja prioritas lain, seperti infrastruktur, pendidikan, dan riset, yang merupakan fondasi krusial bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Melihat pengalaman negara-negara lain, seperti India dan Malaysia, ada jalan keluar dari dilema ini. Mereka telah berhasil mengubah skema subsidi energi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui penargetan yang lebih presisi, mengintegrasikannya dengan program pemberdayaan ekonomi, dan melakukan pemantauan yang ketat. Di era modern ini, kecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang baru untuk memetakan kebutuhan secara tepat, mengidentifikasi penerima subsidi yang benar-benar layak, dan mengevaluasi dampak kebijakan secara real-time.

Dengan demikian, memadukan teknologi canggih dengan empati untuk negeri, subsidi energi dapat ditransformasikan dari beban yang statis menjadi investasi yang mampu menumbuhkan ekonomi, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat ketahanan fiskal. Pertanyaannya sekarang, apakah kita akan terus membiarkan dana subsidi mengalir tanpa arah yang jelas, atau justru menggunakannya sebagai modal produktif demi masa depan bangsa yang lebih mandiri dan berdaya saing?

Berita Menarik Pilihan

Soroti Siswa Bundir di NTT, JPPI: Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Anak Atas Pendidikan

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

Tags: AIAPBN 2025BBMekonomifiskalinfrastrukturkecerdasan buatanKementerian Keuanganketahanan fiskalkonsumsilistriklpgpertumbuhanproduktivitassubsidi energi
Post Sebelumnya

Tarif Karbon ASEAN: Jalan Menuju Ekonomi Hijau Sekaligus Menopang Industri Kawasan

Post Selanjutnya

4 Startup Terkenal RI yang Ditinggal Pendirinya

Ray

Ray

Berita Terkait

Kornas JPPI Ubaid Matraji

Soroti Siswa Bundir di NTT, JPPI: Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Anak Atas Pendidikan

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Kematian tragis seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di NTT yang diduga mengakhiri hidup karena tak mampu membeli...

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS....

8 Aksi Percepatan Reformasi Bursa, Momentum Tingkatkan Kualitas Pasar Modal Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.121,03 pada perdagangan Rabu (4/2). Namun,...

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencata, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini...

Post Selanjutnya
4 Startup Terkenal RI yang Ditinggal Pendirinya

4 Startup Terkenal RI yang Ditinggal Pendirinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.