Bekasi, Ekoin.co – Dua siswi sekolah dasar di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tewas tenggelam saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler renang pada Senin (11/8/2025) siang. Keduanya diduga terlepas dari pengawasan pelatih dan tidak memiliki kemampuan berenang.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh pihak kepolisian, tampak dua guru bergegas mengevakuasi kedua korban yang sudah tidak sadarkan diri ke rumah sakit terdekat. Upaya penyelamatan telah dilakukan, namun nyawa keduanya tidak tertolong.
Menurut pihak sekolah, kejadian bermula ketika kegiatan ekstrakurikuler renang berlangsung dengan diikuti 23 siswa lainnya. Kedua korban berada di area kolam yang sama saat pengawasan dilakukan oleh pelatih.
Kronologi Peristiwa di Kolam Renang
Kapolsek Babelan, AKP Heri Santoso, menjelaskan bahwa dugaan sementara korban terlepas dari pengawasan sehingga tidak segera terlihat saat mulai kesulitan di dalam air. “Kedua korban ini tidak bisa berenang. Saat ditemukan, kondisi mereka sudah kritis,” ujarnya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kolam renang. Proses pemeriksaan melibatkan penyisiran area, pengukuran kedalaman kolam, dan pengumpulan barang bukti yang relevan dengan peristiwa tersebut.
Dari hasil olah TKP, pihak kepolisian menyita rekaman CCTV yang merekam detik-detik kejadian. Selain itu, garis polisi dipasang di sekitar kolam renang untuk mengamankan lokasi.
Penyelidikan juga dilakukan dengan memeriksa enam orang saksi, termasuk guru pendamping, pelatih renang, dan petugas keamanan yang berada di lokasi pada saat kejadian.
BACA JUGA
Korupsi Minyak Mentah, Kejagung Periksa Sepuluh Saksi
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui adanya dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian dua siswi tersebut.
Sementara itu, pihak sekolah menyatakan telah menutup sementara kolam renang dan menghentikan kegiatan renang sampai hasil penyelidikan resmi dikeluarkan oleh kepolisian.
Langkah Kepolisian dan Tindak Lanjut
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Budi Setiawan, menuturkan bahwa pihaknya akan mendalami prosedur pengawasan yang diterapkan selama kegiatan berlangsung. “Kami akan melihat apakah prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar atau ada pelanggaran,” katanya.
Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya protokol keselamatan dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan risiko tinggi, termasuk olahraga air.
Hingga kini, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menyampaikan duka mendalam dan berharap penyelidikan dapat memberikan kejelasan penyebab pasti peristiwa ini.
Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah orang tua siswa berharap pihak sekolah meningkatkan standar keamanan dan pengawasan dalam setiap kegiatan, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan anak.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mengonfirmasi telah menerima laporan resmi mengenai insiden ini. Mereka menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler berisiko tinggi.
Dalam evaluasi tersebut, akan dibahas ketentuan jumlah minimal pengawas, kemampuan pelatih, serta kesiapan fasilitas keselamatan seperti pelampung, alat penyelamat, dan tenaga medis di lokasi kegiatan.
Peristiwa siswi tenggelam saat ekskul renang ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya pengawasan ketat dan penerapan prosedur keselamatan di setiap kegiatan sekolah.
Masyarakat diimbau untuk bersama-sama mengawasi anak-anak saat beraktivitas, khususnya di area yang berisiko seperti kolam renang. Peran aktif semua pihak dapat mencegah insiden serupa terjadi kembali.
Kepolisian memastikan akan mengumumkan hasil penyelidikan setelah semua bukti dan keterangan saksi terkumpul secara lengkap. Proses hukum akan dilanjutkan jika ditemukan indikasi kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa.





