EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM POLITIK
Helikopter Tua Asia Tenggara Masih Perkasa Usia 60 Tahun, Masih Aktif Terbang

Helikopter Tua Asia Tenggara Masih Perkasa Usia 60 Tahun, Masih Aktif Terbang

Helikopter militer klasik tetap digunakan karena biaya efisien dan performa teruji. Bell UH-1 Huey menjadi simbol kekuatan udara Asia Tenggara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
15 Agustus 2025
Kategori POLITIK, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Di tengah kemajuan teknologi penerbangan yang pesat, sejumlah negara Asia Tenggara masih mengandalkan helikopter militer berusia puluhan tahun. Beberapa di antaranya bahkan telah beroperasi selama lebih dari setengah abad, namun tetap menjadi andalan dalam berbagai misi strategis.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]

Helikopter Militer Klasik yang Tetap Tangguh

Faktor utama di balik bertahannya armada tua ini adalah keterbatasan anggaran pertahanan. Perawatan rutin dan proses upgrade teknologi membuat helikopter klasik tersebut tetap layak terbang. Meskipun modelnya lawas, modifikasi pada mesin, avionik, dan persenjataan menjadikannya mampu menjalankan peran militer secara efektif.

Keberadaan helikopter-helikopter ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang jika perawatan dan pembaruan dilakukan dengan tepat. Beberapa unit bahkan telah menerima retrofit komprehensif, mulai dari penguatan struktur hingga pemasangan sistem senjata terbaru.

Bell UH-1 Iroquois, Legenda Perang Vietnam

Salah satu helikopter paling ikonik di Asia Tenggara adalah Bell UH-1 Iroquois atau “Huey”. Pertama kali mengudara pada 1956, helikopter ini menjadi simbol Perang Vietnam dan dikenal karena keandalannya di medan tempur.

Indonesia, Laos, dan Filipina masih mengoperasikan Huey hingga kini. Di Indonesia, TNI AD memiliki sekitar 10 unit yang telah di-upgrade, termasuk dengan persenjataan modern. Keunggulannya terletak pada kemampuan lepas landas dan mendarat di berbagai medan, menjadikannya ideal untuk misi evakuasi, transportasi pasukan, hingga bantuan kemanusiaan.

Berita Menarik Pilihan

Resmi Jadi Hakim Konstitusi, Adies Kadir Janji Tak Akan Tangani Perkara terkait Golkar

Nasib Sial Mulyono: Baru Terima Dua Kardus Duit dari Venasius Jenarus

Meskipun sudah berusia lebih dari 60 tahun, peran Huey tetap vital. Teknologi yang disematkan pasca-upgrade membuatnya sanggup bersaing dengan helikopter generasi baru dalam hal kecepatan respons dan fleksibilitas operasi.

Di Laos, Huey digunakan terutama untuk patroli perbatasan dan misi transportasi militer. Sementara di Filipina, helikopter ini berperan besar dalam operasi kontra-terorisme dan penanggulangan bencana.

Bagi personel militer yang mengoperasikannya, Huey bukan sekadar alat tempur, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perjuangan di kawasan Asia Tenggara.

Meski banyak negara kini beralih ke helikopter modern, keberadaan unit-unit klasik ini menunjukkan bahwa peralatan militer dengan perawatan tepat dapat berumur panjang. Faktor biaya menjadi pertimbangan utama, karena pembelian helikopter baru memerlukan investasi besar yang belum tentu tersedia setiap tahun.

Selain itu, pilot dan teknisi yang sudah terbiasa dengan sistem lama cenderung lebih mudah merawat dan mengoperasikan Huey dibandingkan harus beradaptasi dengan teknologi baru yang lebih kompleks.

Penggunaan helikopter militer tua juga mencerminkan strategi pertahanan yang mengutamakan pemanfaatan maksimal aset yang ada sebelum memutuskan untuk melakukan modernisasi total.

Ke depan, sejumlah negara kemungkinan akan tetap mempertahankan Huey dalam armada mereka setidaknya hingga satu dekade mendatang. Namun, modernisasi bertahap tetap diperlukan untuk menjaga keselamatan dan efektivitas operasional.

Dari segi nilai historis, Huey menjadi salah satu helikopter yang tak tergantikan di Asia Tenggara. Keberadaannya menjadi bukti bahwa dalam dunia militer, kemampuan dan keandalan sering kali lebih penting daripada usia mesin.


Keberadaan helikopter militer klasik di Asia Tenggara menunjukkan pentingnya strategi pemeliharaan dan modernisasi. Meski usianya puluhan tahun, performa yang tetap prima membuatnya relevan hingga kini.

Penggunaan helikopter tua juga menjadi solusi efisien bagi negara dengan anggaran terbatas, tanpa mengorbankan kemampuan operasional.

Dengan upgrade teknologi, helikopter klasik mampu bersaing dengan model baru dalam menjalankan misi.

Faktor historis turut memperkuat posisinya sebagai simbol kekuatan militer yang telah teruji waktu.

Selama masih layak terbang dan aman, helikopter klasik akan tetap mengudara di langit Asia Tenggara. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Asia TenggaraBell UH-1helikopterHueymiliterTNI AD
Post Sebelumnya

Alutsista Canggih Mendarat di Pelabuhan Panjang Lampung

Post Selanjutnya

Thailand Masih Gunakan Pesawat Tempur Tertua

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Resmi Jadi Hakim Konstitusi, Adies Kadir Janji Tak Akan Tangani Perkara terkait Golkar

Resmi Jadi Hakim Konstitusi, Adies Kadir Janji Tak Akan Tangani Perkara terkait Golkar

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pembacaan sumpah Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Kepada media usai pembacaan...

uru Bicara KPK Budi Prasetyo menunjukkan barang bukti uang tunai senilai Rp1 miliar yang dikemas dalam dua kardus hasil OTT di Kalimantan Selatan, Kamis (5/2/2026).

Nasib Sial Mulyono: Baru Terima Dua Kardus Duit dari Venasius Jenarus

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

KPK mencatat total barang bukti mencapai sekitar Rp1,5 miliar, termasuk dana yang diduga sudah digunakan untuk berbagai keperluan pribadi oleh...

Direktur Pengendalian Operasi (Dirdalops) Jampidsus Kejagung, Muhammad Syarifuddin (tengah), saat memberikan pengarahan kepada para Kajari dan Kasi Pidsus se-Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (4/2/2026).

Jampidsus Ultimatum Jaksa Se-Sulsel: Sekali Kena Hukuman Disiplin, Karier Tamat

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Peringatan tegas itu disampaikan Direktur Pengendalian Operasi (Dirdalops) Jampidsus Kejagung RI, Muhammad Syarifuddin, saat memberikan pengarahan langsung di Baruga Adhyaksa...

Jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM INTEL) saat acara Penandatanganan Pakta Integritas Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Rabu (4/2/2026). Kejaksaan resmi mengawal proyek pembangunan koperasi di 83.762 desa dengan total anggaran Rp251,28 triliun guna mencegah terjadinya kebocoran anggaran negara di tingkat desa. (Foto: Humas Kejaksaan Agung/Ekoin.co)

Kejagung Kawal Proyek Koperasi Merah Putih Rp251 Triliun, Jamintel Tegaskan Nol Toleransi Penyimpangan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pelaksanaan proyek ini turut melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai mitra strategis. Kejaksaan berharap sinergi lintas lembaga dapat memastikan proyek...

Post Selanjutnya
Thailand Masih Gunakan Pesawat Tempur Tertua

Thailand Masih Gunakan Pesawat Tempur Tertua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.