BANYUMAS, EKOIN.CO – Pembangunan Tol Pejagan-Cilacap kembali mendapat sorotan setelah adanya kepastian investor asing yang bersedia mendanai proyek tersebut. Namun, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan pemerintah pusat harus ikut menanggung pembebasan lahan agar rencana jalan bebas hambatan itu tidak kembali tertunda. Ikuti berita terupdate di WA Channel EKOIN.
Bupati Sadewo menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur di Kawasan DIY dan Jawa Tengah Selatan (Jasela) yang digelar di kantor DPD RI, Rabu (13/8/2025). Kepada Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ia menekankan pentingnya percepatan tol sebagai infrastruktur vital.
“Dulu, sebelum pandemi Covid-19, jalan Tol Pejagan-Cilacap sudah masuk proyek strategis nasional (PSN). Tapi setelah pandemi, hilang dari daftar PSN,” ujar Sadewo dikutip dari Youtube DPD RI, Jumat (15/8/2025).
Investor Tol Masuk, Lahan Jadi Masalah
Sadewo mengungkapkan, usai dilantik sebagai Bupati Banyumas, ia langsung menemui Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo untuk meminta agar rencana tol kembali diaktifkan. Upaya tersebut berhasil, sebab tol kembali masuk sebagai proyek prioritas nasional.
Meski demikian, menurutnya masuk prioritas belum tentu menjadi jaminan pembangunan bisa segera dilakukan. “Menteri PU meminta saya mencari investor lantaran minimnya dana APBN. Saya sudah berjalan untuk cari investor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu BUMN asal China, Guangxi, yang belum pernah berinvestasi di Indonesia, kini sudah menyatakan minat untuk mendanai pembangunan tol tersebut. Semua persyaratan sudah diserahkan ke Kementerian PU dan dinyatakan lolos.
“Sudah submit semua persyaratan ke Kementerian PU dan sudah oke,” tegasnya.
Namun, persoalan baru muncul. Investor asing itu tidak bersedia menanggung pembebasan lahan. Padahal, biaya untuk pengadaan lahan merupakan salah satu komponen terbesar dalam pembangunan tol.
Empat Kabupaten Menanti
Rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap akan melewati empat kabupaten, yaitu Brebes, Tegal, Banyumas, dan Cilacap. Infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperlancar konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah bagian selatan.
“Jika jalan tol ini terealisasi, akses transportasi akan lebih lancar. Efeknya tentu akan sangat besar bagi ekonomi masyarakat di wilayah kami,” jelas Sadewo.
Selain itu, tol tersebut akan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama selatan Jawa yang selama ini menjadi rute padat terutama pada masa liburan dan arus mudik.
Sadewo pun menegaskan, pemerintah pusat harus hadir dalam menyelesaikan masalah lahan. “Investor siap membangun, tapi tidak mau terlibat pembebasan lahan. Jadi, pusat yang harus ikut menyelesaikan,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Sadewo kembali meminta dukungan penuh dari Kementerian PUPR dan Kemenko Perekonomian agar tol tidak sekadar wacana.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama DPRD juga terus melakukan konsolidasi untuk mendukung realisasi pembangunan. Namun, tanpa kejelasan tanggung jawab pembebasan lahan, proyek berpotensi terhenti.
Tol ini diproyeksikan sebagai tulang punggung transportasi baru yang akan menghubungkan kawasan pantai utara Jawa dengan pantai selatan. Jika rampung, jalur distribusi barang akan jauh lebih efisien.
Dengan adanya investor, harapan masyarakat di empat kabupaten semakin besar. Akan tetapi, semua pihak menanti keputusan pemerintah pusat untuk menuntaskan hambatan yang ada.
Pembangunan Tol Pejagan-Cilacap menjadi kebutuhan mendesak bagi Jawa Tengah bagian selatan. Kehadiran investor asing memperkuat optimisme, namun hambatan terbesar tetap pada pembebasan lahan.
Keterlibatan pemerintah pusat mutlak diperlukan agar proyek tidak hanya berstatus prioritas di atas kertas.
Empat kabupaten yang dilalui tol menaruh harapan besar pada percepatan pembangunan untuk memperkuat akses transportasi dan ekonomi lokal.
Kepastian regulasi dan pembagian tanggung jawab menjadi kunci agar proyek strategis ini segera terlaksana.
Tanpa solusi, risiko molornya pembangunan dapat merugikan masyarakat luas yang menantikan manfaat tol tersebut. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





