EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Karpet Merah Dari Trump untuk Putin di Gelar Demi Gencatan Senjata

Karpet Merah Dari Trump untuk Putin di Gelar Demi Gencatan Senjata

Trump sambut Putin di Alaska dengan agenda utama mendorong gencatan senjata di Ukraina. Pertemuan bersejarah ini dinilai bisa mengubah arah perang Eropa.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
16 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Anchorage EKOIN.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin dengan karpet merah di Bandara Internasional Ted Stevens, Anchorage, Alaska, Jumat, 15 Agustus 2025 siang waktu setempat. Momen ini menjadi sorotan dunia karena berlangsung di tengah perang berkepanjangan di Ukraina, dengan kehadiran jet tempur AS F-22 di kedua sisi jalur penyambutan.
Gabung WA Channel EKOIN

Trump turun dari Air Force One dan berdiri menunggu kedatangan Putin. Keduanya kemudian berjabat tangan sambil tersenyum, berfoto dengan latar belakang pesawat tempur, menandai awal pertemuan puncak yang diyakini dapat mempengaruhi jalannya konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Gencatan Senjata Jadi Fokus Pertemuan

Pertemuan di Alaska ini memicu reaksi beragam, khususnya dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sekutu-sekutu Eropanya. Mereka khawatir Trump dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membekukan konflik dan secara informal mengakui kendali Rusia atas sekitar 20 persen wilayah Ukraina.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Trump menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk mengambil keputusan atas nama Ukraina. “Saya di sini bukan untuk bernegosiasi demi Ukraina, saya di sini untuk mempertemukan mereka,” ujar Trump dalam pernyataan kepada media saat menaiki Air Force One, dilansir Reuters, Sabtu, 16 Agustus dini hari.

Ketika ditanya apa yang menjadi tolok ukur keberhasilan, Trump menyatakan, “Saya ingin melihat gencatan senjata segera. Saya tidak akan senang jika tidak hari ini. Saya ingin pembunuhan dihentikan.”

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Delegasi AS yang mendampingi Trump terdiri dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus untuk Rusia Steve Witkoff, Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Kepala Staf Susie Wiles. Sementara dari pihak Rusia hadir ajudan kebijakan luar negeri Yury Ushakov dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Putin Nilai Diplomasi Barat Gagal

Bagi Putin, pertemuan ini adalah momen strategis untuk menunjukkan bahwa upaya Barat mengisolasi Rusia tidak berhasil. Dalam pernyataan yang dikutip CNN melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Putin melihat kesempatan ini sebagai bukti bahwa Rusia telah kembali menempati posisi penting di meja diplomasi internasional.

Selain simbol politik, pertemuan ini juga menjadi ajang penguatan citra pribadi kedua pemimpin. Trump berharap keberhasilan mencapai gencatan senjata dapat memperkuat posisinya sebagai tokoh perdamaian dunia, bahkan berpotensi membawanya meraih Hadiah Nobel Perdamaian.

Bagi Rusia, hanya dengan menghadiri pertemuan ini, Putin sudah dapat mengklaim kemenangan diplomasi. Momen foto bersama diapit jet tempur AS akan menjadi simbol yang dapat dimanfaatkan dalam narasi domestik maupun internasional.

Sementara itu, situasi di medan perang Ukraina terus menegang meski ada harapan perundingan damai. Gencatan senjata yang diupayakan Trump masih belum pasti tercapai, mengingat adanya kepentingan politik, militer, dan ekonomi dari berbagai pihak yang terlibat.

Kedua pemimpin dijadwalkan melanjutkan pembicaraan dalam sesi bilateral tertutup sebelum bergabung dengan delegasi masing-masing. Sumber Gedung Putih menyebut agenda akan mencakup isu keamanan Eropa, kerja sama kontra-terorisme, hingga stabilitas pasar energi global.

Pertemuan ini juga menjadi sorotan di media sosial, dengan warganet memperdebatkan apakah langkah Trump adalah terobosan diplomasi atau risiko besar bagi aliansi AS di Eropa. Banyak pihak menilai hasil konkret dari pertemuan ini akan sangat menentukan arah kebijakan luar negeri AS dan masa depan Ukraina.

Sejumlah analis memprediksi bahwa meskipun gencatan senjata dapat dicapai, tantangan implementasinya akan sangat besar. Faktor ketidakpercayaan antara pihak-pihak yang berkonflik, ditambah pengaruh negara-negara lain, membuat peluang perdamaian jangka panjang tetap rapuh.

Trump dan Putin dijadwalkan menggelar konferensi pers bersama setelah seluruh agenda pertemuan selesai. Dunia kini menunggu apakah kata “gencatan senjata” benar-benar akan terwujud atau hanya menjadi bagian dari retorika politik internasional. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Alaskadiplomasigencatan senjataPutintrumpUkraina
Post Sebelumnya

Dunia Tanpa Amerika, Begini Nasib Indonesia

Post Selanjutnya

Hubungan Normalisasi Saudi-Israel Masih Dalam Pernyataan Terjalin Tidaknya

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Hubungan Normalisasi Saudi-Israel Masih Dalam Pernyataan Terjalin Tidaknya

Hubungan Normalisasi Saudi-Israel Masih Dalam Pernyataan Terjalin Tidaknya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.