EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Samsung Tech Institute Dukung Pendidikan Vokasi Indonesia

Sumber dok news.samsung.com

Samsung Tech Institute Dukung Pendidikan Vokasi Indonesia

Samsung Tech Institute telah menjangkau 67 SMK dengan 18.161 murid dan 146 guru. Lebih dari 81% lulusan SMK terserap ke dunia kerja hingga Agustus 2024.

Agus DJ oleh Agus DJ
17 Agustus 2025
Kategori EDUKASI, PERTANIAN, RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Saat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, makna kemerdekaan kembali ditegaskan dalam bentuk nyata, yaitu memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berkreasi, dan berkontribusi. Semangat itu diwujudkan melalui Samsung Tech Institute (STI), sebuah program pendidikan vokasi yang sudah berjalan selama 12 tahun sejak diluncurkan pada 2013 oleh Samsung Electronics Indonesia.

Program Samsung Tech Institute hadir untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Hingga tahun ajaran 2024/2025, inisiatif ini telah menjangkau 67 SMK di berbagai daerah, melibatkan 18.161 murid dan 146 guru. Melalui kurikulum berbasis praktik yang sesuai standar industri, STI membekali murid dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan global.

Baca juga : Galaxy Buds Core Resmi Diluncurkan di Indonesia

Dalam pelaksanaannya, STI menawarkan berbagai bidang pelatihan. Materinya mencakup Handheld Product, Audio Video, Home Appliance, Sales & Marketing, hingga program praktek kerja lapangan (PKL) di Samsung Electronics Indonesia. Murid juga mendapatkan pengayaan dari pelatihan guru melalui Training of Trainers dan Guest Lecture yang diisi oleh para profesional Samsung.

Pendidikan Vokasi dan Dampaknya

Dengan semangat inklusif, STI juga menjangkau daerah yang sebelumnya minim akses pendidikan vokasi berkualitas, termasuk wilayah Indonesia Timur. Salah satu murid, Gerald Samuel Mailopuw dari SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, menyampaikan bahwa manfaat program ini sangat terasa. “Saya belajar lebih dari sekadar keterampilan teknis, komunikasi, kerja sama tim, dan rasa ingin tahu menjadi bekal penting untuk dunia kerja,” ujarnya.

Berita Menarik Pilihan

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

Marseille Bantai Rennes 3-0 di Piala Prancis

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lebih dari 81% lulusan SMK telah berhasil masuk ke dunia kerja antara 2022 hingga Agustus 2024. Angka tersebut menegaskan peran penting pelatihan yang relevan dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kehadiran STI mendukung tren positif itu, dengan memberi kesempatan bagi murid untuk menguasai keterampilan teknis sekaligus soft skills.

Komitmen Samsung melalui STI sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen RI). Pada 2025, pemerintah menargetkan lulusan SMK menjadi sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan mampu bersaing secara global.

Direktur SMK Kemendikdasmen RI, Dr Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak., menegaskan bahwa STI adalah bukti nyata dukungan industri pada pendidikan. “Saya bangga dan sangat mendukung program seperti STI, yang menjadi wujud nyata partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, melalui pemberdayaan generasi muda. Program ini memberikan pelatihan yang layak dan strategis bagi murid SMK,” ujarnya.

Pengalaman Murid dan Alumni STI

Bagi para murid, pengalaman melalui STI menjadi bekal berharga saat terjun langsung ke dunia kerja. Dari ruang kelas hingga praktik industri, mereka merasakan sendiri bahwa teori harus dipadukan dengan pengalaman nyata.

Amalia Putri Dewi Cahyani, alumni STI dari SMK Muhammadiyah 3 Weleri, menceritakan hal tersebut. “Proses pembelajaran di STI memotivasi saya untuk terus mengembangkan potensi di dunia teknologi. Kesempatan terjun langsung ke dunia kerja di Samsung membuat proses belajar saya lebih matang, karena saya tidak hanya mendapat teori, tapi juga pengalaman praktik nyata,” ujarnya.

Program PKL di Samsung Electronics Indonesia menjadi titik balik bagi banyak peserta. Mereka tidak hanya memperkuat academic skills, tetapi juga technical skills yang sesuai bidang, serta employability skills seperti kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.

Rafel Felino Edwin dari SMK 11 Bekasi menuturkan pengalamannya. “Setiap tahap di STI melatih saya untuk disiplin, tekun, dan meningkatkan rasa ingin tahu. Saat PKL di Samsung, saya merasakan langsung dinamika dunia kerja, melihat proses produksi nyata, memahami sistem lintas divisi, dan terlibat dalam aktivitas industri,” katanya.

Samsung sebagai perusahaan teknologi global percaya bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci menciptakan perubahan positif. Kolaborasi erat dengan sekolah dan pemerintah diharapkan melahirkan talenta digital yang siap bersaing di tingkat global.

Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia, Bagus Erlangga, menegaskan komitmen perusahaan. “Samsung percaya bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas harus dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali. Hal ini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan industri digital,” ucapnya.

STI hadir sebagai bentuk kontribusi perusahaan untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang inklusif. Dengan cakupan nasional, program ini menjembatani mimpi murid SMK agar bisa terwujud melalui jalur pendidikan dan pengalaman kerja nyata.

Kolaborasi lintas sektor dalam program ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi bukan sekadar pelatihan teknis. Lebih dari itu, pendidikan vokasi adalah ekosistem yang mampu menumbuhkan kreativitas, membentuk daya saing, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Dalam semangat Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, STI menjadi bukti bahwa kemerdekaan masa kini adalah memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Dengan dukungan pendidikan yang relevan, mereka tidak hanya bermimpi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Kesimpulan dan Saran

Melihat keberhasilan STI dalam mendukung pendidikan vokasi, program seperti ini sebaiknya terus diperluas jangkauannya. Daerah-daerah terpencil yang minim akses pendidikan berkualitas dapat menjadi prioritas berikutnya.

Keterlibatan lebih banyak perusahaan teknologi juga akan memperkuat ekosistem vokasi di Indonesia. Dengan partisipasi aktif sektor industri, murid akan semakin siap menghadapi dunia kerja.

Selain itu, pemerintah dapat memperkuat sinergi dengan sektor swasta untuk memperbanyak program sejenis STI. Sinergi ini akan melahirkan SDM yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing global.

Pendidikan vokasi hendaknya tidak hanya dipandang sebagai jalur alternatif, tetapi sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Dengan kualitas yang baik, lulusan SMK dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Pada akhirnya, kemerdekaan sejati generasi muda terwujud ketika mereka mendapatkan kesempatan yang adil untuk berkembang. Samsung Tech Institute menjadi salah satu contoh nyata bagaimana dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dapat berkolaborasi demi masa depan Indonesia. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: dunia kerjamurid SMKpendidikan vokasiSamsung Electronics IndonesiaSamsung Tech InstituteSMK Indonesia
Post Sebelumnya

Drama Sprint Austria, Pecco Terhenti Ducati Bermasalah, Bagnaia Angkat Tangan

Post Selanjutnya

Uni Eropa Kecam Permukiman Israel di Tepi Barat

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

oleh Akmal Solihannoer
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tahun 2026 akan diwarnai oleh dua fenomena astronomi berupa gerhana matahari yang terjadi pada Februari dan Agustus....

Marseille Tekuk Rennes 3-0 di Piala Prancis

Marseille Bantai Rennes 3-0 di Piala Prancis

oleh Akmal Solihannoer
5 Februari 2026
0

Marseille, Prancis, Ekoin.co – Olympique de Marseille memastikan tiket ke babak perempat final Piala Prancis setelah menaklukkan Stade Rennais dengan...

Arsenal Tundukkan Chelsea 1-0, Lolos ke Final EFL Cup Setelah 6 Tahun Menanti

Arsenal Tundukkan Chelsea 1-0, Lolos ke Final EFL Cup Setelah 6 Tahun Menanti

oleh Akmal Solihannoer
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Arsenal memastikan satu tempat di final EFL Cup 2025/2026 setelah mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0 pada leg...

AC Milan Hajar Bologna 3-0 di Kandang Sendiri, Perpanjang Rekor Tandang

AC Milan Hajar Bologna 3-0 di Kandang Sendiri, Perpanjang Rekor Tandang

oleh Akmal Solihannoer
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - AC Milan melanjutkan tren positif mereka di Liga Italia Serie A musim 2025–2026 setelah meraih kemenangan 3-0...

Post Selanjutnya
Uni Eropa Kecam Permukiman Israel di Tepi Barat

Uni Eropa Kecam Permukiman Israel di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.