Bekasi, Ekoin.co – Pemerintah Kota Bekasi menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Alun-alun M. Hasibuan pada Minggu, 17 Agustus 2025. Upacara dimulai pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebagai inspektur upacara.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Dalam amanatnya, Tri Adhianto menekankan bahwa perjuangan bangsa tidak berhenti setelah proklamasi kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa generasi saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, yang disebutnya sebagai “musuh tak kasat mata”.
“Perjuangan kita hari ini adalah melawan kemiskinan, kebodohan, kerusakan lingkungan, intoleransi, dan yang paling utama—korupsi. Semua ini harus kita hadapi bersama dengan semangat persatuan dan gotong royong,” ujar Tri Adhianto dalam sambutan resminya.
Penghargaan untuk Polsek Bekasi Selatan
Selain menyampaikan pesan persatuan, Wali Kota Bekasi juga memberikan apresiasi kepada tim khusus Reskrim Polsek Bekasi Selatan. Mereka dinilai berhasil bertindak cepat dalam menangkap pelaku aksi vandalisme di wilayah Kota Bekasi.
Menurut Tri, langkah sigap aparat tersebut sangat penting untuk menjaga ketertiban umum. “Kita patut mengapresiasi tindakan cepat dari tim Reskrim Polsek Bekasi Selatan. Tindakan tegas ini akan memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” tambahnya.
BACA JUGA
Wali Kota Bekasi Kenang Tragedi Sasak Kapuk
Apresiasi tersebut menjadi sorotan karena kasus vandalisme beberapa waktu lalu dinilai meresahkan masyarakat. Dengan langkah cepat aparat, diharapkan situasi keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas.
Kegiatan upacara berlangsung khidmat, dengan barisan peserta dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara, pelajar, serta organisasi kemasyarakatan. Suasana penuh khidmat mewarnai jalannya peringatan detik-detik proklamasi.
Remisi bagi 35 Warga Binaan
Momentum HUT RI ke-80 juga diisi dengan pemberian Remisi Umum secara simbolis kepada warga binaan Lapas Kelas IIA Bekasi. Sebanyak 35 orang narapidana tercatat memperoleh pengurangan masa hukuman.
Remisi simbolis pertama diberikan kepada Kevin Reynard Bin Timan yang mendapatkan pengurangan masa tahanan selama dua bulan. Narapidana lainnya, Dian Irwansyah Als A’A Bin Arifin Abdul Rahman, memperoleh remisi selama tiga bulan.
“Remisi ini adalah bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa hukuman. Harapannya, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru untuk memperbaiki diri,” jelas Tri Adhianto.
Pemberian remisi dilakukan usai prosesi upacara bendera. Para warga binaan yang hadir mengikuti acara dengan penuh haru. Bagi sebagian besar dari mereka, remisi ini menjadi awal untuk memperbaiki kehidupan setelah bebas nantinya.
Pemberian remisi di HUT RI menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM. Tujuannya tidak hanya meringankan masa tahanan, tetapi juga mendorong narapidana untuk terus menunjukkan perilaku baik selama menjalani hukuman.
Tri Adhianto menambahkan bahwa pemerintah mendukung penuh program pembinaan warga binaan. Menurutnya, integrasi kembali narapidana ke masyarakat harus dilakukan dengan pendekatan pembinaan moral, keterampilan, dan kesempatan kerja.
Upacara di Alun-alun M. Hasibuan juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, serta Sekretaris TP PKK Kota Bekasi, Wuri Handayani Harris Bobihoe. Kehadiran mereka melengkapi barisan pejabat Forkopimda, jajaran eselon II dan III Pemerintah Kota Bekasi, para veteran, serta perwakilan masyarakat dari berbagai organisasi.
Dalam prosesi tersebut, penghormatan khusus juga diberikan kepada para veteran Kota Bekasi. Mereka menjadi saksi hidup perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dengan kehadiran mereka, nilai sejarah perjuangan bangsa kembali diingatkan kepada generasi sekarang.
Upacara berlangsung tertib hingga akhir acara. Seluruh peserta menunjukkan sikap hormat dalam menghayati makna peringatan kemerdekaan ke-80.





