EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Djoko Susanto vs Anthoni Salim: Siapa Lebih Kaya

Djoko Susanto vs Anthoni Salim: Siapa Lebih Kaya

Alfamart dimiliki oleh Djoko Susanto melalui PT Sigmantara Alfindo, sementara Indomaret berada di bawah kendali Salim Group yang dipimpin oleh Anthoni Salim. Kedua pengusaha ini memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia melalui jaringan minimarket yang mereka kelola.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
19 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, UMKM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Alfamart dan Indomaret, dua jaringan minimarket terbesar di Indonesia, ternyata dimiliki oleh dua pengusaha Indonesia yang berbeda. Meskipun keduanya mendominasi pasar ritel modern, masing-masing memiliki latar belakang dan struktur kepemilikan yang unik.


Alfamart: Djoko Susanto dan Sigmantara Alfindo

Alfamart didirikan oleh Djoko Susanto, seorang pengusaha asal Indonesia yang lahir pada 9 Februari 1950 dengan nama Tionghoa Kwok Kwie Fo. Ia memulai karier bisnisnya dari berdagang rokok di kios kecil dan kini menjadi salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Pada 2014, Forbes menempatkan Djoko Susanto pada urutan ke-10 dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Melalui PT Sigmantara Alfindo, Djoko Susanto mengendalikan lebih dari 53% saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan yang menaungi Alfamart. Sigmantara Alfindo berperan sebagai pemegang saham pengendali, memastikan visi dan strategi bisnis Alfamart tetap berada di bawah kendali Djoko Susanto.


Indomaret: Salim Group dan Anthoni Salim

Indomaret pertama kali hadir pada tahun 1988 dan kini menjadi bagian dari Salim Group, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Salim Group didirikan oleh Liem Sioe Liong, dan kini dikelola oleh putranya, Anthoni Salim. Anthoni Salim adalah CEO sekaligus pemilik utama Salim Group, yang menaungi beragam bisnis mulai dari industri makanan, perbankan, telekomunikasi, hingga ritel modern seperti Indomaret.

Dalam struktur kepemilikan Indomaret, PT Megah Eraraharja berperan sebagai pemegang saham pengendali. Anthoni Salim memiliki kepemilikan langsung di PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), perusahaan yang mengendalikan Indomaret, sebesar 25,30%. Sementara itu, Hannawell Group tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai 39,35%.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun


Perbandingan Kekayaan dan Pengaruh Bisnis

Kedua pengusaha ini memiliki kekayaan yang signifikan. Djoko Susanto, meskipun mengalami penurunan kekayaan dari US$ 4,5 miliar menjadi US$ 4,1 miliar pada 2023, tetap berada di jajaran orang terkaya Indonesia. Sementara itu, Anthoni Salim, melalui Salim Group, mengendalikan berbagai perusahaan besar seperti Indofood, Bogasari, dan Indomaret, yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Kedua jaringan minimarket ini memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang dan memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai daerah. Meskipun bersaing ketat, Alfamart dan Indomaret tetap menjadi simbol keberhasilan bisnis ritel Indonesia yang dimiliki dan dikelola oleh pengusaha lokal.


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: alfamartAnthoni SalimDjoko SusantoIndomaretSalim GroupSigmantara Alfindo
Post Sebelumnya

Pakar Soroti Desentralisasi dan Otonomi Daerah Indonesia

Post Selanjutnya

Archipelago Pimpin Ekspansi Hotel Asal Indonesia Bersaing di Luar Negeri

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Archipelago Pimpin Ekspansi Hotel Asal Indonesia Bersaing di Luar Negeri

Archipelago Pimpin Ekspansi Hotel Asal Indonesia Bersaing di Luar Negeri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.