EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Panen Melimpah, Harga Beras Global Jatuh Indonesia Stop Impor

Panen Melimpah, Harga Beras Global Jatuh Indonesia Stop Impor

Harga beras dunia anjlok ke titik terendah sejak 2017 akibat panen besar dan longgarnya ekspor India. Indonesia tidak mengimpor beras sepanjang 2025, memperlemah permintaan dan menekan harga global.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
19 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Harga beras dunia jatuh ke titik terendah dalam delapan tahun terakhir. Lonjakan panen dan pencabutan larangan ekspor India membuat pasokan melimpah di pasar global. Indonesia turut menjadi faktor penentu karena tahun ini tidak melakukan impor beras, sehingga permintaan melemah signifikan.

Harga ekspor beras putih 5 persen pecah asal Thailand—yang menjadi acuan internasional—turun ke 372,50 dolar AS per ton dalam beberapa hari terakhir. Angka itu 26 persen lebih rendah dibandingkan akhir 2024, sekaligus menjadi level terendah sejak 2017. Indeks Harga Beras Global FAO juga melaporkan penurunan 13 persen sepanjang 2025.

“Masalahnya sederhana, stok terlalu banyak,” ujar Direktur Centre for Sustainable Agriculture and Development Studies, Universitas Pertanian Negara Bagian Telangana, India, Samarendu Mohanty, dikutip dari Financial Times, Ahad (17/8/2025).

Beras dan Lonjakan Produksi Global

Mohanty menjelaskan, India mencatat panen beras tertinggi tahun lalu dan diperkirakan kembali memecahkan rekor pada 2025. Kondisi ini sangat berbeda dari awal 2024 ketika harga beras melonjak akibat kebijakan pembatasan ekspor India yang memicu kepanikan pasar dunia.

Menurut analis senior Rabobank, Oscar Tjakra, turunnya harga beras dipicu kebijakan India yang kembali membuka keran ekspor usai panen raya 2023/2024. Situasi itu diperkuat dengan panen besar dari Thailand dan Vietnam, sehingga produksi global mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Di sisi permintaan, pasar juga kian melemah. Indonesia yang biasanya menjadi pembeli utama sudah mengamankan stok sejak 2024 dan belum masuk pasar pada 2025. Filipina bahkan melarang impor hingga Oktober demi menjaga harga domestik saat panen raya berlangsung.

“Indonesia tidak membeli, Filipina juga tidak. Permintaan beras putih saat ini nyaris tidak ada,” kata Mohanty menegaskan.

Beras dan Dampak Harga Murah di Asia

India semakin kuat berkat modernisasi pertanian. Hampir seluruh sawah utama sudah memiliki sistem irigasi, petani menggunakan benih baru, memperluas lahan tanam, serta terlindungi harga minimum pemerintah (MSP) dan insentif bonus.

Namun, petani di banyak negara Asia lain justru terpukul. “Harga rendah akan menggerus pendapatan petani, terlebih di tengah biaya produksi tinggi dan inflasi,” ujar Tjakra.

Di sisi lain, konsumen mendapat keuntungan. Negara pengimpor diprediksi merasakan dampak positif berupa inflasi yang lebih terkendali serta daya beli rumah tangga yang lebih kuat.

Mohanty memperkirakan harga beras masih bisa turun lagi sekitar 10 persen. Ia mencatat stok beras di gudang pemerintah India pada Mei 2025 mencapai 60 juta ton, sekitar 15 juta ton di atas rata-rata tahunan. Sebagian stok sudah disalurkan ke pasar domestik serta produksi etanol dengan harga lebih murah demi memberi ruang bagi panen baru.

“Kita sedang memasuki periode harga komoditas rendah,” tegas Mohanty.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Berasberas duniaekspor Indiaharga beraspanen rayapasar global
Post Sebelumnya

Infrastruktur Energi Houthi Jadi Target Israel

Post Selanjutnya

Harga Minyak Dunia Terancam Tembus US$ 60

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Harga Minyak Dunia Terancam Tembus US$ 60

Harga Minyak Dunia Terancam Tembus US$ 60

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.