EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Retakan Afrika Timur 15 Km Mengkhawatirkan Terancam Pecah Bisa Belah Dunia

Retakan Afrika Timur 15 Km Mengkhawatirkan Terancam Pecah Bisa Belah Dunia

Retakan besar di Kenya menjadi bukti aktifnya tektonik Afrika. Proses ini bisa memisahkan Benua Afrika dalam jutaan tahun.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

NAIROBI, EKOIN.CO – Retakan besar di Kenya sepanjang 15 kilometer memunculkan kekhawatiran akan terbelahnya Benua Afrika. Fenomena alam ini menunjukkan aktivitas tektonik yang masih aktif dan berpotensi mengubah peta dunia dalam jutaan tahun mendatang. Ikuti kabar terbaru di WA Channel EKOIN.

Retakan Besar dan Sistem Afrika Timur

Retakan besar tersebut pertama kali muncul pada 2018 di Kenya Barat Daya setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Jalan raya utama bahkan ikut terbelah akibat aktivitas bumi yang tidak bisa ditahan. Lokasi itu termasuk dalam Lembah Retakan Kenya, bagian dari sistem Retakan Afrika Timur yang dikenal paling aktif secara tektonik di dunia.

Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi di kawasan itu. Pada 2005, retakan sepanjang 53 kilometer terbuka di gurun Ethiopia. Kedua peristiwa ini menguatkan dugaan para ahli bahwa proses pemisahan benua sedang berlangsung.

Sistem Retakan Afrika Timur membentang sejauh 3.500 kilometer, mulai dari Teluk Aden hingga Zimbabwe. Sistem ini membelah lempeng Afrika menjadi dua, yaitu lempeng Somalia yang terus bergerak ke timur dan lempeng Nubia yang lebih besar.

Superplume Afrika dan Gaya Pemecah Benua

Proses retakan ini disebut berkaitan dengan African Superplume, yaitu gumpalan besar mantel panas di bawah Afrika. Dorongan panas dari superplume menyebabkan litosfer meregang, panas, dan akhirnya pecah membentuk lembah-lembah retakan.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Data geofisika menunjukkan bukti kuat adanya superplume tersebut. Hal itu juga menjelaskan mengapa topografi dataran tinggi Afrika begitu menonjol dibandingkan wilayah lain di dunia.

Proses retakan sebenarnya sudah berlangsung puluhan juta tahun. Sekitar 35 juta tahun lalu, retakan mulai terbentuk antara Arabia dan Afrika Timur. Kemudian sekitar 25 juta tahun lalu, pergeseran ini meluas hingga Kenya Utara.

Skenario Pecahnya Benua Afrika

Jika retakan terus melebar, para ahli melihat ada dua kemungkinan skenario. Pertama, lempeng Somalia akan sepenuhnya terpisah, membentuk lautan baru yang memisahkan Somalia, Eritrea, Djibouti, serta bagian timur Ethiopia, Kenya, Tanzania, dan Mozambik.

Skenario kedua, pemisahan hanya mencakup wilayah Tanzania Timur dan Mozambik. Dalam kedua skenario, daratan Afrika akan kehilangan sebagian wilayahnya yang kini padat penduduk.

Proses ini berjalan sangat lambat, hanya sekitar 0,7 sentimeter per tahun. Namun dalam jutaan tahun, retakan akan melebar, kerak bumi menipis, dan air laut masuk ke zona pecah membentuk samudra baru.

Beberapa ahli skeptis proses ini akan menyelesaikan pemisahan. Mereka menilai kekuatan tektonik Afrika terlalu lemah untuk memisahkan lempeng Somalia dan Nubia sepenuhnya. Meski begitu, data terbaru menunjukkan aktivitas retakan masih aktif hingga kini.

Dampak Jangka Panjang Retakan Afrika

Jika skenario pemisahan benar terjadi, dampaknya bukan hanya pada geografi, tetapi juga pada iklim, ekosistem, serta kehidupan manusia. Samudra baru bisa terbentuk, jalur laut berubah, dan negara-negara yang kini terhubung daratan akan menjadi kepulauan.

Bagi masyarakat lokal di Kenya dan Ethiopia, retakan sudah memberikan dampak nyata. Infrastruktur seperti jalan raya, permukiman, hingga lahan pertanian berisiko rusak sewaktu-waktu ketika tanah bergeser.

Fenomena ini juga mengingatkan bahwa bumi adalah planet yang dinamis. Tanah yang kita pijak terus bergerak, bergeser, dan bisa mengubah peta dunia di masa depan.

Retakan besar di Kenya menjadi bukti nyata bahwa bumi masih aktif secara geologis. Proses retakan ini berpotensi membelah Benua Afrika, meski membutuhkan waktu jutaan tahun.

Perubahan besar ini tidak bisa dilihat dalam kehidupan satu generasi manusia. Namun, tanda-tanda awal sudah muncul dan mengganggu kehidupan masyarakat lokal.

Skenario terbentuknya lautan baru di Afrika Timur akan mengubah geopolitik, jalur perdagangan, serta ekosistem kawasan.

Para ahli menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami seberapa cepat retakan ini akan berkembang. Data ilmiah menjadi kunci memprediksi dampak jangka panjang.

Pada akhirnya, retakan Afrika menunjukkan bahwa bumi adalah planet yang terus berubah. Manusia perlu siap menghadapi konsekuensi dari dinamika alam tersebut. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: benua afrikakenyalautan baruretakan afrikasuperplume afrikatektonik
Post Sebelumnya

Penarikan Udang Beku RI di AS, Otoritas Minta Konsumen Segera Buang

Post Selanjutnya

Daftar Minuman dengan Kandungan Magnesium Tinggi untuk Tubuh Sehat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Daftar Minuman dengan Kandungan Magnesium Tinggi untuk Tubuh Sehat

Daftar Minuman dengan Kandungan Magnesium Tinggi untuk Tubuh Sehat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.