EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Buku Konsep Uang Hadirkan Edukasi Keuangan Baru

Sumber dok unpad.ac.id

Hibah CTD Tingkatkan Kapasitas Riset Kelautan Unpad

“Karakter laut itu dinamis, penuh rahasia, dan menuntut teknologi pemantauan yang state-of-the-art.” “Data yang bagus akan menghasilkan analisis yang bagus pula.”

Agus DJ oleh Agus DJ
21 Agustus 2025
Kategori EDUKASI, Ekonomi dan Bisnis, RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung EKOIN.CO – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) menerima hibah instrumen oseanografi CTD Unpad (Conductivity, Temperature, and Depth) berteknologi tinggi melalui program Hibah In-Kind IMF 2025. Serah terima berlangsung di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Instrumen CTD merupakan alat canggih yang berfungsi mengukur kadar garam, suhu, dan kedalaman laut dengan presisi tinggi. Perangkat ini akan mendukung penelitian kelautan di Indonesia, khususnya dalam memahami fenomena arus, lapisan massa air, hingga dinamika iklim laut.

Baca juga : Buku Konsep Uang Hadirkan Edukasi Keuangan Baru

Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi FPIK Unpad, Mega L. Syamsuddin, Ph.D., kepada Principal Investigator Hibah IMF Riset Penugasan FPIK Unpad 2025, Buntora Pasaribu, Ph.D. Acara ini menandai langkah baru penguatan kapasitas riset kelautan Unpad.

Buntora menegaskan pentingnya instrumen ini dalam riset oseanografi modern. “Karakter laut itu dinamis, penuh rahasia, dan menuntut teknologi pemantauan yang state-of-the-art. Dengan CTD ini, peneliti Unpad bisa memantau laut dalam secara real-time dan presisi,” ujarnya.

Berita Menarik Pilihan

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Mega menambahkan, kerja sama dengan Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences (IOCAS), China, telah terjalin sejak 2024. “Implementasi dalam IMF ini akan berdampak pada kebijakan yang terukur karena data yang dihasilkan sangat presisi. Kerja sama ini juga akan memperkuat publikasi internasional bersama mitra global,” jelasnya.

Kolaborasi Strategis dengan IOCAS

Kolaborasi riset ini menjadi bukti komitmen FPIK Unpad untuk memperluas jejaring penelitian internasional. Noir P. Purba, Ph.D., selaku Co-PI sekaligus penghubung dengan IOCAS, menekankan bahwa laut Indonesia merupakan “living laboratory” yang menuntut sinergi berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

Dukungan instrumen CTD Unpad akan memperkuat riset oseanografi, termasuk eksplorasi perairan Pangandaran. Penelitian ini melibatkan tim pakar lintas bidang dari FPIK, PSDKU Pangandaran, BRIN, dan IOCAS. Para pakar tersebut antara lain Buntora Pasaribu, Noir P. Purba, Yuniarti, M.S., Syawaludin Harahap, Lantun P. Dewanti, dan Nika Alina.

Dengan adanya perangkat ini, data kelautan yang dikumpulkan akan lebih akurat, sehingga dapat digunakan untuk analisis mendalam terkait perubahan iklim laut dan konservasi sumber daya pesisir. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam menjaga ekosistem laut yang luas.

“Data yang bagus akan menghasilkan analisis yang bagus pula, sehingga FPIK Unpad kini memiliki instrumen kelautan canggih dan siap melangkah lebih jauh dalam meningkatkan kapasitas riset kelautan,” ungkap Buntora.

Selain meningkatkan kualitas riset, hibah ini diharapkan memperkuat kontribusi Indonesia dalam forum internasional terkait kelautan. Dengan data yang lebih presisi, posisi Unpad sebagai pusat riset kelautan unggulan akan semakin diakui.

Peran Teknologi dalam Kajian Iklim Laut

CTD Unpad hadir sebagai teknologi penting untuk mendukung kajian iklim laut, termasuk fenomena global seperti El Niño dan upwelling. Dengan kemampuan merekam data dari permukaan hingga laut dalam, instrumen ini memungkinkan pemantauan berlapis yang jarang dimiliki sebelumnya.

Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk memprediksi pola arus, mempelajari massa air, serta memberikan pemahaman baru mengenai dinamika laut Indonesia. Hasil riset ini juga relevan untuk mendukung pengelolaan perikanan dan kebijakan kelautan berbasis sains.

Dalam konteks global, keberadaan CTD Unpad dapat membantu memperluas publikasi akademik internasional. Kolaborasi dengan mitra luar negeri seperti IOCAS memperlihatkan bahwa penelitian kelautan Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di mata komunitas ilmiah.

Pentingnya alat ini juga terlihat dalam upaya adaptasi perubahan iklim. Laut berperan besar dalam menyerap panas bumi, sehingga data akurat mengenai kondisi perairan sangat dibutuhkan untuk mitigasi bencana dan pengelolaan ekosistem.

Lebih lanjut, dukungan dari berbagai pihak seperti BRIN menunjukkan adanya integrasi riset nasional yang berorientasi pada hasil nyata. Kombinasi instrumen canggih dan kolaborasi pakar diharapkan membawa penelitian Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Keseriusan Unpad dalam memperkuat kapasitas riset kelautan juga diiringi dengan komitmen untuk membuka jalan riset lanjutan. Melalui hibah ini, universitas bertekad berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di bidang kelautan.

Ke depan, penelitian dengan CTD Unpad akan fokus pada ekologi pesisir, biodiversitas laut, serta dinamika sedimen. Kajian tersebut menjadi fondasi bagi pengelolaan laut Indonesia yang lebih terukur dan berkesinambungan.

Dengan langkah ini, FPIK Unpad tidak hanya menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi riset kelautan. Hibah ini menjadi bukti nyata dukungan internasional terhadap potensi ilmiah Indonesia.

Melalui data yang dihasilkan, diharapkan kebijakan kelautan di Indonesia semakin berbasis bukti ilmiah. Hal tersebut akan memperkuat daya saing riset nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia di kancah global.

Hibah instrumen CTD Unpad dari IOCAS melalui IMF 2025 merupakan langkah strategis bagi riset kelautan Indonesia. Keberadaan alat ini akan meningkatkan presisi penelitian laut dan memperkuat posisi Unpad di bidang oseanografi.

Kolaborasi internasional yang terjalin memperlihatkan komitmen kuat dalam membangun riset lintas negara. Dengan jejaring yang luas, Unpad semakin siap mendukung kebijakan kelautan berbasis data ilmiah.

Keberhasilan hibah ini juga menjadi bukti pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan mitra global. Dukungan BRIN dan PSDKU Pangandaran memperlihatkan bahwa riset kelautan Indonesia telah berjalan dalam jalur kolaboratif.

Pemanfaatan CTD Unpad tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber daya laut. Informasi yang akurat akan membantu menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan penguatan kapasitas riset ini, Unpad diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan dalam kajian kelautan Asia Tenggara. Instrumen CTD menjadi tonggak penting menuju penelitian kelautan yang berdaya saing global.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: CTD UnpadIMF 2025IOCAS Chinaoseanografiriset kelautanUniversitas Padjadjaran
Post Sebelumnya

Buku Konsep Uang Hadirkan Edukasi Keuangan Baru

Post Selanjutnya

Sukun Indonesia Resmi Diakui Pangan Dunia

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

oleh Danang F Pradhipta
7 Februari 2026
0

​Solo, Ekoin.co – Persis Solo tengah menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Di tengah...

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Post Selanjutnya
Sukun Indonesia Resmi Diakui Pangan Dunia

Sukun Indonesia Resmi Diakui Pangan Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.