EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Ekonom: Gen Z Paling Rentan Kena PHK, Ini Pemicunya

Ekonom: Gen Z Paling Rentan Kena PHK, Ini Pemicunya

Menurut ekonom senior Goldman Sachs, Gen Z yang bekerja di bidang teknologi adalah kelompok paling rentan terkena PHK akibat adopsi AI, yang telah mengambil alih tugas-tugas rutin dan pekerjaan tingkat pemula.

Ray oleh Ray
21 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Penggunaan masif kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri berimbas pada berkurangnya jumlah tenaga kerja. Menurut Joseph Briggs, seorang ekonom senior dari Goldman Sachs, para pekerja dari Generasi Z yang berkecimpung di bidang teknologi menjadi kelompok yang paling rentan untuk digantikan oleh teknologi tersebut.

Dilansir dari Times of India, peringatan tersebut muncul seiring dengan peningkatan data pengangguran dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran sepanjang tahun 2025. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian serius bagi para programmer dan insinyur generasi mendatang.

Meskipun penerapan AI masih dalam tahap awal, dampaknya sudah terasa. Perusahaan-perusahaan menggunakan AI generatif untuk menjalankan tugas-tugas rutin, mengurangi biaya operasional, dan merestrukturisasi departemen. Saat sebuah perusahaan merasa perlu untuk mengurangi jumlah pekerja, karyawan baru yang merupakan lulusan fresh graduate sering kali menjadi target utama. Bagi Gen Z, revolusi AI terlihat lebih seperti ancaman ketimbang sebuah peluang.

Data dari Goldman Sachs menunjukkan, tingkat pengangguran di kalangan pekerja teknologi berusia 20 hingga 30 tahun telah meningkat sekitar tiga poin persentase sejak awal tahun 2025. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja yang lebih tua atau profesional muda dari sektor lain. Lebih lanjut, industri teknologi sendiri telah mengalami lebih dari 50.000 PHK sepanjang tahun ini, di mana Microsoft, Meta, dan Google menjadi perusahaan yang paling banyak melakukan pengurangan tenaga kerja.

Banyaknya PHK tersebut erat kaitannya dengan AI yang mengambil alih tugas-tugas repetitif atau pekerjaan tingkat pemula yang biasanya diberikan kepada para karyawan junior. Akibatnya, lowongan pekerjaan untuk posisi serupa juga mengalami penurunan tajam, dengan lowongan di AS tercatat turun 35% sejak tahun 2023. Kesenjangan yang melebar antara sistem pendidikan dan permintaan perusahaan semakin menyulitkan Gen Z untuk membangun karier yang stabil.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Kondisi ini membuat hampir separuh pencari kerja dari Generasi Z meyakini bahwa AI telah mengurangi nilai dari gelar sarjana yang mereka miliki. Akhirnya, banyak profesional muda yang kini beralih ke pelatihan intensif, sertifikasi, serta memulai usaha kewirausahaan untuk mempertahankan relevansi dan bertahan di dunia kerja.

Tags: AIGen ZGoldman Sachsindustri teknologikecerdasan buatankewirausahaanlowongan pekerjaanlulusanpasar kerjapengangguranPHKrevolusi AIsertifikasi
Post Sebelumnya

BPI Danantara Bantah Akuisisi BCA, Respons Soal Isu BLBI Kembali Mencuat

Post Selanjutnya

Habiskan Anggaran Triliunan, Begini Penampakan Seragam Sekolah Rakyat

Ray

Ray

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Habiskan Anggaran Triliunan, Begini Penampakan Seragam Sekolah Rakyat

Habiskan Anggaran Triliunan, Begini Penampakan Seragam Sekolah Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.