EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
BCA Bantah Tuduhan Rugikan Negara di Era Megawati

BCA Bantah Tuduhan Rugikan Negara di Era Megawati

BBCA menegaskan nilai pasar akuisisi 51% saham ditentukan mekanisme bursa, bukan Rp117 triliun. Perusahaan juga membantah isu utang Rp60 triliun kepada negara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
21 Agustus 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan merugikan negara dalam proses akuisisi 51% saham oleh konsorsium di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Polemik lama ini kembali mencuat setelah adanya pernyataan dari Ketua Lembaga Pengkajian Ekonomi Keuangan Negara (LPEKN), H.M. Sasmito Hadinagoro, yang menyebut adanya kejanggalan besar dalam transaksi tersebut. Gabung WA Channel EKOIN di sini

Sasmito menilai harga akuisisi hanya sekitar Rp5 triliun tidak sebanding dengan klaim aset BCA yang mencapai lebih dari Rp200 triliun saat itu. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut berpotensi merugikan negara karena nilai transaksi dinilai terlalu rendah.

“Nilai BCA itu lebih dari Rp200 triliun, tapi dijual hanya Rp5 triliun. Itu sama saja gratis,” ujar Sasmito. Ia menambahkan, pada Desember 2002, nilai saham BCA tercatat sekitar Rp117 triliun, sementara bank memiliki kewajiban utang ke negara Rp60 triliun yang diangsur setiap tahun.

Klarifikasi BCA soal Valuasi Saham

Menanggapi tudingan tersebut, Sekretaris Perusahaan BBCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menegaskan informasi yang beredar tidak benar. Ia menyatakan bahwa angka Rp117 triliun yang sering disebut publik bukanlah nilai pasar BCA, melainkan total aset perusahaan.

“Informasi yang menyebutkan bahwa pembelian 51% saham BCA dengan nilai hanya sekitar Rp5 triliun diduga melanggar hukum karena nilai pasar BCA saat itu dinilai sekitar Rp117 triliun, merupakan informasi yang tidak benar,” ujar Ketut dalam keterbukaan informasi, Rabu (20/8).

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Ketut menjelaskan, nilai pasar sesungguhnya ditentukan oleh harga saham di Bursa Efek Indonesia dikalikan jumlah saham beredar. Pada periode strategic private placement, nilai pasar BCA berdasarkan harga saham rata-rata tercatat sekitar Rp10 triliun. Angka inilah yang dijadikan acuan dalam transaksi akuisisi.

Dengan demikian, menurut Ketut, akuisisi 51% saham BCA oleh konsorsium FarIndo yang menang tender merupakan cerminan kondisi pasar saat itu. Transaksi tersebut juga dilakukan secara terbuka oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) atas nama Pemerintah RI.

Penjelasan Utang Rp60 Triliun

Selain itu, Ketut juga meluruskan tuduhan mengenai utang Rp60 triliun BCA kepada negara. Ia menegaskan, informasi tersebut tidak sesuai fakta.

“Terkait informasi BCA yang memiliki utang kepada negara Rp60 triliun yang diangsur Rp7 triliun setiap tahunnya adalah tidak benar. Di dalam neraca, BCA tercatat memiliki aset obligasi pemerintah senilai Rp60 triliun, dan seluruhnya telah selesai pada tahun 2009 sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Menurutnya, obligasi tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi perbankan nasional pasca-krisis, dan tidak bisa dipahami sebagai utang yang membebani negara.

Pihak BBCA menekankan kembali bahwa seluruh proses akuisisi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku pada saat itu.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik sekaligus menjawab keraguan terkait keabsahan transaksi yang dilakukan lebih dari dua dekade lalu.

Polemik lama ini kembali menjadi perhatian publik setelah muncul narasi bahwa transaksi akuisisi saham BCA dilakukan dengan harga yang tidak wajar. Namun, manajemen BBCA memastikan bahwa semua perhitungan nilai pasar sudah sesuai mekanisme bursa.

Hingga kini, BBCA tetap menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia dengan kinerja keuangan yang solid. Pihak perusahaan berharap penjelasan ini bisa mengakhiri spekulasi mengenai proses akuisisi di masa lalu.

(*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: akuisisiBBCABCAMegawatiNegarasaham
Post Sebelumnya

Prabowo Minta Danantara Setor Rp815 Triliun

Post Selanjutnya

Elite Al-Qassam Tantang Israel di Gaza

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Elite Al-Qassam Tantang Israel di Gaza

Elite Al-Qassam Tantang Israel di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.