EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA NASIONAL
DPR-Pemerintah Sepakat Bentuk Kementerian Haji

DPR-Pemerintah Sepakat Bentuk Kementerian Haji

DPR dan pemerintah sepakat membentuk Kementerian Haji untuk mengelola penyelenggaraan haji dan umrah. Struktur kelembagaan kementerian baru masih menunggu pembahasan lebih lanjut di DPR.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 Agustus 2025
Kategori NASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Pemerintah dan DPR sepakat membentuk Kementerian Haji yang akan menangani urusan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Kesepakatan tersebut masuk dalam daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (RUU PIHU). Gabung WA Channel EKOIN di sini

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa nantinya Badan Penyelenggara (BP) Haji akan ditingkatkan statusnya menjadi kementerian. DPR menilai langkah ini sudah lama didorong karena kebutuhan lembaga khusus yang setara kementerian dalam mengurus penyelenggaraan ibadah haji.

Marwan menegaskan, salah satu tantangan utama adalah potensi tumpang tindih kewenangan dengan Kementerian Agama. Menurutnya, pengaturan pasal dalam RUU harus cermat agar tidak menimbulkan dualisme wewenang.

“Sepertinya sudah disepakati bunyi pasalnya, sehingga tidak mengakibatkan tumpang tindih,” ujar Marwan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Kementerian Haji dan Potensi Dualisme

Marwan menuturkan bahwa titik temu sudah ditemukan. Urusan agama secara umum tetap berada di bawah Menteri Agama, sedangkan urusan khusus penyelenggaraan haji dan umrah akan ditangani oleh Kementerian Haji.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

“Dan itu bisa di klaster, ini urusan agama bidang ini, Menteri Agama yang (urus), ini urusan agama khusus penyelenggaraan haji dan umrah. Dan ini sudah ketemu,” sambungnya.

Walaupun kesepakatan prinsip pembentukan kementerian sudah dicapai, pembahasan terkait struktur organisasi belum dilakukan. DPR menegaskan, detail kelembagaan akan masuk dalam pembahasan lanjutan RUU PIHU.

“Tadi belum ya, belum sampai ke strukturnya, karena belum dibahas bab kelembagaan,” jelas Marwan.

Meski demikian, DPR sudah menyiapkan rancangan struktur kementerian yang akan dibentuk. Rancangan ini mencakup pembagian kewenangan hingga tingkat kabupaten/kota.

Struktur Kementerian Haji yang Diusulkan

Dalam rancangan DPR, struktur Kementerian Haji akan bersifat hierarkis. Ada kantor wilayah (kanwil) di tingkat provinsi, serta perwakilan di tingkat kabupaten.

“Kelembagaannya itu sampai di kabupaten saja strukturnya. Jadi ada kanwil di provinsi, ada di kabupaten,” terang Marwan.

Sementara di tingkat kecamatan, keberadaan perwakilan kementerian bersifat fungsional, bukan struktural. Dengan demikian, peran di kecamatan lebih diarahkan pada fungsi penyuluhan dan pendampingan.

“Sekalipun di kecamatan butuh, tapi sifatnya sudah fungsional. Jadi apakah itu penyuluh atau apa namanya nanti, tetap ada saja di kecamatan, tapi tidak ada strukturnya,” kata Marwan.

DPR menilai, pembentukan kementerian khusus ini akan meningkatkan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Selain itu, kehadiran kementerian baru diharapkan memberikan pelayanan yang lebih efektif bagi jemaah haji Indonesia yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Langkah ini juga dilihat sebagai upaya untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga, sehingga pelayanan dan regulasi terkait haji dan umrah dapat berjalan lebih optimal.

Namun, sejumlah pihak masih menunggu bagaimana pemerintah merinci struktur kelembagaan kementerian tersebut. Hal ini penting untuk menghindari beban birokrasi berlebihan dan memastikan efisiensi pelayanan publik.

Kesepakatan pembentukan kementerian baru ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons aspirasi masyarakat yang menilai pengelolaan haji membutuhkan kelembagaan setingkat kementerian.

Diharapkan, dengan terbentuknya Kementerian Haji, layanan haji dan umrah dapat lebih profesional, transparan, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan ibadah bagi masyarakat Indonesia.

Kesepakatan pembentukan Kementerian Haji menandai langkah besar dalam pengelolaan ibadah haji dan umrah. DPR dan pemerintah sepakat, meski detail struktur organisasi belum dibahas.

Keberadaan kementerian baru ini diproyeksikan mampu memperkuat koordinasi, sekaligus memberikan pelayanan lebih dekat ke masyarakat di tingkat kabupaten.

Kehadiran perwakilan fungsional di kecamatan juga dianggap cukup untuk menjaga layanan penyuluhan tetap berjalan.

Meski demikian, publik masih menantikan detail struktur organisasi yang akan diputuskan dalam pembahasan lanjutan RUU PIHU.

Jika dijalankan dengan baik, Kementerian Haji diharapkan membawa perubahan signifikan bagi tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: DPRhajiKementerian HajiPemerintahRUU PIHUumrah
Post Sebelumnya

Tarif Baru AS Dongkrak Ekonomi Indonesia

Post Selanjutnya

Anggaran Pendidikan 2026 Fokuskan Beasiswa dan Guru

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Anggaran Pendidikan 2026 Fokuskan Beasiswa dan Guru

Anggaran Pendidikan 2026 Fokuskan Beasiswa dan Guru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.