EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM OLAHRAGA
Donnarumma Dapat Penghormatan Terakhir di PSG

Donnarumma Dapat Penghormatan Terakhir di PSG

Donnarumma dipaksa maju menerima penghormatan terakhir dari suporter PSG. Solidaritas skuad PSG tunjukkan perlawanan halus pada keputusan klub.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 Agustus 2025
Kategori OLAHRAGA, RAGAM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

PARIS, EKOIN.CO – Momen perpisahan penuh haru terjadi ketika Gianluigi Donnarumma dipaksa maju oleh rekan setimnya untuk menerima penghormatan terakhir dari suporter PSG setelah laga kontra Angers. Kejadian ini berlangsung di tengah situasi sulit sang kiper yang baru saja didepak klub, meski sebelumnya menjadi sosok penting dalam keberhasilan PSG meraih gelar Liga Champions, Ligue 1, dan Coupe de France.
Gabung WA Channel EKOIN di sini

Donnarumma Didepak Klub Usai Jadi Pahlawan

Keputusan manajemen PSG untuk melepas Donnarumma mengejutkan banyak pihak. Klub tidak lagi bersedia menanggung gaji besar sang kiper, meskipun kontraknya masih berlaku hingga Juni 2026. Padahal, Donnarumma baru saja membawa Les Parisiens meraih kejayaan di musim sebelumnya.

Sang penjaga gawang bahkan sudah tidak dilibatkan dalam laga penting, termasuk Piala Super Eropa melawan Tottenham dan beberapa pertandingan awal Ligue 1. Kondisi ini memperlihatkan bahwa PSG sudah benar-benar menutup pintu bagi Donnarumma, sekalipun statusnya masih sah sebagai pemain.

Nasib ini menimbulkan ironi tersendiri. Dari pahlawan yang dielu-elukan publik Paris, Donnarumma kini harus meninggalkan klub dalam suasana penuh tanda tanya. Situasi tersebut mengundang simpati mendalam dari rekan setimnya.

Di lapangan, reaksi skuad PSG justru berbeda dengan kebijakan manajemen. Saat perayaan kemenangan atas Angers, mereka menunjukkan solidaritas yang menyentuh hati.

Berita Menarik Pilihan

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

Gestur Solidaritas Pemain PSG

Setelah pertandingan berakhir 1-0, para pemain PSG menggelar selebrasi di tengah lapangan. Di momen itu, mereka secara spontan membentuk lingkaran dan mendorong Donnarumma ke depan. Ribuan suporter pun memberikan tepuk tangan meriah untuknya.

Pelatih Luis Enrique dan para direktur klub terlihat menjauh dari lingkaran pemain, seakan mempertegas bahwa penghormatan tersebut lahir murni dari inisiatif skuad. Gestur ini membuat suasana stadion memanas oleh emosi, berbeda dari perayaan trofi pada umumnya.

Donnarumma tampak terkejut sekaligus terharu. Ia berusaha menahan tangis, namun air mata tetap mengalir saat melihat respons luar biasa dari para pendukung setia PSG.

Momen semakin emosional ketika kapten tim, Marquinhos, maju memeluk erat Donnarumma. Bek asal Brasil itu menjadi penggerak utama yang memandu suporter untuk meneriakkan yel-yel dukungan.

Marquinhos bahkan memastikan Donnarumma mengelilingi stadion, memberi kesempatan terakhir baginya menyapa publik Paris yang selama ini mendukung. Pemandangan ini menjadi simbol bahwa meski klub melepasnya, hati para pemain dan fans tetap berpihak pada Donnarumma.

Solidaritas ini juga menjadi sinyal adanya ketegangan antara manajemen PSG dan para pemain. Meski tidak diucapkan langsung, tindakan mereka seolah menolak keputusan klub terhadap salah satu pilar kemenangan mereka.

Bagi Donnarumma, malam itu menjadi momen perpisahan yang tak akan terlupakan. Dari kursi cadangan hingga pelukan hangat rekan setim, semuanya menjadi kenangan manis di tengah pahitnya perpisahan.

Kiper asal Italia itu belum memutuskan langkah berikutnya dalam kariernya. Namun, perpisahan penuh emosi di Parc des Princes jelas memperlihatkan betapa ia dicintai oleh rekan setim dan ribuan penggemar PSG.

Kini, masa depan Donnarumma menjadi sorotan. Apakah ia akan segera bergabung dengan klub baru atau memilih menunggu kesempatan tepat? Yang pasti, kata pamungkas dalam perjalanannya di Paris adalah: penghormatan.

Perpisahan Gianluigi Donnarumma dengan PSG menyisakan cerita emosional yang kuat. Meski klub memilih melepasnya karena alasan finansial, dukungan skuad dan suporter menunjukkan bahwa perannya tidak akan mudah dilupakan.

Gestur yang ditunjukkan para pemain juga membuka mata publik bahwa ada jurang antara keputusan manajemen dan hati tim. Solidaritas itu memberikan pesan bahwa persahabatan lebih besar dari sekadar kontrak.

Momen di Parc des Princes memperlihatkan bahwa Donnarumma tetaplah pahlawan bagi Paris. Meski masa depannya belum pasti, ia meninggalkan jejak yang dalam di hati fans.

Cerita ini juga menjadi refleksi tentang kerasnya dunia sepak bola. Seorang pemain bisa dielu-elukan satu musim, namun tersingkir di musim berikutnya karena faktor non-teknis.

Bagi Donnarumma, meski kepergian ini pahit, ia bisa melangkah dengan kepala tegak. Ia mendapat perpisahan penuh penghormatan yang akan selalu dikenang. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: DonnarummaLiga ChampionsMarquinhosParc des PrincespenghormatanPSG
Post Sebelumnya

Kemenangan Perdana Liga Inggris Chelsea Bantai West Ham 5-1

Post Selanjutnya

Fakta Mengejutkan Naturalisasi Miliano Jonathans Gagal Tampil di Timnas Indonesia

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memberikan instruksi di pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Jepang di Indonesia Arena. Meski sukses membawa Indonesia ke final Piala Asia untuk pertama kalinya, Souto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah keringat para pemainnya secara keseluruhan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia 2026 Hector Souto Tolak Sebutan Pencetak Sejarah

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Pada edisi sebelumnya di Kuwait 2022, langkah Merah...

Penyerang Persik, Adrian Luna menjadi tumpuan saat menjalani tiga laga kandang. (iG Persik)

Ambisi Papan Atas Persik Kediri: Marcos Reina Torres Bidik ‘Sapu Bersih’ Laga Kandang Februari

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Persik dijadwalkan menjalani tiga laga kandang beruntun di Stadion Brawijaya, masing-masing menghadapi Dewa United (7 Februari), PSIM Yogyakarta (13 Februari),...

Anthony Ginting menjadi penentu kemenangan tim beregu Indonesia saat mengalahkan Malaysia dalam kejuaraan beregu di Tiongkok (IG PBSI)

Pupus Sudah Harapan Malaysia, Ginting Pastikan Tetangga Tak Berkutik di Partai Penentu

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Pada gim kedua, Kong tampil lebih agresif dan memimpin sejak awal. Ginting tertinggal di interval dan harus mengakui keunggulan lawannya...

Seorang petugas sedang menyiapkan teleskop untuk pemantauan hilal.

BRIN Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda, Thomas Djamaluddin: Jatuh 19 Februari 2026

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Thomas menilai perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam praktik penentuan kalender hijriah, mengingat setiap lembaga memiliki pendekatan ilmiah dan...

Post Selanjutnya
Fakta Mengejutkan Naturalisasi Miliano Jonathans Gagal Tampil di Timnas Indonesia

Fakta Mengejutkan Naturalisasi Miliano Jonathans Gagal Tampil di Timnas Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.