Jakarta,EKOIN.CO- Belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diproyeksikan naik 7,3 persen menjadi Rp 3.786,5 triliun. Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat tercatat Rp 3.136 triliun. Salah satu sorotan utama adalah besarnya alokasi anggaran untuk sejumlah lembaga negara, terutama Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditetapkan menjadi pemegang dana terbesar tahun depan.
Gabung WA Channel EKOIN
Anggaran Jumbo untuk Program MBG
Dalam Buku Nota Keuangan dan RAPBN 2026, tercatat BGN memperoleh alokasi Rp 268 triliun. Dana tersebut sebagian besar atau Rp 255,58 triliun diarahkan untuk program pemenuhan gizi nasional, sedangkan Rp 12,4 triliun digunakan untuk dukungan manajemen.
BGN adalah institusi yang ditunjuk pemerintah sebagai pelaksana utama program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Jika dihitung secara keseluruhan, alokasi MBG tahun depan mencapai Rp 335 triliun, melonjak tajam dibandingkan tahun ini yang hanya Rp 71 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, alokasi Rp 335 triliun itu tidak sepenuhnya langsung masuk ke BGN. Pemerintah menyisihkan Rp 67 triliun sebagai cadangan, demi memastikan efektivitas dan kehati-hatian dalam pelaksanaan program.
“Alokasi anggaran MBG tahun 2026 mencapai Rp 335 triliun. Dialokasikan ke BGN sebesar Rp 268 triliun dan dalam bentuk cadangan sebesar Rp 67 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR pada Kamis (21/8/2025).
Sepuluh Lembaga dengan Dana Terbesar
Besarnya anggaran BGN bertujuan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Angka tersebut meliputi 71,9 juta siswa dan santri, 2,9 juta ibu hamil dan menyusui, serta 8,1 juta balita. Jumlah ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi nasional.
Selain BGN, sejumlah lembaga lain juga memperoleh alokasi besar. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berada di posisi kedua dengan Rp 185 triliun, disusul Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebesar Rp 145,65 triliun.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapatkan anggaran Rp 118,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur, sedangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperoleh Rp 114 triliun guna memperkuat layanan kesehatan.
Kementerian Agama tercatat mengantongi Rp 88,77 triliun, Kementerian Sosial Rp 84,44 triliun, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Rp 61 triliun. Dua kementerian pendidikan lain, yaitu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerima Rp 55 triliun, serta Kementerian Keuangan dengan Rp 52,01 triliun.
Pemerintah menekankan bahwa alokasi anggaran tersebut difokuskan untuk menopang program strategis nasional, mulai dari pertahanan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial.
Lonjakan anggaran juga menggambarkan arah kebijakan fiskal pemerintah yang berorientasi pada pembangunan manusia sekaligus penguatan sektor keamanan. Hal ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai pemegang dana terbesar, BGN memikul tanggung jawab vital dalam memastikan program MBG berjalan tepat sasaran. Pemerintah pun menaruh harapan besar agar program ini mampu memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama generasi muda.
Alokasi anggaran dalam RAPBN 2026 menempatkan Badan Gizi Nasional sebagai pemegang porsi terbesar. Hal ini menunjukkan fokus pemerintah pada pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis.
Kementerian Pertahanan dan Kepolisian tetap menjadi dua institusi dengan dana besar, memperlihatkan konsistensi pemerintah dalam menjaga keamanan nasional.
Sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial juga tidak luput dari sorotan dengan alokasi triliunan rupiah untuk mendukung layanan masyarakat.
Kebijakan fiskal yang diarahkan pada pembangunan manusia dan ketahanan gizi diharapkan memberi efek jangka panjang terhadap daya saing bangsa.
Pengawasan dan evaluasi menjadi kunci agar anggaran jumbo ini dapat benar-benar berdampak pada masyarakat luas, sesuai harapan yang telah dicanangkan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





