EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS KEUANGAN
Karier Cemerlang Alexander Askandar Jabat Wakil Dirut Bank BNI, Bagaimana Isu Rumah Tangganya?

Karier Cemerlang Alexander Askandar Jabat Wakil Dirut Bank BNI, Bagaimana Isu Rumah Tangganya?

Penunjukan Alexandra bersamaan dengan keputusan RUPST yang juga menetapkan Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama BNI

Yudi Permana oleh Yudi Permana
27 Agustus 2025
Kategori KEUANGAN, PROFIL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) menetapkan Alexandra Askandar sebagai Wakil Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (26/03). Keputusan ini menandai langkah baru perusahaan perbankan pelat merah dalam memperkuat jajaran manajemen.

Penunjukan Alexandra bersamaan dengan keputusan RUPST yang juga menetapkan Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama BNI. Dengan formasi baru ini, manajemen diharapkan mampu menjawab tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif.

Langkah Baru di Perbankan Nasional

Alexandra bukanlah sosok asing di dunia perbankan. Kariernya terbilang cemerlang dengan berbagai pengalaman di sektor keuangan. Kehadirannya sebagai Wakil Direktur Utama dipandang dapat memperkuat posisi BNI sebagai bank BUMN yang terus bertransformasi digital.

RUPST menjadi momen penting karena jajaran direksi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kinerja perbankan BNI di tengah tekanan ekonomi global. Kehadiran Alexandra diprediksi akan membawa nuansa baru, terutama dalam inovasi dan pengembangan layanan berbasis teknologi.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

Alexandra memiliki karier panjang di Bank Mandiri. Kariernya di Bank Mandiri dimulai sebagai Senior Manager Corporate Banking pada tahun 2000.

Setelah menjalani karier selama 18 tahun, ia mendapat kepercayaan mengisi berbagai posisi strategis hingga akhirnya menduduki kursi nomor dua tertinggi di Bank Mandiri pada 2020.

Di Bank Mandiri, Alexandra dikenal atas dedikasinya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Di bawah kepemimpinannya, Bank Mandiri menetapkan target ambisius untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2030 dan pembiayaan pada 2060 atau lebih cepat.

Namun, di tengah pencapaian profesionalnya, sorotan publik justru ikut tertuju pada kehidupan pribadinya. Alexandra disebut-sebut tengah menghadapi tekanan terkait isu rumah tangga yang ramai diperbincangkan.

Karir cemerlang Alexandra di dunia perbankan harus tercoreng akibat kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya bersama seorang pejabat di Kementerian Hukum dan HAM.

Skandal perselingkuhan itu berujung pada perceraian dengan suaminya, Wiyoso Soehartono, setelah 24 tahun membangun rumah tangga.

Sidang perceraian keduanya digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor perkara 1009/Pdt.G/2024/PA.JS. Meski awalnya sidang berlangsung terbuka untuk umum, putusan akhir tidak dipublikasikan secara jelas kepada media maupun masyarakat.

Perkara ini menarik perhatian publik karena Alexandra dikenal sebagai sosok perempuan sukses di industri perbankan. Sejak awal karirnya, ia kerap dipuji atas dedikasi dan prestasi yang membawa namanya masuk dalam jajaran eksekutif puncak di perusahaan keuangan besar.

Namun, sorotan publik bergeser setelah kabar perselingkuhan mencuat. Kehidupan pribadinya yang semula terlihat harmonis bersama Wiyoso, kini harus berakhir dengan perceraian. Rumah tangga yang dibangun sejak 18 Juni 2000 itu resmi berakhir di 2024.

Perceraian Alexandra dan Dampak Perselingkuhan

Sumber internal menyebut, dugaan perselingkuhan dengan pejabat Kementerian Hukum dan HAM menjadi alasan kuat di balik retaknya hubungan rumah tangga tersebut. Meski tidak ada konfirmasi langsung dari Alexandra, isu ini berkembang luas di kalangan perbankan dan pemerintahan.

Wiyoso Soehartono memilih jalur hukum sebagai jalan akhir setelah upaya mediasi disebut tidak berhasil. Sidang perceraian yang berlangsung sejak awal tahun menandai berakhirnya ikatan pasangan yang sudah melewati suka duka selama lebih dari dua dekade.

Desakan Publik untuk Evaluasi Jabatan

Nama Alexandra semakin menjadi sorotan setelah sejumlah pihak mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengevaluasi posisinya. Desakan ini muncul dari pihak-pihak yang menilai integritas personal harus selaras dengan tanggung jawab besar di dunia perbankan.

Beberapa pihak menilai, BUMN harus menjadi contoh baik dalam kepemimpinan. “Kinerja di perbankan memang penting, tetapi integritas pribadi juga tidak bisa diabaikan,” demikian salah satu pandangan yang mencuat di ruang publik.

Kendati demikian, hingga kini Kementerian BUMN belum memberikan pernyataan resmi menanggapi desakan tersebut. Erick Thohir masih menempatkan fokus pada upaya menjaga stabilitas kinerja perusahaan pelat merah.

Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai pencapaian Alexandra di dunia perbankan tidak semestinya diabaikan begitu saja. Kapabilitasnya dianggap sudah teruji dengan pengalaman panjang yang dimilikinya.

Sementara itu, langkah strategis BNI ke depan menjadi sorotan utama, terutama dalam menghadapi persaingan industri keuangan yang semakin ketat. Fokus digitalisasi, pembiayaan hijau, serta peningkatan layanan UMKM diharapkan tetap berjalan sesuai rencana.

Meski publik terbelah dalam menanggapi isu ini, jabatan Alexandra sebagai Wakil Direktur Utama BNI masih sah secara hukum. Ia resmi tercatat sebagai bagian dari jajaran manajemen yang ditetapkan melalui mekanisme RUPST.

Ke depan, tantangan Alexandra bukan hanya soal menjaga kepercayaan publik, tetapi juga membuktikan kepemimpinannya dalam memperkuat BNI di ranah perbankan nasional maupun internasional.

Langkah perbaikan tata kelola, transparansi, dan penguatan SDM dipandang sebagai kunci agar BNI mampu menghadapi dinamika industri keuangan global. Alexandra diharapkan bisa menjawab tantangan itu dengan visi yang jelas.

Meski dihantam isu di luar urusan profesional, karier Alexandra di dunia perbankan akan tetap diuji oleh hasil kinerja BNI ke depan. Publik akan menilai dari prestasi yang nyata, bukan sekadar polemik personal semata.

Dengan segala sorotan yang ada, perjalanan Alexandra bersama manajemen baru BNI akan terus menarik untuk diikuti. ( * )

Tags: Alexandra AskandarIsu Rumah TangganyaWakil Dirut Bank BNI
Post Sebelumnya

Bareskrim Polri Bekukan Rekening dan Sita Dana Rp 154 Miliar Terkait Judi Online

Post Selanjutnya

Menteri PKP : Pemutakhiran Data Perumahan Dari BPS Sangat Diperlukan*

Yudi Permana

Yudi Permana

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Aksi jual berlanjut pada 8–9 Januari 2026, ketika KPII kembali melepas 1,6 miliar saham di kisaran harga Rp63 per saham, menghasilkan tambahan dana sekitar Rp100,80...

Post Selanjutnya
Menteri PKP : Pemutakhiran Data Perumahan Dari BPS Sangat Diperlukan*

Menteri PKP : Pemutakhiran Data Perumahan Dari BPS Sangat Diperlukan*

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.