Jakarta, Ekoin.co – Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi massa buruh pada Kamis (28/8/2025) dipusatkan di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Ia memastikan bahwa massa tidak melakukan aksi di Istana. Kata kunci fokus dalam peristiwa ini adalah demo buruh DPR.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Aksi Damai Buruh di Depan DPR
Dalam keterangannya, Said Iqbal menyebutkan bahwa unjuk rasa ini merupakan aksi damai dari berbagai serikat buruh. “Aksi hari ini aksi damai, tertib, tidak ada kekerasan. Kami akan menjaga aksi ini kondusif. Karena ini adalah aksi aspirasi menyampaikan di DPR RI. Tuntutannya ada enam isu,” kata Said Iqbal saat diwawancarai di lokasi.
Massa buruh yang hadir mengenakan seragam beragam warna sesuai dengan serikatnya. Mereka membawa bendera Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), hingga Partai Buruh.
Situasi di Jalan Gatot Subroto mulai ramai sejak pukul 10.00 WIB. Ribuan buruh dari Jabodetabek bergerak menuju gerbang utama DPR. Polisi menutup sebagian ruas jalan ke arah Slipi dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.
Menurut pantauan di lapangan, aparat kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Semanggi dan Pejompongan. Kendaraan yang menuju DPR dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda untuk menghindari kemacetan panjang.
Said Iqbal menegaskan kembali bahwa buruh datang dengan tujuan menyampaikan aspirasi. “Kami tidak ingin ada kekerasan, semua berjalan tertib. Ini murni penyampaian suara buruh kepada wakil rakyat,” ujarnya.
Aksi Serentak di Seluruh Indonesia
Selain di Jakarta, Said Iqbal menyebutkan bahwa aksi serupa dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Ia menyampaikan bahwa ribuan buruh bersama mahasiswa juga turun ke jalan di kota-kota besar.
“Di Bandung, Jawa Barat itu sekitar 4.000 buruh bersama kawan-kawan mahasiswa. Di Serang, Banten sekitar 3.000 buruh bersama mahasiswa. Di Surabaya ada 5.000 buruh bersama mahasiswa juga dan elemen lainnya,” jelasnya.
Kehadiran mahasiswa menambah dukungan dalam aksi ini. Menurut Said, kolaborasi antara buruh dan mahasiswa memperkuat penyampaian aspirasi yang dianggap mendesak untuk didengar DPR.
Dalam aksi tersebut, enam tuntutan utama disuarakan oleh massa. Pertama, penghapusan sistem outsourcing dan penolakan terhadap upah murah. Kedua, menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) serta membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi kasus PHK.
Tuntutan ketiga adalah reformasi pajak perburuhan, dengan permintaan menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp 7,5 juta per bulan, serta penghapusan pajak pesangon, Tunjangan Hari Raya (THR), Jaminan Hari Tua (JHT), dan diskriminasi pajak bagi perempuan menikah.
Keempat, buruh mendesak DPR untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Ketenagakerjaan tanpa omnibus law. Kelima, mereka meminta pengesahan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
Terakhir, massa menuntut revisi RUU Pemilu untuk melakukan perombakan sistem pemilu 2029. Enam tuntutan ini menjadi fokus utama dalam demonstrasi yang dipusatkan di depan DPR.
Di lokasi, massa mendengarkan orasi dari mobil komando yang disiapkan serikat pekerja. Para orator secara bergantian menyampaikan isu-isu yang menjadi tuntutan.
Keramaian massa tidak hanya terlihat di Jakarta. Aksi di berbagai daerah berlangsung dengan pola serupa, di mana buruh dan mahasiswa turun ke jalan dengan jumlah ribuan.
Meski jumlah massa besar, Said Iqbal tetap menekankan komitmen menjaga aksi damai. “Kami pastikan semua berjalan tertib. Ini adalah aksi konstitusional yang dilindungi undang-undang,” katanya.
Aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar Gedung DPR dengan ribuan personel. Kendaraan taktis seperti water canon juga ditempatkan untuk mengantisipasi kemungkinan situasi yang tidak terkendali. Namun hingga siang hari, kondisi masih aman.
Kendaraan dialihkan dari jalur utama Gatot Subroto ke beberapa ruas jalan alternatif. Meskipun lalu lintas sempat tersendat, pengaturan lalu lintas oleh polisi membuat jalur tetap dapat dilalui.
Hingga berita ini disusun, demo buruh DPR masih berlangsung. Ribuan buruh dan mahasiswa terus bertahan di depan Gedung DPR untuk menunggu tanggapan dari wakil rakyat atas tuntutan yang disampaikan.





