EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
50 Orang Terkaya Bisa Sumbang Triliunan CELIOS Desak Pajak Kekayaan

50 Orang Terkaya Bisa Sumbang Triliunan CELIOS Desak Pajak Kekayaan

CELIOS ungkap potensi pajak kekayaan Rp81,6 triliun dari 50 orang terkaya Indonesia. Hingga kini, pemerintah belum berani menerapkan pajak kekayaan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
29 Agustus 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Laporan terbaru Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (CELIOS) menyoroti peluang besar penerimaan negara dari pajak kekayaan. Dari 50 orang terkaya di Indonesia saja, potensi tambahan penerimaan mencapai Rp81,6 triliun per tahun. Meski angka ini signifikan, hingga kini pemerintah belum memberlakukan pajak kekayaan. Gabung WA Channel EKOIN di sini.

CELIOS merilis laporan bertajuk “Dengan Hormat, Pejabat Negara: Jangan Menarik Pajak Seperti Berburu di Kebun Binatang”. Dokumen itu menegaskan bahwa ketimpangan beban pajak masih sangat besar. Masyarakat kecil terus terbebani pajak konsumsi seperti PPN, sementara kelompok konglomerat relatif bebas dari kewajiban setara dengan harta yang mereka miliki.

Kondisi ini menciptakan paradoks perpajakan di Indonesia. Potensi sumber penerimaan jelas terlihat, tetapi keberanian politik untuk menggarap pajak kekayaan belum kunjung ada.

Pajak kekayaan bisa perkuat penerimaan negara

Krisis pajak semakin terasa pada kuartal I 2025. Rasio pajak Indonesia hanya 7,95 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), turun jauh dari tahun 2024 yang mencapai 10,8 persen. Penurunan ini menegaskan lemahnya basis pajak yang terlalu bertumpu pada konsumsi.

Pemerintah sebenarnya memasang target rasio pajak 23 persen di masa depan. Namun, tanpa kebijakan progresif seperti pajak kekayaan, target tersebut sulit dicapai. CELIOS menilai pajak konsumsi semata tidak cukup menopang kebutuhan fiskal negara yang semakin besar.

Berita Menarik Pilihan

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

Penerapan pajak kekayaan diyakini dapat memperkuat fondasi penerimaan negara. Jika digarap optimal, penerimaan Rp81,6 triliun dari 50 orang terkaya bisa menjadi tambahan signifikan bagi anggaran pembangunan dan pelayanan publik.

Resistensi politik hambat kebijakan pajak kekayaan

Hingga kini, pemerintah belum menunjukkan langkah konkret menuju penerapan pajak kekayaan. Banyak pihak menilai ada resistensi politik dan tekanan dari kelompok berkepentingan yang membuat kebijakan ini berlarut-larut.

Padahal, sejumlah negara sudah menerapkan model serupa dengan hasil positif. Di Eropa, pajak kekayaan digunakan untuk mengurangi ketimpangan dan memperkuat jaring pengaman sosial. Indonesia, dengan tingkat ketimpangan yang tinggi, dinilai sangat membutuhkan kebijakan serupa.

Keterlambatan ini membuat ruang fiskal Indonesia tetap sempit. Ketika penerimaan negara minim, pilihan pemerintah kembali jatuh pada pajak konsumsi yang membebani masyarakat menengah ke bawah.

CELIOS menekankan, keberanian politik menjadi kunci. Tanpa terobosan pajak kekayaan, jurang ketimpangan akan semakin lebar, sementara kebutuhan pembangunan terus meningkat.

Potensi pajak kekayaan di Indonesia sudah sangat jelas. CELIOS mencatat 50 orang terkaya bisa menyumbang hingga Rp81,6 triliun per tahun.

Namun, pemerintah belum mengambil langkah tegas untuk mengimplementasikannya. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang arah kebijakan fiskal negara.

Ketergantungan pada pajak konsumsi membuat penerimaan negara rentan dan tidak berkelanjutan. Hal ini terbukti dari penurunan rasio pajak di awal 2025.

Tanpa keberanian politik, pajak kekayaan hanya akan menjadi wacana tanpa realisasi. Padahal, manfaatnya besar untuk memperkuat penerimaan negara.

Karena itu, pemerintah perlu segera mengevaluasi strategi fiskal dan mempertimbangkan penerapan pajak kekayaan demi keadilan dan keberlanjutan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Celiosketimpangankonglomeratpajak kekayaanpenerimaan negararasio pajak
Post Sebelumnya

Bank Mandiri Optimistis Setelah BI Rate Diturunkan

Post Selanjutnya

Bank Mandiri Borong Prestasi di Hari Menabung

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Kominika Pandji Pragiwaksono tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: Amsi

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Diketahui, Pandji kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut materi stand-up comedy 'Mens Rea' yang dibawakannya. Laporan terhadap Pandji kali ini dilayangkan...

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
Bank Mandiri Borong Prestasi di Hari Menabung

Bank Mandiri Borong Prestasi di Hari Menabung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.