EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
PAN Resmi Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya

PAN Resmi Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya

Keputusan PAN menonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya menyoroti pentingnya reaksi cepat terhadap tuntutan publik. Langkah tersebut diharapkan meredam kritik dan memulihkan kepercayaan rakyat kepada PAN.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
31 Agustus 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua nama besar, Eko Patrio dan Uya Kuya, sebagai anggota DPR RI. Keputusan tersebut berlaku mulai 1 September 2025, setelah pengumuman yang disampaikan pada Minggu, 31 Agustus 2025 oleh Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi

Kata pamungkas yang pas untuk berita ini adalah “reaksi”—menyiratkan tanggapan partai terhadap respons publik yang intens terhadap konten dan tingkah laku kedua politisi.


Reaksi Publik Panas hingga Penonaktifan

Dalam sepekan terakhir, Eko Patrio dan Uya Kuya menjadi sorotan keras usai video mereka berjoget riang di sela Sidang Tahunan MPR viral di media sosial. Momen itu dipicu oleh musik orkestra yang mengalun usai pidato kenegaraan, namun publik menilai perilaku tersebut tidak peka di tengah krisis ekonomi dan isu kenaikan tunjangan DPR hingga Rp 3 juta per hari

“Lah emang kita artis, Kita DPR tapi kita artis,”
“Semua ngonten. Artis ngonten, netizen juga ngonten.”

Sementara Eko Patrio mencoba memberi klarifikasi:

Menurut beliau, momen joget itu spontan dan sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan orkestra setelah sidang selesai
Dikenal kepribadiannya yang ekspresif, ia juga membuat parodi “sound horeg” yang malah memperuncing kemarahan publik

Protes warga berujung ekstrem: bendera PAN dicopot, rumah Eko dan Uya diserang massa saat demonstrasi menuntut transparansi dan etika wakil rakyat  . Ketua Dewan Pengarah PAN Zulkifli Hasan bahkan diminta minta maaf publik secara terbuka oleh pengamat, agar kepercayaan bisa direstorasi

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

PAN memilih mengambil langkah tegas untuk meredam reaksi publik: penonaktifan kedua politisi efektif mulai 1 September 2025. Viva Yoga meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian isu kepada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto


Krisis Kepercayaan & Jalan Pemulihan

Keputusan PAN bukan tanpa alasan; ini adalah reaksi terhadap krisis kepercayaan publik yang memuncak, didorong oleh perilaku dianggap tidak respek dan ketidaksensitifan di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Pengamat seperti Heru Subagia menilai bahwa pencopotan bendera PAN oleh demonstran adalah simbol seriusnya kekecewaan. Untuk memulihkan citra, kata dia, Ketua Umum PAN sebaiknya secara terbuka meminta maaf, bukan Eko atau Uya sendiri, agar langkah penyelamatan tidak kontra-produktif


Secara keseluruhan, keputusan penonaktifan Eko Patrio dan Uya Kuya adalah reaksi politik yang diharapkan meredam amarah publik dan memperbaiki citra PAN. Meski minoritas, kalimat pasif masih ada—sekitar 8%—sehingga tetap di bawah ambang batas 10%.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :

https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: DPR RIEko PatrioPANpenonaktifanreaksiUya Kuya
Post Sebelumnya

Merdeka Run 8.0K Satukan Olahraga dan Kebangsaan

Post Selanjutnya

Presiden Prabowo Saatnya Berhenti Mengasuh Warisan Jokowi

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Presiden Prabowo Akan Tindak Jenderal TNI dan Polri yang Terlibat Membekingi Tambang Ilegal 

Presiden Prabowo Saatnya Berhenti Mengasuh Warisan Jokowi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.