Reformasi Diperlukan Pasca Affan Dilindas Rantis Brimob

Jakarta, EKOIN.CO – Kematian tragis Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta, memicu sorotan tajam terhadap reformasi dalam tata kelola keamanan dan anggaran Kepolisian.

Affan, yang sedang menyeberang sembari mengantar pesanan di dekat DPR, tewas setelah terserempet dan terinjak rantis Brimob pada Kamis malam, 28 Agustus 2025  Tragedi ini menyulut kemarahan publik dan kritik mendalam terhadap prioritas anggaran institusi keamanan.

Affan dimakamkan pada Jumat, 29 Agustus, di TPU Karet Bivak Jakarta Pusat, dengan iring-iringan rekan ojol sebagai bentuk penghormatan  Kapolda Metro Jaya pun hadir dan menyampaikan permintaan maaf serta janji pengusutan transparan

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinan mendalam, menyebut tindakan petugas berlebihan, memerintahkan penyelidikan tuntas, dan menjamin perlindungan bagi keluarga Affan  Divisi Propam Polri menindaklanjuti dengan penempatan tujuh personel Brimob di tempat khusus selama 20 hari karena pelanggaran etik

Dampak Sistemik dan Tuntutan Reformasi

Pengamat kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat, menilai peristiwa ini sebagai manifestasi dari kultur kekerasan, prosedur tak memadai, dan alokasi anggaran Polri yang tidak proporsional—lebih banyak ke peralatan ketimbang kesejahteraan atau pelatihan SDM  Data Kemenkeu mencatat anggaran Polri melonjak dari Rp 102,2 triliun pada 2021 ke Rp 145,6 triliun untuk 2026

Sementara itu, pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti, mendorong publik untuk menyalurkan kemarahan sebagai bentuk moralitas yang masih hidup: “Kalau kita marah artinya kompas moral kita masih menyala,” ujarnya Dalam ranah akademik, mahasiswa di Bali menyebut kematian Affan sebagai cerminan kerusakan sistemik dalam aparat kepolisian  

Sosiolog seperti Tilly melihat peristiwa Affan sebagai “transformative event”—tragedi yang mengubah dinamika politik dan membuka celah legitimasi baru dalam mobilisasi massa

Upaya Dukungan dan Solidaritas Luas

Perusahaan aplikasi transportasi Gojek dan Grab langsung bereaksi dengan menyampaikan belasungkawa, memberikan santunan, dan turut mengganti foto profil mereka menjadi hitam sebagai bentuk duka CEO GoTo, Patrick Walujo, bahkan melayat ke keluarga Affan

Di pihak pemerintah, diketahui terjadi kunjungan langsung Presiden dan menteri ke rumah duka serta bantuan perumahan untuk keluarga Affan. Kepala Polri juga menyampaikan permintaan maaf secara resmi


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini