Bitung EKOIN.CO – Program edukasi inklusif bertajuk KALEB Goes to School digelar di SMP Negeri 02 dan SMA Negeri 02 Bitung, Sulawesi Utara, pada Senin (2/9/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Integrated Terminal (IT) Bitung bersama Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB). Fokus utama acara adalah memperkenalkan bahasa isyarat dasar kepada siswa dan guru untuk menciptakan ruang belajar yang lebih inklusif.
Acara menghadirkan ratusan peserta yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik. Mereka mengikuti pembelajaran interaktif mengenai abjad bahasa isyarat, sapaan sederhana, hingga ekspresi dasar seperti senang, sedih, marah, dan lapar. Peserta juga diajak bermain edukatif melalui permainan “Tebak Isyarat” serta “Jawab Isyarat” yang menambah keceriaan suasana.
Baca juga :Sumur PPS-020 Jambi Hasilkan Minyak Melampaui Target
Antusiasme tinggi ditunjukkan tidak hanya oleh siswa, melainkan juga para guru. Mereka menilai pengenalan bahasa isyarat menjadi upaya penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah dan setara. Dukungan dari tenaga pendidik dinilai sebagai kunci untuk menggerakkan perubahan dalam pola komunikasi di sekolah.
Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Muhammad Dody Iswanto, menekankan pentingnya memahami bahasa isyarat sebagai bentuk penghargaan atas keberagaman. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk didengar dan dimengerti. Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekayaan yang harus kita rayakan bersama,” ujarnya.
Para siswa mengaku mendapat pengalaman baru yang berharga. Sejumlah peserta bahkan menyatakan keinginan untuk melanjutkan pembelajaran bahasa isyarat dan berencana membentuk klub belajar di sekolah. Sementara itu, teman Tuli yang hadir sebagai fasilitator merasa bangga karena dipercaya menjadi pengajar serta mendapat apresiasi dari peserta.
Dukungan Terhadap Pendidikan Inklusif
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menjelaskan bahwa program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utamanya adalah Tujuan 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, Tujuan 10 tentang Mengurangi Ketimpangan, serta Tujuan 17 yang menekankan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di kalangan generasi muda. Kehadiran guru dan siswa dalam jumlah besar menjadi tanda bahwa pemahaman tentang bahasa isyarat sangat dibutuhkan di sekolah.
Kegiatan ditutup dengan pengenalan lebih jauh mengenai Komunitas KALEB. Senyum para siswa dan guru yang mengikuti acara menggambarkan semangat baru untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas serta membangun lingkungan pendidikan yang inklusif.
Program ini juga menjadi langkah awal untuk mendorong partisipasi aktif komunitas disabilitas dalam dunia pendidikan. Dengan interaksi yang lebih mudah, diharapkan hambatan komunikasi antara siswa reguler dan teman Tuli dapat berkurang secara signifikan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa literasi inklusi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. “Pertamina tak hanya menghadirkan energi bagi masyarakat, juga memperhatikan peningkatan kesejahteraannya termasuk bagi komunitas disabilitas. Program edukasi bahasa isyarat ini diharapkan makin mempermudah interaksi antarmasyarakat, sehingga dapat saling mendukung,” jelasnya.
Kolaborasi Pertamina dan Komunitas KALEB
Komunikasi yang inklusif dianggap sebagai jembatan utama dalam membangun relasi yang harmonis. Melalui kolaborasi Pertamina dan KALEB, siswa di Bitung kini memiliki pemahaman dasar untuk berinteraksi dengan bahasa isyarat. Langkah kecil ini diharapkan membawa dampak besar dalam membangun rasa empati.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran guru sebagai agen perubahan. Dengan memberikan contoh penggunaan bahasa isyarat di kelas, para pendidik mampu menciptakan suasana belajar yang lebih ramah dan tidak diskriminatif.
Program ini juga sejalan dengan semangat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. Melalui kegiatan edukasi, perusahaan mendorong tumbuhnya kepedulian sosial sejak dini.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah sekolah di Bitung disebut akan menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan Komunitas KALEB. Langkah tersebut mencakup pengembangan modul pembelajaran bahasa isyarat dan program pelatihan bagi guru.
Informasi lebih lanjut mengenai program TJSL Pertamina Patra Niaga Sulawesi dapat diakses melalui situs resmi mypertamina.id, media sosial @pertaminasulawesi, @mypertamina, atau dengan menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.
Program KALEB Goes to School menunjukkan bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat inklusif. Melalui pemahaman bahasa isyarat, jarak komunikasi dapat dipersempit sehingga tercipta kedekatan antarsiswa, guru, dan komunitas Tuli.
Kegiatan ini juga memberi ruang bagi teman Tuli untuk tampil sebagai pengajar dan teladan. Pengalaman tersebut menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mematahkan stereotip bahwa keterbatasan fisik menjadi hambatan dalam berkontribusi.
Komitmen Pertamina dalam mengedepankan program sosial menunjukkan bahwa perusahaan energi nasional ini terus mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Upaya ini diharapkan menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal serupa.
Dengan terjalinnya sinergi antara perusahaan, komunitas, dan sekolah, jalan menuju masyarakat inklusif semakin terbuka lebar. Satu salam dalam bahasa isyarat kini menjadi simbol perubahan menuju dunia yang lebih dekat dan penuh empati.
Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi sosial dapat dimulai dari ruang kelas. Para siswa di Bitung kini membawa bekal baru yang akan berguna dalam interaksi sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dalam jangka panjang, kegiatan edukasi bahasa isyarat diyakini dapat membentuk generasi yang lebih peka terhadap perbedaan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang menekankan kesetaraan dan keberagaman sebagai fondasi utama.
Sebagai catatan, dukungan penuh dari tenaga pendidik sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program ini. Dengan pendampingan yang konsisten, manfaat positif akan dirasakan lebih luas oleh seluruh siswa.
Pada akhirnya, KALEB Goes to School di Bitung memberi pesan penting bahwa inklusi bukan hanya wacana, melainkan tindakan nyata yang dapat dilaksanakan oleh siapa saja. Dari sekolah, gerakan ini bisa menyebar ke masyarakat luas.
Kesimpulannya, inisiatif yang digagas Pertamina dan KALEB mampu memberikan inspirasi. Program ini tidak hanya mengajarkan bahasa isyarat, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada generasi muda.
Langkah awal ini layak diapresiasi karena membuka jalan bagi tumbuhnya budaya komunikasi yang setara. Dengan semakin banyak pihak yang peduli, impian tentang masyarakat inklusif akan semakin mudah diwujudkan.
Sebagai penutup, kegiatan di Bitung menjadi refleksi bahwa empati dan kesetaraan harus dipelajari sejak dini. Satu gerakan tangan dalam bahasa isyarat kini melahirkan harapan besar untuk masa depan yang lebih baik.
Pertamina bersama KALEB telah membuktikan bahwa melalui kerja sama, perbedaan bisa dipersatukan. Harapan akan terciptanya lingkungan inklusif semakin nyata melalui langkah-langkah kecil namun penuh makna.
Dari ruang kelas di Bitung, pesan universal disampaikan: keberagaman adalah kekuatan. Dengan saling memahami melalui bahasa isyarat, setiap individu memiliki kesempatan untuk didengar dan dihargai.
Program ini diharapkan menjadi pemicu munculnya inisiatif serupa di daerah lain. Dengan dukungan berkelanjutan, masyarakat inklusif dapat benar-benar terwujud di seluruh Indonesia.
Akhirnya, kegiatan KALEB Goes to School mengajarkan bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah sederhana. Dari satu sekolah di Bitung, terbit harapan untuk dunia yang lebih dekat, setara, dan penuh empati. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





