EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Prabowo Restui Penarikan Dana Rp200 Triliun

Prabowo Restui Penarikan Dana Rp200 Triliun

Prabowo menyetujui langkah Menkeu Purbaya menarik Rp200 triliun dari BI. Dana tersebut disalurkan ke bank guna memperkuat kredit dan pertumbuhan ekonomi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO-  Presiden Prabowo Subianto menyetujui langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik dana mengendap sebesar Rp200 triliun di Bank Indonesia (BI). Dana ini akan dialirkan ke sektor perbankan guna mempercepat penyaluran kredit dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Prabowo restui kebijakan dana triliun

Purbaya mengungkapkan persetujuan Presiden diberikan usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam (10/9). “Sudah, sudah setuju (Presiden),” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini diambil agar bank memiliki likuiditas lebih besar, sehingga bisa menyalurkan kredit ke masyarakat.

“Tujuannya supaya bank punya duit, banyak cash tiba-tiba, dan dia gak bisa naruh di tempat lain selain dikreditkan. Jadi, kita memaksa market mekanisme berjalan,” jelas Purbaya.

Ia menambahkan, dana Rp200 triliun yang ditarik berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SiLPA) senilai Rp425 triliun yang kini mengendap di BI.

Berita Menarik Pilihan

Perdagangan Sesi Sore IHSG Ditutup Melemah Akibat Koreksi Bursa Global

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

Dana perbankan untuk dorong ekonomi

Purbaya menegaskan pemerintah tidak ingin dana tersebut kembali digunakan untuk membeli instrumen Surat Utang Negara (SUN). Sebaliknya, uang harus beredar di masyarakat agar aktivitas ekonomi benar-benar meningkat.
“Kita minta ke BI tidak diserap uangnya. Jadi, uangnya betul-betul ada dalam sistem perekonomian sehingga ekonominya bisa jalan,” katanya.

Ia menggambarkan mekanisme tersebut mirip deposito. “Nanti penyalurannya terserah bank, tetapi kalau saya mau pakai, saya ambil. Tetapi diupayakan, penyalurannya bukan dibelikan SUN lagi,” tambahnya.

Rencana penarikan dana itu juga dipaparkan Purbaya dalam rapat perdana bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu pagi. Ia menekankan langkah ini sebagai stimulus fiskal yang diarahkan untuk mempercepat roda perekonomian.

Jauh dari ancaman inflasi

Menjawab kekhawatiran terkait potensi hiperinflasi, Purbaya menilai kondisi Indonesia masih aman. Menurutnya, inflasi hanya terjadi bila pertumbuhan ekonomi melebihi laju pertumbuhan potensial.
“Kita 6,5 (persen) atau lebih. Kita masih jauh dari inflasi. Jadi kalau saya injek stimulus ke perekonomian, harusnya kalau ekonominya masih di 5 persen, masih jauh dari inflasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, sejak krisis ekonomi Indonesia belum pernah mencapai pertumbuhan di atas 6,5 persen. Karena itu, ruang untuk tumbuh lebih cepat tanpa memicu inflasi masih terbuka lebar.

Kebijakan penarikan dana Rp200 triliun ini disebut sebagai langkah awal pemerintah dalam mengoptimalkan potensi likuiditas, mempercepat pertumbuhan, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BIdana triliunekonomikreditPrabowoPurbaya
Post Sebelumnya

Tunjangan Gubernur Jabar Jadi Sorotan Publik

Post Selanjutnya

Saham Bagger FUTR Dikuasai Ardhantara

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Finish di Zona Merah, Sejumlah Faktor Jadi Biang Keladi Pemberat Laju IHSG

Perdagangan Sesi Sore IHSG Ditutup Melemah Akibat Koreksi Bursa Global

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia tak serta merta mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia...

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kena semprot Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam saat Rapat Kerja...

Ilustrasi Pengangguran (Ist)

BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun 0,11 Persen, Orang Nganggur Sebanyak 7,35 Juta Orang

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran tercatat menjadi 7,35 juta orang, berkurang sekitar 109.000 orang per...

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi bersama Ketua AEI Armand Wahyudi Hartono, Pejabat Sementara Dirut Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, sejumlah pejabat dari OJK, BEI dan pengurus AEI

Dukungan Asosiasi Emiten Mantapkan OJK Percepat Reformasi Penguatan Pasar Modal

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) memberikan dukungan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan rormasi penguatan integritas pasar modal...

Post Selanjutnya
Saham Bagger FUTR Dikuasai Ardhantara

Saham Bagger FUTR Dikuasai Ardhantara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.