EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Mendikdasmen Kekurangan Rp52,5 T Anggaran Pendidikan

Mendikdasmen Kekurangan Rp52,5 T Anggaran Pendidikan

Anggaran pendidikan 2026 hanya bertambah Rp400 miliar dari usulan Rp52,9 triliun. Kemendikdasmen masih membutuhkan tambahan Rp52,5 triliun untuk program vital.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
15 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa tambahan anggaran untuk tahun 2026 yang diajukan sebesar Rp52,9 triliun hanya dipenuhi Rp400 miliar. Dengan selisih yang cukup besar, pihaknya masih membutuhkan dana Rp52,5 triliun untuk mencukupi kebutuhan sektor pendidikan. Gabung WA Channel EKOIN.

Tambahan Anggaran Pendidikan

Dalam rapat Komisi X DPR bersama Kemendikdasmen di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025), Abdul Mu’ti menyampaikan rincian perubahan anggaran. Pagu indikatif 2026 awalnya ditetapkan Rp33,651 triliun, lalu naik menjadi Rp55 triliun. Panitia Kerja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat (Panja BPP) kemudian memberikan tambahan Rp400 miliar, sehingga total pagu anggaran pasca rapat Panja menjadi Rp55,4 triliun.

“Pada tahun 2026, Kemendikdasmen memperoleh alokasi sebesar Rp55 triliun atau sekitar 7 persen dari total anggaran pendidikan. Berdasarkan rapat panja belanja pemerintah pusat pada 11 September 2025, Kemendikdasmen mendapat tambahan Rp400 miliar, sehingga total anggaran menjadi Rp55,4 triliun,” ujar Mu’ti.

Meskipun ada tambahan, jumlah itu jauh dari usulan awal Rp52,9 triliun. Dengan demikian, masih ada kebutuhan tambahan sebesar Rp52,5 triliun yang belum terdanai hingga rapat terakhir.

Usulan Penting Belum Terpenuhi

Mu’ti menegaskan bahwa usulan tambahan anggaran itu penting untuk mendukung berbagai program pendidikan. Beberapa di antaranya adalah perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang TK, penyesuaian satuan biaya pendidikan untuk SD dan SMP, serta penambahan tunjangan profesi dan insentif guru non-ASN.

Berita Menarik Pilihan

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Program lain yang juga membutuhkan pendanaan mencakup pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, penyediaan peralatan sekolah, pelatihan serta uji kompetensi guru, program kebahasaan dan kesastraan, penanganan anak tidak sekolah, hingga penguatan pendidikan vokasi dan karakter.

Abdul Mu’ti juga menyebutkan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk 2026 tidak mendapat tambahan alokasi. “Terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2026, berdasarkan hasil rapat Panja Transfer ke Daerah pada 11 September 2025, tidak ada penambahan alokasi pada DAK bidang pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, DAK non-fisik pendidikan masih memerlukan tambahan Rp4,1 triliun. Dana tersebut terutama dibutuhkan untuk mendukung guru non-ASN yang diangkat menjadi ASN PPPK tahun 2024 dan yang lulus sertifikasi profesi guru pada 2025.

Sementara itu, DAK fisik bidang pendidikan disebut belum mendapatkan anggaran sama sekali. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kelanjutan program revitalisasi sekolah dan sarana pendukung pembelajaran di berbagai daerah.

Dengan masih terbatasnya alokasi anggaran, pemerintah dan DPR dihadapkan pada tantangan besar untuk mencari solusi pendanaan agar program pendidikan strategis tidak tertunda.

Tambahan anggaran pendidikan yang diterima Kemendikdasmen masih jauh dari usulan awal.

Kebutuhan dana besar menunjukkan banyak program vital belum terdanai.

DAK pendidikan belum mengalami penambahan, baik fisik maupun non-fisik.

Guru non-ASN serta peningkatan mutu pendidikan masih jadi prioritas.

Pemerintah perlu strategi keuangan berkelanjutan agar sektor pendidikan terpenuhi.

DPR dan pemerintah perlu duduk bersama mencari skema alternatif.

Kemendikdasmen sebaiknya fokus pada program yang paling mendesak.

Transparansi alokasi anggaran harus diperkuat untuk akuntabilitas.

Partisipasi publik dan swasta bisa menjadi opsi tambahan dana.

Evaluasi rutin dibutuhkan agar efisiensi anggaran lebih terjaga.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Abdul Mu'tianggaran pendidikanDAK pendidikanDPRKemendikdasmenprogram sekolah
Post Sebelumnya

Luncurkan Legal Policy Hub, Kemenkum Dorong Pembangunan Ekosistem Pemerintahan Kolaboratif*

Post Selanjutnya

Lowongan Kerja BUMN September 2025 Terbaru

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Finish di Zona Merah, Sejumlah Faktor Jadi Biang Keladi Pemberat Laju IHSG

Perdagangan Sesi Sore IHSG Ditutup Melemah Akibat Koreksi Bursa Global

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia tak serta merta mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia...

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kena semprot Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam saat Rapat Kerja...

Post Selanjutnya
Lowongan Kerja BUMN September 2025 Terbaru

Lowongan Kerja BUMN September 2025 Terbaru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.