Jakarta EKOIN.CO – Jabatan Menteri BUMN saat ini masih kosong usai Erick Thohir resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa belum ada rencana peleburan Kementerian BUMN ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Gabung WA Channel EKOIN
Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah masih dalam proses menentukan sosok pengganti Erick Thohir. Ia menekankan bahwa Kementerian BUMN tetap berdiri, meski isu peleburan dengan Danantara kembali mencuat setelah pelantikan Erick di Istana Negara, Rabu (19/9/2025).
“Belum ada, belum ada. Belum, kita kan sedang proses, ya,” ujar Prasetyo usai pelantikan, menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan penggabungan BUMN ke Danantara.
Posisi Menteri BUMN Masih Kosong
Seusai Erick Thohir pindah ke kursi Menpora, posisi Menteri BUMN masih ditinggalkan tanpa pengganti. Istana memastikan tengah mematangkan calon menteri baru yang dinilai mampu melanjutkan kebijakan sekaligus memperkuat manajemen perusahaan pelat merah.
Prasetyo menyebut sosok yang dipilih diharapkan memiliki kapasitas setara dengan rekam jejak Erick, terutama dalam memimpin sektor strategis. “Menteri BUMN definitif memang belum ditunjuk, karena kita masih mencari sosok dengan berpindahnya tugas kepada Bapak Erick Thohir ke Kemenpora,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah menaruh harapan besar pada kepemimpinan Erick di bidang olahraga, seiring rekam jejaknya yang panjang dalam dunia manajemen olahraga, khususnya sepak bola.
Isu Peleburan dengan Danantara
Isu penggabungan Kementerian BUMN dengan BPI Danantara bukan hal baru. Sejak badan investasi negara itu diresmikan pada Februari 2025, wacana tersebut sudah bergulir di publik. Saat itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut kemungkinan semua perusahaan pelat merah masuk di bawah koordinasi Danantara.
“Perannya dengan BUMN kita sebetulnya sangat erat, dalam hal ini karena memang 99 persen kepemilikan ada di Danantara. Tapi 1 persen kepemilikan saham seri A atau saham Merah Putih itu ada di Kementerian BUMN,” ungkap Rosan.
Prasetyo menegaskan bahwa hingga kini, Danantara masih fokus membenahi manajemen internal perusahaan pelat merah. Menurutnya, keputusan soal peleburan akan ditentukan kemudian, jika pemerintah menilai langkah itu perlu.
“Danantara juga sedang proses membenahi manajemen di BUMN-BUMN kita. Nah, kalau di dalam perjalanan perlu terhadap kementeriannya, ya kita lihat,” kata Prasetyo.
Kondisi ini menegaskan bahwa meski isu peleburan terus mencuat, pemerintah belum mengambil sikap final. Saat ini, prioritas utama adalah memastikan transisi kepemimpinan di Kementerian BUMN berjalan lancar, sembari memperkuat peran Danantara di sektor investasi negara.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
.





