EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Industri Lokal Didorong Usai Insentif Listrik Stop

Industri Lokal Didorong Usai Insentif Listrik Stop

Harga mobil listrik impor diperkirakan melonjak hingga 30 persen setelah insentif CBU dihentikan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuka jalan bagi industri otomotif lokal untuk tumbuh lebih kuat.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
21 September 2025
Kategori EKOBIS, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kebijakan pemerintah untuk menghentikan insentif mobil listrik impor utuh atau completely built-up (CBU) mulai tahun depan diperkirakan akan berdampak besar pada pasar otomotif nasional. Dengan berakhirnya insentif tersebut, harga jual mobil listrik impor berpotensi melonjak hingga 30 persen. Ikuti berita terkini di WA Channel EKOIN.

Langkah ini diambil pemerintah sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan fiskal, sekaligus mendorong industri otomotif dalam negeri untuk memperkuat rantai pasok kendaraan listrik berbasis produksi lokal.

Kebijakan Insentif Mobil Listrik Berakhir

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai keputusan ini akan langsung terasa di harga mobil listrik yang masuk ke Indonesia melalui jalur impor. “Penghentian pemberian insentif akan membuat harga mobil listrik impor berpotensi melonjak tajam,” ujarnya.

Menurut Yannes, kebijakan insentif sebelumnya berfungsi sebagai katalis untuk mempercepat penetrasi mobil listrik di pasar domestik. Tanpa subsidi fiskal, konsumen yang sebelumnya mulai beralih ke kendaraan listrik bisa saja menunda pembelian karena keterbatasan daya beli.

Data Kementerian Perindustrian mencatat bahwa impor mobil listrik CBU selama masa insentif menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah merek otomotif global seperti Hyundai, Tesla, dan BYD menjadi pemain utama yang memanfaatkan fasilitas insentif ini untuk memperkenalkan produknya ke pasar Indonesia.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Jika harga naik 30 persen, potensi penurunan minat konsumen diperkirakan cukup besar, mengingat mobil listrik masih dianggap sebagai produk premium di Indonesia.

Industri Otomotif Lokal Didorong Tumbuh

Pemerintah menilai langkah penghentian insentif mobil listrik impor justru akan memberikan peluang lebih besar bagi produsen otomotif lokal untuk memperkuat produksi dalam negeri. Dengan begitu, investasi pabrikan dalam membangun pabrik perakitan dan fasilitas pendukung kendaraan listrik diyakini bisa meningkat.

Langkah ini sejalan dengan target pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk pembangunan baterai, charging station, hingga infrastruktur logistik.

Yannes Martinus Pasaribu juga menambahkan, “Pemerintah tampaknya ingin menyeimbangkan antara kebutuhan percepatan adopsi kendaraan listrik dengan upaya membangun industri otomotif nasional yang berkelanjutan.”

Namun, tantangan terbesar adalah memastikan harga mobil listrik produksi lokal tetap terjangkau. Tanpa dukungan tambahan berupa keringanan pajak atau subsidi langsung, produk lokal bisa saja kalah bersaing dengan mobil konvensional yang masih jauh lebih murah.

Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) pada industri kendaraan listrik. Semakin besar porsi komponen lokal, semakin rendah ketergantungan Indonesia terhadap impor, termasuk pada bahan baku baterai.

Industri otomotif menilai, masa transisi pasca-insentif ini harus disertai kebijakan lain yang lebih terarah, misalnya insentif bagi pembelian mobil listrik rakitan dalam negeri. Hal ini akan menjaga momentum pertumbuhan pasar EV nasional sekaligus memberi ruang bagi konsumen untuk tetap memilih kendaraan ramah lingkungan.

Jika kebijakan pendukung tak segera disiapkan, kekhawatiran yang muncul adalah melambatnya pertumbuhan adopsi mobil listrik di Indonesia.

Penghentian insentif mobil listrik impor mulai tahun depan berpotensi menaikkan harga jual hingga 30 persen.

Kebijakan ini akan berdampak pada daya beli masyarakat dan bisa memperlambat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah melihatnya sebagai peluang untuk memperkuat industri otomotif nasional melalui produksi lokal.

Kebijakan lanjutan seperti insentif pembelian produk dalam negeri dinilai sangat penting agar pasar tetap tumbuh.

Ke depan, arah kebijakan kendaraan listrik di Indonesia perlu memastikan keseimbangan antara pertumbuhan industri dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: harga EVindustri lokalinsentifkebijakan pemerintahmobil listrikotomotif
Post Sebelumnya

Bupati Trenggalek Kecam Kunjungan Tambang Emas

Post Selanjutnya

Prabowo Subianto Kembali Angkat Pesan Persatuan PBB

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Prabowo Subianto Kembali Angkat Pesan Persatuan PBB

Prabowo Subianto Kembali Angkat Pesan Persatuan PBB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.