EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
LPS Turunkan TBP, Bunga Kredit Masih Tinggi

LPS Turunkan TBP, Bunga Kredit Masih Tinggi

LPS menurunkan TBP untuk dorong efisiensi dana bank. Dampak langsung pada bunga kredit masih terbatas.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi menurunkan tingkat bunga penjaminan (TBP), langkah yang dinilai strategis untuk menurunkan biaya dana perbankan. Namun, efek langsung terhadap penurunan bunga kredit masih terbatas. Hal ini karena sebagian besar perbankan masih mengandalkan simpanan jumbo dengan bunga tinggi yang membuat tekanan biaya dana tetap signifikan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Langkah LPS ini dilakukan untuk mendorong likuiditas dan mendukung perbankan menurunkan bunga kredit. Direktur Eksekutif LPS, Halim Arifin, menegaskan, “Penyesuaian TBP diharapkan bisa menjadi sinyal bagi bank untuk mengelola dana lebih efisien, meski dampaknya tidak langsung terlihat di seluruh produk kredit.”

Meski begitu, bank tetap menghadapi tantangan struktural. Tingginya ketergantungan pada dana pihak ketiga berbunga tinggi membuat penurunan TBP hanya memberi ruang terbatas untuk menurunkan bunga kredit. Hal ini memicu perbankan untuk mencari sumber dana alternatif yang lebih murah, termasuk obligasi bank dan pinjaman antarbank.

Dinamika Pasar dan Dampak LPS Rate

Perbankan saat ini berada dalam kondisi likuiditas yang stabil, tetapi sensitivitas terhadap bunga tetap tinggi. Menurunnya TBP LPS bisa menjadi insentif jangka menengah, namun bank menilai penurunan bunga kredit harus sejalan dengan strategi internal pengelolaan dana.

Berita Menarik Pilihan

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

Bank-bank besar, terutama yang memiliki simpanan besar dari nasabah korporasi atau dana institusi, belum merespons penurunan TBP dengan signifikan. Analis perbankan, Rudi Santoso, menekankan, “Penurunan bunga oleh LPS hanyalah salah satu faktor. Bank masih melihat tren deposito jumbo, yang saat ini masih membebani struktur biaya dana.”

Dampak lain terlihat pada pasar uang antarbank. Penurunan TBP LPS diharapkan dapat menurunkan suku bunga overnight, sehingga bank bisa mengurangi biaya pendanaan tanpa menurunkan kualitas likuiditas. Namun, realisasi efeknya membutuhkan waktu, karena penyesuaian di tingkat nasabah besar relatif lambat.

Strategi Bank Menyiasati Biaya Dana Tinggi

Bank mencoba berbagai cara untuk menurunkan biaya dana. Selain mengandalkan dana murah dari tabungan ritel, beberapa bank mulai memanfaatkan pendanaan digital dan produk berbunga rendah. Langkah ini dilakukan untuk mengimbangi kebutuhan dana tinggi dari simpanan jumbo.

Hingga saat ini, perbankan masih mengutamakan stabilitas likuiditas. Penurunan bunga kredit akan lebih mungkin terjadi pada segmen ritel dan UMKM, karena persaingan di sektor ini lebih ketat dan sensitif terhadap biaya dana. Sedangkan segmen korporasi masih menggunakan deposito berbunga tinggi untuk memaksimalkan hasil investasi.

Analis ekonomi menilai, kebijakan LPS tetap penting sebagai instrumen makroprudensial. Dampak penurunan TBP akan lebih terasa bila bank mampu menyeimbangkan struktur dana, meminimalkan ketergantungan pada simpanan jumbo, dan memaksimalkan sumber dana murah.

Dalam jangka panjang, langkah LPS ini menjadi bagian dari upaya menurunkan suku bunga kredit secara bertahap. Seiring waktu, diharapkan sektor perbankan lebih adaptif terhadap perubahan biaya dana, sehingga bunga kredit bagi masyarakat dan UMKM bisa lebih terjangkau.

Penurunan TBP juga diharapkan mendorong bank untuk meningkatkan efisiensi operasional dan inovasi produk. Bank yang mampu menyeimbangkan dana murah dan tinggi akan memiliki keunggulan kompetitif, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kredit yang lebih murah.

Dengan strategi yang tepat, efek LPS rate dapat menurunkan biaya dana tanpa mengganggu stabilitas perbankan. Namun, realisasi penurunan bunga kredit tetap membutuhkan koordinasi antara regulator, bank, dan pelaku pasar untuk memastikan dampak yang optimal bagi nasabah.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: biaya danabunga kreditdana jumboLPSPerbankanTBP
Post Sebelumnya

Indonesia Pimpin Dunia dengan 959 Perusahaan Tambang Batu Bara

Post Selanjutnya

BI Pangkas Suku Bunga Jadi 4,75%, Apa Dampaknya?

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS....

8 Aksi Percepatan Reformasi Bursa, Momentum Tingkatkan Kualitas Pasar Modal Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.121,03 pada perdagangan Rabu (4/2). Namun,...

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencata, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini...

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional. Sumber dok bankbsi.co.id

Status Persero Bank Syariah Indonesia Perkuat Ekosistem Ekonomi Nasional

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Syariah Indonesia Tbk kini telah resmi menyandang Status Persero Bank Syariah Indonesia secara administratif terhitung...

Post Selanjutnya
BI Pangkas Suku Bunga Jadi 4,75%, Apa Dampaknya?

BI Pangkas Suku Bunga Jadi 4,75%, Apa Dampaknya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.