JIMBARAN, Bali – EKOIN.CO – Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan jumlah perusahaan tambang batu bara terbanyak di dunia, mencapai 959 perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, dalam acara Fastmarkets CT Asia 2025 di Jimbaran, Bali, Senin (22/9/2025)
Dengan jumlah perusahaan sebanyak itu, produksi batu bara Indonesia menunjukkan angka signifikan. Pada tahun 2024, produksi mencapai 836 juta ton, sedangkan pada tahun 2023 rata-rata produksi tahunan di atas 700 juta ton. Untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan produksi sebesar 739 juta ton, dan hingga September 2025, realisasi produksi telah mencapai 509 juta ton atau sekitar 68% dari target tahunan
Sumber Daya Batu Bara Indonesia Capai 31,9 Miliar Ton
Tri Winarno juga mengungkapkan bahwa sumber daya batu bara Indonesia saat ini mencapai 31,9 miliar ton. Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan batu bara terbesar di dunia. Sebagian besar cadangan tersebut berasal dari Kalimantan dan Sumatra, yang merupakan pusat utama produksi batu bara nasional
Meskipun memiliki cadangan yang melimpah, pemerintah menyadari pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, transisi menuju energi bersih menjadi fokus utama dalam kebijakan energi nasional. Pemerintah menargetkan net zero emission (NZE) pada tahun 2060, dengan langkah-langkah seperti pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) serta pemanfaatan batu bara untuk produksi gasifikasi dan bahan bakar cair.
Kontribusi Batu Bara terhadap Penerimaan Negara
Industri batu bara memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama melalui kontribusinya terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pada tahun 2024, PNBP dari subsektor minerba mencapai Rp143 triliun, dan untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan PNBP sebesar Rp123 triliun. Jika ditotal, sumbangan industri batu bara terhadap negara melalui PNBP dan pajak diperkirakan mencapai Rp250 triliun
Namun, industri ini juga menghadapi tantangan, seperti fluktuasi harga batu bara global dan tekanan dari kelompok lingkungan yang mendorong transisi energi. Pemerintah berkomitmen untuk mengelola sumber daya alam ini secara bijaksana, dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai negara dengan cadangan batu bara terbesar dan jumlah perusahaan tambang terbanyak, Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran strategis dalam pasar energi global. Namun, tantangan dalam mengelola sumber daya ini secara berkelanjutan memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.
Dengan langkah-langkah strategis dan komitmen terhadap keberlanjutan, Indonesia dapat memastikan bahwa industri batu bara tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga bagian dari solusi energi masa depan yang ramah lingkungan.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





