Jakarta, EKOIN.CO – Platform digital OLX melaporkan ketidakseimbangan signifikan antara jumlah pencari kerja dan lowongan yang tersedia pada kuartal II tahun 2025. Data ini dipaparkan langsung oleh Direktur OLX, Agung Iskandar, di Menara Astra, Jakarta.
Berdasarkan data internal yang dihimpun OLX, rata-rata pengguna aktif pada kategori lowongan kerja mengalami kenaikan sebesar 53% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. “Jumlah lowongan yang dipasarkan di OLX kurang lebih 50 ribu lowongan pekerjaan dan ini naik kurang lebih 15% di-compare antara Q1 dan Q2 2025,” jelas Agung.
Di sisi lain, jumlah pencari kerja justru mengalami lonjakan yang lebih tinggi. Agung menyebutkan angka rata-rata pencari kerja di platform mereka mencapai 538 ribu orang, yang berarti meningkat 25% pada kuartal yang sama. “unfortunately yang cari kerja jauh lebih tinggi dibanding lowongan kerja,” tambahnya, seperti yang disampaikan dalam pertemuan dengan media.
Selanjutnya, dari data tersebut terlihat pola permintaan dari perusahaan dan minat dari pencari kerja. Lima posisi teratas yang paling banyak dibutuhkan perusahaan adalah Sales & Marketing, Staf Administrasi, Pekerja Lepas (Freelance), Sopir, serta Sales Promoter. Sementara itu, posisi yang paling banyak diminati oleh pencari kerja adalah Staf Administrasi, Sopir, Sales & Marketing, Sales Promoter, dan Pekerja Lepas.
Tidak hanya pada lowongan pekerjaan tetap, OLX juga mencatat tren kenaikan di sektor jasa. Secara spesifik, layanan yang paling banyak diakses pengguna meliputi jasa konstruksi dan renovasi rumah, sewa mobil dan motor, servis elektronik, bantuan rumah tangga dan pengasuh anak, serta jasa IT dan komputer.
Pada akhirnya, tren ini mengindikasikan adanya peningkatan mobilitas di pasar tenaga kerja informal dan semi-formal. Kondisi ini merefleksikan kebutuhan masyarakat yang semakin besar terhadap pekerjaan fleksibel dan layanan praktis seiring dengan pemulihan ekonomi dan perubahan pola kerja.





