EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA NASIONAL
Unjuk Rasa 17+8 Demands Menggema

Unjuk Rasa 17+8 Demands Menggema

Unjuk rasa 17+8 Demands melibatkan ribuan mahasiswa dan figur publik. Gerakan ini menjadi sorotan nasional karena menyentuh isu politik, pendidikan, dan transparansi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
24 September 2025
Kategori NASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO- Gelombang unjuk rasa yang digerakkan mahasiswa dan sejumlah figur publik mencuat pada awal September 2025. Aksi ini dipicu oleh tuntutan “17+8” yang diperkenalkan oleh kelompok tokoh muda, termasuk Jerome Polin, yang menyuarakan isu politik, pendidikan, dan transparansi pemerintahan. Kehadiran tuntutan tersebut langsung menjadi sorotan publik serta memicu diskusi luas di media sosial mengenai urgensinya dan bagaimana pemerintah merespons.
Gabung WA Channel EKOIN

Puluhan ribu mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta dan beberapa daerah lain turun ke jalan membawa poster dengan narasi yang merujuk langsung pada “17+8 Demands”. Aksi ini disebut sebagai salah satu gelombang unjuk rasa terbesar pascareformasi, karena melibatkan koordinasi lintas kampus, komunitas digital, serta tokoh publik dengan pengaruh besar di kalangan generasi muda.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan masih mengkaji tuntutan tersebut dan menekankan pentingnya dialog terbuka. Namun, sebagian netizen menilai bahwa jawaban yang diberikan pemerintah belum cukup konkret.

Unjuk rasa dan sorotan publik

Tuntutan “17+8” merangkum sejumlah isu yang dinilai penting oleh generasi muda. Beberapa poin di dalamnya antara lain menyinggung kebebasan berpendapat, reformasi sistem pendidikan, keterbukaan anggaran, hingga langkah penanganan krisis lingkungan. Menurut penggagasnya, tujuan utama dari tuntutan ini adalah menciptakan arah kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat luas, terutama kalangan muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

Di media sosial, topik ini menduduki daftar terpopuler selama berminggu-minggu. Tagar seputar tuntutan “17+8” ramai digunakan di X (Twitter), Instagram, hingga TikTok. Netizen memperdebatkan efektivitas gerakan ini, apakah dapat mendorong perubahan nyata atau sekadar menjadi euforia sesaat.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Menurut sejumlah pengamat politik, aksi ini menunjukkan pergeseran dinamika gerakan mahasiswa yang kini terintegrasi dengan kekuatan digital. “Kekuatan massa mahasiswa tidak lagi hanya hadir di jalanan, tetapi juga di ruang digital. Itulah yang membuat gerakan ini cepat meluas,” ujar seorang analis politik dari salah satu universitas negeri.

Selain itu, keterlibatan figur publik seperti Jerome Polin dan beberapa konten kreator lain membuat tuntutan ini lebih mudah dipahami masyarakat awam. Kehadiran mereka dianggap memengaruhi cara generasi muda melihat politik sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Unjuk rasa dan respons pemerintah

Meski ramai diperbincangkan, respons pemerintah terhadap tuntutan ini dinilai masih terbatas. Beberapa pejabat menyampaikan apresiasi terhadap aspirasi yang disuarakan, namun menegaskan bahwa proses perumusan kebijakan membutuhkan waktu. “Kami membuka ruang dialog, tetapi harus ada mekanisme jelas agar setiap tuntutan bisa dikaji secara rasional,” kata salah satu perwakilan pemerintah.

Pernyataan tersebut memunculkan beragam reaksi. Sebagian mahasiswa menilai pemerintah belum serius merespons karena tidak ada langkah konkret yang diumumkan. Namun, ada pula yang melihat ini sebagai pintu masuk untuk membangun komunikasi lebih intensif antara pemerintah dan generasi muda.

Dalam beberapa aksi, mahasiswa juga menekankan bahwa tuntutan ini bukan hanya sekadar agenda sesaat. Mereka menegaskan, gerakan akan terus berlanjut hingga ada hasil nyata dari pemerintah.

Sementara itu, aparat keamanan terlihat menjaga ketat jalannya aksi agar tetap kondusif. Sejumlah titik di Jakarta, seperti sekitar kawasan Monas dan depan DPR, menjadi pusat konsentrasi massa. Hingga kini, tidak ada laporan bentrokan serius, meski sempat terjadi saling dorong antara peserta aksi dan aparat.

Ke depan, organisasi mahasiswa berencana menyebarkan gerakan ini ke lebih banyak kota di Indonesia. Mereka menganggap bahwa isu yang diangkat bersifat nasional dan memerlukan partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat.

Para pengamat menilai, jika tidak ditangani secara cepat, gerakan “17+8 Demands” berpotensi menjadi simbol perlawanan baru terhadap stagnasi kebijakan pemerintah. Isu-isu yang terkandung di dalamnya diperkirakan akan terus melekat dalam wacana politik nasional hingga beberapa tahun ke depan.

Gerakan unjuk rasa “17+8 Demands” telah menjadi fenomena sosial-politik yang mencerminkan kegelisahan generasi muda terhadap arah kebijakan nasional. Kehadiran tokoh publik turut memperluas jangkauan isu ini, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Pemerintah disarankan tidak hanya memberikan respons normatif, tetapi juga menindaklanjuti dengan langkah konkret agar aspirasi tidak berkembang menjadi kekecewaan. Mahasiswa dan masyarakat sipil juga perlu menjaga aksi tetap damai serta fokus pada substansi tuntutan. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: 17+8 DemandsmahasiswaPemerintahtransparansituntutan politikunjuk rasa
Post Sebelumnya

Viral “Ingin Rampok”, Karier DPRD Gorontalo Terjun

Post Selanjutnya

Hoaks AI Hambat Demokrasi di Indonesia

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Hoaks AI Hambat Demokrasi di Indonesia

Hoaks AI Hambat Demokrasi di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.