Jakarta, EKOIN.CO – Aksi komplotan copet berkedok wartawan dalam acara Abang None Jakarta mendadak viral dan memicu keresahan warga. Video yang beredar memperlihatkan sekelompok orang menyamar sebagai jurnalis untuk melancarkan aksinya di tengah keramaian. Kejadian ini menjadi perhatian publik karena berlangsung di acara resmi yang melibatkan banyak orang.
Ikuti update berita terbaru di WA Channel EKOIN
Modus copet berkedok wartawan
Dalam rekaman yang viral, tampak beberapa orang mengenakan atribut mirip wartawan dengan kamera dan tanda pengenal. Mereka memanfaatkan suasana padat penonton untuk mendekati korban. Salah seorang terlihat sengaja menghalangi pandangan orang lain, sementara pelaku lain melancarkan aksi pencopetan.
Warga yang menonton acara sempat terkejut ketika aksi tersebut diketahui. Sebagian bahkan berteriak mengingatkan orang sekitar agar lebih waspada. Kondisi itu membuat suasana acara Abang None sempat ricuh.
Polisi menyebut pihaknya sedang menelusuri identitas pelaku dalam video tersebut. “Kami akan dalami video yang beredar dan menindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut,” kata seorang petugas kepolisian di Jakarta.
Respon warga dan langkah kepolisian
Masyarakat mengaku resah dengan adanya modus copet berkedok wartawan ini. Banyak yang menilai aksi tersebut merusak kepercayaan terhadap profesi jurnalis yang seharusnya memberi informasi, bukan justru dijadikan kedok kejahatan.
Seorang warga bernama Andi (32) mengatakan dirinya hampir kehilangan dompet saat berada di lokasi. “Untung saya cepat sadar, kalau tidak mungkin sudah hilang,” ujarnya kepada media.
Pihak penyelenggara Abang None Jakarta juga menegaskan akan meningkatkan pengawasan di setiap area acara. Mereka berkoordinasi dengan aparat keamanan agar kasus serupa tidak terulang.
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam keramaian dan tidak mudah percaya dengan atribut profesi tertentu. “Masyarakat harus jeli melihat apakah benar orang tersebut wartawan atau hanya menyamar,” tambah petugas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan semakin kreatif mencari celah. Dengan menyamar sebagai wartawan, mereka bisa lebih leluasa bergerak tanpa dicurigai. Namun, video yang viral sekaligus menjadi bukti penting untuk membantu polisi mengungkap kasus ini.
Pakar kriminologi menilai aksi ini dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap media jika tidak segera ditangani. Karena itu, transparansi penyelidikan dinilai sangat penting agar kasus tidak semakin melebar.
Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati di acara publik. Tidak hanya pencopetan, kejahatan lain bisa saja terjadi jika keamanan longgar.
Saat ini, polisi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan meneliti lebih jauh rekaman video yang beredar. Publik menanti perkembangan lebih lanjut mengenai langkah hukum terhadap pelaku.
Kasus copet berkedok wartawan ini menambah daftar panjang kejahatan di ruang publik ibu kota. Harapannya, aparat dapat segera menangkap para pelaku agar masyarakat kembali merasa aman dalam beraktivitas. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





