Cianjur EKOIN.CO – Seorang wisatawan asal Bekasi mengalami insiden tidak menyenangkan saat hendak menuju kawasan pantai selatan Cianjur. Wisatawan tersebut mengaku diadang dan dipukul oleh sekelompok warga di wilayah Naringgul, Cianjur, pada akhir pekan lalu. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terbaru
Menurut keterangan korban, ia sedang melakukan perjalanan wisata bersama teman-temannya menuju pantai selatan. Namun, ketika melintas di daerah Naringgul, rombongannya dihentikan secara paksa oleh beberapa warga setempat. Dalam video yang beredar, terlihat suasana tegang ketika korban mendapat perlakuan kasar.
Viral di Media Sosial
Video insiden wisatawan diadang warga ini menuai reaksi beragam dari warganet. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut karena dapat merusak citra pariwisata di Cianjur, khususnya kawasan Naringgul yang selama ini dikenal dengan panorama alamnya.
Sejumlah pengguna media sosial juga mempertanyakan alasan warga melakukan tindakan tersebut. Meski begitu, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab insiden. Warganet mendesak aparat agar segera menindaklanjuti kasus ini demi menjaga keamanan wisatawan.
Beberapa saksi mata menyebutkan, sebelum kejadian, sempat terjadi cekcok antara rombongan wisatawan dan warga. Namun, kronologi lengkap masih simpang siur dan menunggu klarifikasi dari pihak berwenang.
Respons Aparat dan Dampak ke Wisata
Pihak kepolisian setempat dilaporkan tengah menyelidiki insiden yang membuat geger masyarakat tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Cianjur.
“Kasus ini sedang kami dalami, dan kami akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan,” ujar salah satu perwakilan kepolisian setempat. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa kasus tidak akan dibiarkan tanpa kepastian hukum.
Insiden tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pariwisata. Beberapa pengusaha wisata berharap kasus serupa tidak terjadi lagi karena dapat berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Mereka menekankan pentingnya menjaga kenyamanan dan rasa aman di kawasan wisata.
Tokoh masyarakat setempat juga angkat bicara, mengajak semua pihak menahan diri. Menurutnya, konflik kecil sebaiknya tidak dibiarkan berkembang menjadi masalah besar yang berimbas pada citra wilayah.
Kini, wisatawan yang sempat menjadi korban mengaku masih trauma. Ia meminta agar aparat segera memberi kepastian hukum agar peristiwa serupa tidak dialami wisatawan lain.
Dengan adanya kasus ini, perhatian publik kembali tertuju pada pentingnya menjaga ketertiban di jalur wisata. Kolaborasi antara warga, pemerintah daerah, dan wisatawan diharapkan dapat menciptakan iklim wisata yang aman serta nyaman di Naringgul dan sekitarnya.
( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





