Sisilia, EKOIN.CO- Wanda Hamidah kembali menghadapi kendala dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Perjalanan laut yang direncanakan melalui kapal Sumud Nusantara terpaksa tertunda karena kapten kapal melarikan diri setelah menerima bayaran. Peristiwa ini menambah panjang daftar hambatan yang dialami rombongan Global Sumud Flotilla dalam aksinya menembus blokade Gaza.
Menurut Wanda, pihaknya kini tengah melakukan seleksi ketat untuk mencari kapten, co-captain, serta mekanik baru. Hal ini dilakukan agar keberangkatan tidak kembali mengalami penundaan. “Doakan kami berhasil berlayar mengarungi Laut Mediterania,” ujarnya dalam pernyataan terbaru.
Kapten Kapal Hilang Usai Dibayar
Rombongan yang berangkat dengan kapal Sumud Nusantara sebelumnya sudah memastikan kesiapan perjalanan. Namun, kapten kapal justru menghilang setelah menerima bayaran penuh. Kejadian ini memaksa tim untuk segera mencari pengganti agar misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan.
Untuk mengantisipasi gangguan serupa, kapal kini telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, tepatnya di Pelabuhan Marzamemi, Sisilia. Pemindahan ini dinilai penting agar perjalanan bisa dipersiapkan ulang dengan lebih tenang dan terjamin keamanannya.
Aksi yang diikuti Wanda Hamidah ini bukanlah perjalanan biasa, melainkan bagian dari konvoi damai bertajuk Global Sumud Flotilla. Gerakan internasional tersebut berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut dengan membawa misi kemanusiaan.
Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Wanda telah berada di Sisilia, Italia, selama dua pekan terakhir setelah sebelumnya sempat tertahan dua minggu di Tunisia. Meski penuh rintangan, dirinya bersama rombongan Global Sumud Flotilla tetap berkomitmen melanjutkan perjuangan.
Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan yang melibatkan banyak aktivis dari berbagai negara. Mereka menggunakan kapal sebagai simbol solidaritas untuk membantu warga Gaza yang hingga kini masih berada dalam blokade.
Perjalanan ini juga menjadi pengingat bahwa aksi kemanusiaan lintas negara membutuhkan koordinasi, dukungan, dan kesiapan ekstra. Setiap hambatan, termasuk kasus kapten kapal kabur, dianggap sebagai ujian bagi komitmen para relawan.
Wanda mengakui tantangan ini berat, tetapi semangat mereka tetap menyala. Ia menyebut bahwa perjuangan menuju Gaza adalah langkah nyata solidaritas global. Dukungan publik dinilai sangat penting agar misi kemanusiaan tetap berjalan hingga mencapai tujuan.
Kapal Sumud Nusantara yang kini berlabuh di Sisilia masih menunggu pengganti awak kapal yang andal. Proses ini menjadi titik krusial sebelum mereka benar-benar mengarungi Laut Mediterania menuju Gaza.
Aksi ini mendapat perhatian luas karena melibatkan tokoh-tokoh internasional dan menjadi simbol keberanian melawan blokade. Bagi para aktivis, keberhasilan berlayar menuju Gaza akan menjadi capaian bersejarah.
Dengan berbagai persiapan ulang yang sedang dilakukan, rombongan optimistis dapat segera melanjutkan perjalanan. Harapan besar dititipkan agar aksi ini benar-benar sampai ke Gaza sebagai bentuk dukungan nyata untuk kemanusiaan.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





