EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA MEGAPOLITAN
Diskusi GMNI Jaksel Soroti Reformasi Kepolisian  Dinilai Gagal

Diskusi GMNI Jaksel Soroti Reformasi Kepolisian Dinilai Gagal

Reformasi kepolisian dinilai mandek dan kian menjauh dari cita-cita reformasi 1998. GMNI Jaksel menekankan perlunya perubahan kultural dan struktural dalam tubuh Polri.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
3 Oktober 2025
Kategori MEGAPOLITAN, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Diskusi pra-Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Selatan pada Rabu (2/10) menyoroti tajam soal reformasi kepolisian. Dalam forum bertajuk “Reformasi Kepolisian: Menegakkan Kembali Supremasi Sipil atau Mempertahankan Kekuasaan”, para narasumber menilai institusi kepolisian kian menjauh dari cita-cita reformasi, bahkan dianggap menjadi alat status quo. Kata kunci yang terus disuarakan sepanjang diskusi adalah reformasi kepolisian.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Sorotan atas Kepemimpinan Polri

Diskusi di sekretariat DPC GMNI Jaksel tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar, mulai dari akademisi hingga aktivis. Mereka adalah Antonius Danar dari Strategi Institute, pengamat politik Ray Rangkuti, Guru Besar Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran Prof. Muradi, serta Romo Setyo dari Gerakan Nurani Bangsa. Acara dipandu oleh kader GMNI, Lotfy Konyora.

Romo Setyo menegaskan, reformasi kepolisian tidak bisa hanya dilakukan di level teknis. Menurutnya, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sudah menjadi habitus di tubuh Polri. “Yang esensial dari reformasi kepolisian harus dilihat dari aspek kultural dan struktural. Habitus KKN sudah mengakar. Perubahan tidak bisa sekadar administratif, melainkan harus melalui tekanan sejarah dan revolusi pemikiran,” ujarnya.

Prof. Muradi menyoroti empat krisis besar yang pernah mengguncang kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yakni kasus Sambo, tragedi Kanjuruhan, kasus narkoba Teddy Minahasa, dan kematian seorang pengemudi ojek online. Menurutnya, rentetan kasus tersebut menunjukkan persoalan Polri bersifat struktural.

“Empat gelombang krisis itu seharusnya menjadi pelajaran bahwa masalah kepolisian bukan sekadar oknum, melainkan struktural. Persoalan pengawasan masih lemah, Kompolnas tidak memiliki kekuatan yang memadai,” tegas Muradi. Ia juga mengusulkan pembatasan jabatan Kapolri maksimal tiga tahun, memperkuat Kompolnas dengan kewenangan nyata, serta membatasi peran polisi aktif di jabatan sipil.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

DPR, Utang Politik, dan Aktivis

Sementara itu, pengamat politik Ray Rangkuti menilai lemahnya desain institusional kepolisian turut dipengaruhi mekanisme fit and proper test di DPR. Menurutnya, proses itu justru melahirkan pimpinan Polri dengan banyak utang budi politik.

“Reformasi kepolisian harus dimulai dengan mencopot Kapolri. Selama empat tahun terakhir, citra Polri makin terpuruk, bahkan muncul narasi ‘Parcok’ terkait dugaan keterlibatan polisi dalam pemilu dan pilkada,” kata Ray.

Ia juga mengecam kriminalisasi terhadap lebih dari 900 aktivis yang terjadi beberapa waktu lalu. “Bagi polisi, aktivis lebih berbahaya dari koruptor. Ini menunjukkan keberpihakan Polri bukan pada rakyat, melainkan pada penguasa dan kapital,” ujarnya.

Antonius Danar menambahkan, perubahan yang paling penting justru berada di ranah kultural. Ia mengutip pernyataan Gus Dur yang menyebut hanya ada tiga polisi baik: “Polisi Tidur, Jenderal Hoegeng, dan Patung Polisi.” Pandangan ini, menurutnya, menjadi cermin mendalam atas tantangan reformasi kepolisian di Indonesia.

Diskusi GMNI Jaksel ini menegaskan perlunya desakan publik untuk mengawal transformasi kepolisian agar kembali pada cita-cita reformasi 1998. Sebab tanpa reformasi mendasar, kepolisian dikhawatirkan semakin menjauh dari rakyat dan terus berada dalam lingkaran kekuasaan serta modal.

Diskusi yang digelar GMNI Jaksel memperlihatkan bahwa reformasi kepolisian masih menjadi pekerjaan besar. Banyak pihak menilai perubahan tidak bisa lagi bersifat administratif, tetapi harus menyentuh aspek struktural dan kultural.

Para narasumber menekankan bahwa tanpa perubahan mendasar, Polri berisiko semakin terjebak dalam praktik KKN. Hal ini dianggap berbahaya karena menjauhkan polisi dari fungsi idealnya sebagai pengayom masyarakat.

Krisis yang berulang dalam institusi Polri menjadi cermin lemahnya pengawasan. Usulan seperti memperkuat Kompolnas hingga membatasi jabatan Kapolri dianggap sebagai langkah awal menuju reformasi yang lebih nyata.

Keterlibatan politik dalam seleksi pimpinan Polri dinilai semakin memperumit situasi. Jika tidak diatasi, kepolisian akan tetap menjadi instrumen kekuasaan, bukan pelindung masyarakat.

Publik didorong untuk terus mendesak agenda reformasi kepolisian demi mengembalikan marwah hukum dan supremasi sipil di Indonesia. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: DPRGMNIKapolriPolrireformasi kepolisiansupremasi sipil
Post Sebelumnya

Akademisi Tia Mariatul Kibtiah: Kita Harus Bangga Trump Puji Pidato Prabowo

Post Selanjutnya

DPP DEKRAFMI Audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, Perkuat Kolaborasi Majukan Ekonomi Kreatif Nasional

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
DPP DEKRAFMI Audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, Perkuat Kolaborasi Majukan Ekonomi Kreatif Nasional

DPP DEKRAFMI Audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, Perkuat Kolaborasi Majukan Ekonomi Kreatif Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.