Jakarta, Ekoin.co – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI saat ini tengah gencar mendorong optimalisasi transformasi digital melalui berbagai sektor riil, salah satunya lewat Digitalisasi Ekosistem Pasar BSI. Langkah strategis ini perusahaan ambil sebagai upaya nyata untuk mendekatkan layanan perbankan syariah kepada seluruh segmen nasabah tanpa terkecuali. Fokus utama dari penetrasi ini adalah meningkatkan pemahaman serta penggunaan produk keuangan syariah di tengah masyarakat luas. Melalui pasar, BSI berharap mampu membangun pondasi ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menjelaskan bahwa pasar merupakan pusat perputaran ekonomi harian yang sangat krusial bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran layanan perbankan yang cepat dan efisien menjadi kebutuhan yang tidak bisa tertunda lagi bagi para pedagang. Transformasi digital menjadi faktor kunci untuk mengakselerasi peningkatan inklusi layanan syariah di berbagai daerah. Perusahaan terus memetakan profil nasabah yang membutuhkan akses keuangan tersebut agar bantuan dan layanan yang diberikan bisa tepat sasaran.
Sepanjang tahun 2026 ini, BSI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan digitalnya hingga ke pelosok pasar tradisional di seluruh Indonesia. Anton Sukarna menegaskan bahwa pedagang pasar menjadi salah satu prioritas utama yang harus segera mendapatkan akses layanan digital perbankan. Kehadiran infrastruktur digital yang mumpuni akan membantu para pelaku usaha kecil dalam mengelola keuangan mereka secara lebih profesional. Dengan demikian, transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli dapat berlangsung secara aman, transparan, serta mengikuti prinsip-prinsip syariah.
“Pasar menjadi salah satu tempat perputaran ekonomi harian masyarakat. Untuk itu kami hadir mempercepat transaksi jual beli melalui optimalisasi layanan digital yang dimiliki BSI,” ujar Anton Sukarna saat memberikan keterangan resmi terkait program tersebut. Pihaknya melihat bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar untuk meningkatkan daya saing UMKM. Kehadiran BSI di tengah pasar tradisional diharapkan mampu mengubah pola transaksi konvensional menjadi lebih modern dan terdigitalisasi secara penuh.
Secara nasional, proses transformasi digital yang BSI jalankan kini sudah masuk ke dalam ekosistem transaksi yang semakin meluas dan beragam. Hingga periode November 2025 yang lalu, data menunjukkan pertumbuhan signifikan pada jumlah perangkat pendukung transaksi digital milik perusahaan. Jumlah BSI EDC dan BSI QRIS yang tersebar di berbagai wilayah kini tercatat sudah menjangkau lebih dari 570 merchant secara total. Capaian ini menjadi bukti bahwa pelaku usaha mulai menyadari manfaat besar dari penggunaan kanal elektronik perbankan syariah.
Volume transaksi melalui sistem elektronik ini juga menunjukkan angka yang sangat fantastis sepanjang tahun berjalan hingga saat ini. Tercatat jumlah transaksi digital BSI telah mencapai lebih dari 90 juta transaksi year to date hingga akhir tahun lalu. Peningkatan angka tersebut berbanding lurus dengan banyaknya segmen usaha yang mulai beralih menggunakan e-channel resmi dari BSI. Masyarakat juga merasa terbantu dengan kemudahan layanan yang kompetitif serta fitur-fitur yang lengkap dan sangat user-friendly bagi pengguna baru.
Lapak BSI Perkuat Akses Pembiayaan Syariah UMKM
Untuk memperkuat layanan di jantung ekonomi rakyat, saat ini perusahaan juga telah meluncurkan program Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM atau Lapak BSI. Pada tahap awal pengoperasiannya, Lapak BSI ini secara resmi telah ditempatkan di 31 titik pasar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kehadiran unit layanan fisik di dalam pasar ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan perbankan pedagang tanpa mereka harus meninggalkan kios dagangan. Layanan yang tersedia di Lapak BSI mencakup berbagai kebutuhan finansial yang sangat mendasar hingga yang bersifat investasi jangka panjang.
Melalui Lapak BSI, para pedagang dan pengunjung pasar kini dapat melakukan pembukaan rekening baru secara cepat dan mudah di tempat. Selain itu, tersedia juga layanan pengelolaan emas yang sangat diminati masyarakat, seperti fasilitas cicilan emas serta gadai emas syariah yang aman. Pengguna aplikasi BYOND juga dapat menikmati fitur Bank EMAS untuk mengelola aset mulia mereka secara digital melalui ponsel pintar masing-masing. Fasilitas ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi nasabah yang ingin mengamankan nilai kekayaan mereka melalui instrumen yang halal dan terpercaya.
Pihak bank juga menyediakan akses terhadap pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR Syariah melalui kehadiran unit Lapak BSI di lokasi tersebut. Para pengusaha mikro dapat melakukan konsultasi perbankan syariah secara langsung dengan petugas yang kompeten untuk mendapatkan solusi permodalan terbaik. Kerja sama ini juga melibatkan kolaborasi dengan BSI Agen yang sudah ada di sekitar pasar guna memperluas titik jangkauan transaksi. Segala bentuk layanan mulai dari penarikan tunai hingga pembayaran tagihan kini dapat dilakukan hanya dalam satu ekosistem pasar yang terintegrasi.

Sinergi Semarak Pasar dan Aplikasi BYOND
Perluasan kolaborasi menjadi strategi berikutnya yang perusahaan jalankan dengan menggandeng berbagai pihak seperti pengelola pasar dan pemerintah daerah setempat. BSI aktif menjalin kemitraan dengan komunitas UMKM untuk memperkuat rantai ekonomi halal yang menjadi misi besar perbankan syariah nasional. Penguatan ekosistem halal ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi produk-produk lokal yang dipasarkan melalui jaringan pasar tradisional. Sinergi ini mencakup aspek pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan infrastruktur pembayaran digital yang terstandarisasi bagi seluruh pedagang pasar.
Melalui program khusus bertajuk Semarak Pasar, BSI gencar melakukan sosialisasi intensif mengenai penggunaan layanan digital kepada para pedagang secara tatap muka. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara penggunaan e-channel BSI secara aman dan efektif dalam kegiatan sehari-hari. Beberapa kanal yang diperkenalkan secara masif antara lain aplikasi BYOND by BSI, pemanfaatan kode QRIS, serta penggunaan mesin EDC di meja kasir. Sosialisasi ini sangat penting untuk membangun kepercayaan nasabah terhadap sistem keamanan transaksi digital perbankan syariah yang modern.
Inisiatif digitalisasi ini juga membantu pemerintah dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di kalangan masyarakat menengah ke bawah secara berkelanjutan. BSI terus berinovasi untuk menyederhanakan proses transaksi agar tidak membingungkan bagi para pedagang senior yang mungkin masih awam terhadap teknologi. Kemudahan akses keuangan ini diharapkan mampu memutus rantai ketergantungan pedagang terhadap pinjaman tidak resmi yang seringkali memberatkan. Kehadiran pembiayaan syariah yang adil menjadi solusi cerdas untuk memajukan kesejahteraan para pengusaha pasar di seluruh pelosok negeri.
Pertumbuhan jumlah transaksi yang terus merangkak naik mencerminkan optimisme tinggi terhadap masa depan perbankan syariah di tanah air. BSI bertekad untuk terus menambah jumlah pasar yang terdigitalisasi hingga mencapai target cakupan nasional yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang. Inovasi fitur pada aplikasi BYOND akan terus dikembangkan agar mampu memenuhi segala jenis kebutuhan transaksi yang unik di pasar tradisional. Penguatan ekosistem pasar digital ini pada akhirnya akan menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia di kancah global.
Program Digitalisasi Ekosistem Pasar BSI juga memberikan dampak positif bagi sisi transparansi pelaporan keuangan para pelaku usaha mikro dan menengah. Dengan transaksi yang tercatat secara digital, pedagang memiliki rekam jejak keuangan yang lebih rapi sehingga memudahkan mereka saat mengajukan tambahan modal usaha. Bank dapat menilai kelayakan kredit dengan lebih akurat berdasarkan data transaksi harian yang terekam dalam sistem QRIS atau EDC. Transformasi ini menciptakan sebuah ekosistem yang saling menguntungkan bagi nasabah maupun institusi perbankan dalam jangka waktu yang panjang.
Bank syariah terbesar di Indonesia ini akan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan tren teknologi finansial yang terus berubah dengan sangat cepat. BSI percaya bahwa dengan memperkuat ekonomi dari akar rumput, maka ketahanan ekonomi nasional secara umum akan semakin kokoh menghadapi tantangan. Komitmen perusahaan dalam mendigitalisasi pasar tradisional merupakan wujud nyata pengabdian untuk umat dan bangsa melalui jalur keuangan syariah yang profesional. Setiap langkah inovasi yang diambil selalu berorientasi pada kemudahan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat yang terlibat dalam mata rantai ekonomi pasar.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Pedagang di pasar tradisional sebaiknya mulai memanfaatkan fasilitas pembayaran digital yang disediakan oleh pihak perbankan guna meningkatkan efisiensi usaha sehari-hari. Penggunaan kode QRIS sangat membantu dalam menghindari risiko penerimaan uang palsu serta memudahkan dalam memberikan kembalian kepada pembeli dengan nilai yang tepat. Selain itu, catatan transaksi digital akan sangat membantu pedagang saat ingin mengajukan pinjaman modal usaha secara resmi di masa depan.
Masyarakat yang sering berbelanja ke pasar juga disarankan untuk mulai beralih menggunakan aplikasi mobile banking seperti BYOND untuk kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai. Membawa uang tunai dalam jumlah besar di tempat keramaian seringkali memiliki risiko keamanan yang cukup tinggi bagi para pengunjung pasar. Dengan fitur scan QRIS, proses pembayaran menjadi jauh lebih praktis dan higienis terutama di area pasar yang padat dengan aktivitas jual beli.
Para pengelola pasar dan pemerintah daerah perlu memberikan dukungan penuh terhadap infrastruktur internet yang stabil agar program digitalisasi ekosistem ini dapat berjalan maksimal. Sinergi antara kebijakan pengelola pasar dan layanan perbankan syariah akan menciptakan lingkungan belanja yang modern serta nyaman bagi semua pihak. Edukasi berkelanjutan mengenai keamanan siber juga sangat penting diberikan kepada pedagang agar mereka tidak mudah terjebak oleh modus penipuan digital.
Pelaku UMKM di pasar dapat memanfaatkan layanan konsultasi keuangan di Lapak BSI untuk mendapatkan informasi mengenai pembiayaan syariah yang sesuai dengan kapasitas usaha. Program KUR Syariah menawarkan margin yang sangat kompetitif sehingga tidak akan memberatkan arus kas usaha mikro yang baru berkembang. Memiliki perencanaan keuangan yang matang melalui produk investasi emas juga bisa menjadi pilihan bijak untuk menjamin keberlanjutan ekonomi keluarga pedagang.
Inovasi berkelanjutan dari sisi fitur perbankan harus terus dilakukan oleh pihak manajemen agar aplikasi digital tetap relevan dengan kebutuhan khas pedagang pasar. Pengembang aplikasi perlu memastikan bahwa antarmuka pengguna tetap sederhana namun memiliki sistem keamanan yang sangat ketat untuk melindungi saldo nasabah. Dengan dukungan teknologi yang tepat, pasar tradisional Indonesia akan mampu bertahan dan tetap eksis bersaing dengan pusat perbelanjaan modern lainnya.
Kesimpulan dari program ini menunjukkan bahwa digitalisasi ekosistem pasar merupakan kunci utama dalam mempercepat inklusi keuangan syariah di Indonesia secara menyeluruh. Kehadiran unit fisik seperti Lapak BSI terbukti sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan antara layanan perbankan formal dengan kebutuhan pedagang tradisional. Peningkatan jumlah transaksi digital yang signifikan menjadi indikator kuat bahwa masyarakat mulai nyaman bertransaksi secara syariah melalui kanal elektronik.
Program Semarak Pasar yang dibarengi dengan sosialisasi langsung membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah yang modern dan transparan. Transformasi ini tidak hanya memudahkan dari sisi teknis pembayaran, tetapi juga membantu pedagang dalam menata administrasi keuangan usaha mereka secara lebih profesional. Melalui rekam jejak digital yang baik, UMKM di pasar tradisional memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan permodal yang legal.
Integrasi antara layanan perbankan, pengelolaan aset emas, serta pembiayaan usaha dalam satu platform aplikasi merupakan terobosan yang sangat visioner bagi ekonomi rakyat. Hal ini memungkinkan nasabah untuk melakukan perencanaan keuangan yang komprehensif tanpa harus berpindah ke banyak lembaga keuangan yang berbeda. Strategi ini memperkuat posisi BSI sebagai mitra utama dalam pengembangan rantai ekonomi halal yang menjadi cita-cita bangsa.
Kolaborasi yang apik antara perbankan, pemerintah, dan komunitas UMKM menjadi modal utama dalam mewujudkan ekosistem pasar yang berdaya saing tinggi. Digitalisasi ini bukan bermaksud menghilangkan keunikan pasar tradisional, melainkan memperkuat eksistensinya melalui kemudahan akses teknologi keuangan terkini. Dengan ekosistem yang terdigitalisasi, perputaran uang di pasar dapat terpantau lebih baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, upaya yang dijalankan oleh BSI ini menjadi contoh nyata bagaimana perbankan syariah mampu hadir di garda terdepan dalam mendampingi ekonomi arus bawah. Keberhasilan digitalisasi pasar ini diharapkan dapat segera diikuti oleh sektor-sektor riil lainnya guna memperkuat struktur ekonomi nasional yang inklusif. Masa depan pasar tradisional di Indonesia akan semakin cerah dengan dukungan sistem keuangan syariah yang handal, transparan, dan penuh keberkahan bagi semua.(*)





