Jakarta, Ekoin.co – Awal tahun 2026 menjadi penanda duka bagi dunia hiburan Tanah Air. Lucky Widja, vokalis grup band legendaris Element berpulang untuk selamanya. Pelantun lagu Rahasia Hati itu mengembuskan napas terakhir di RS Halim, Jakarta, Minggu (25/1/2026) malam.
Kepergian Lucky bukan sekadar kabar kematian seorang musisi. Ia adalah gugurnya satu suara yang pernah mengisi patah hati, harapan, dan kenangan jutaan pendengar musik era 2000-an.
Kabar duka itu dikonfirmasi langsung oleh Ferdy Tahier, rekan duet sekaligus sahabat terdekat Lucky di Element. Melalui unggahan Instagram yang emosional dan tanpa basa-basi, Ferdy menumpahkan kehilangan yang terasa telanjang dan jujur.
“Selamat jalan sahabat gw, ade gw, partner gw di panggung. Lo udah tenang, gak sakit lagi, gak perlu cuci darah lagi, gak perlu oxygen lagi,” tulis Ferdy.
Kalimat singkat itu menjadi penanda bahwa Lucky telah lama berjuang melawan penyakit serius—sebuah pertarungan sunyi yang tak banyak diketahui publik, namun menggerogoti perlahan tubuh dan napasnya.
Bagi penggemar Element, Lucky bukan sekadar vokalis pendamping. Ia adalah penyeimbang jiwa. Suara lembut dan tenangnya menjadi harmoni yang mengikat karakter vokal Ferdy dalam lagu-lagu ikonik seperti Cinta Tak Bersyarat, Maaf Dari Surga, hingga Rahasia Hati—lagu-lagu yang kini terasa lebih sunyi saat diputar ulang.
Ferdy pun tak menyembunyikan ketakutannya menghadapi panggung tanpa Lucky.
“Gw sendirian di panggung nyanyinya sekarang. Semoga gw bisa ya nyanyi sendiri,” tulisnya lirih.
Element, yang selama ini dikenal sebagai band dengan dua vokal yang saling mengisi, kini kehilangan satu poros penting. Bagi Ferdy, kehilangan ini bukan hanya soal musik, tetapi tentang kehilangan saudara seperjalanan hidup.
Jenazah Lucky Widja rencananya dimakamkan Senin (26/1/2026) siang di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Kepergian Lucky menutup lembaran panjang perjalanan seorang seniman yang memulai karier dari dunia model, lalu menjelma menjadi salah satu ikon vokalis band papan atas Indonesia. Suaranya pernah menjadi latar kisah cinta, perpisahan, dan doa diam-diam generasi 2000-an.
Kini, panggung itu tetap ada. Lagu-lagu itu masih diputar.
Namun satu suara telah pulang lebih dulu.
Selamat jalan, Lucky Widja.
Nada suaramu mungkin telah diam, tapi gaungnya akan tinggal lama. (*)





