Ekoin.co – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspensi) perdagangan tiga emiten sekaligus mulai sesi I perdagangan Rabu (28/1).
Langkah ini ditempuh setelah ketiga saham tersebut mencatatkan lonjakan harga yang sangat signifikan dalam waktu singkat, sehingga memicu perlunya perlindungan bagi investor.
Ketiga emiten yang terkena “gembok” bursa tersebut adalah PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI), PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI), dan PT Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN).
Fungsi ‘Cooling Down’ dan Perlindungan Investor
Manajemen BEI menjelaskan bahwa keputusan suspensi ini bertujuan sebagai sarana cooling down di pasar modal.
Hal ini dimaksudkan agar para pelaku pasar memiliki waktu yang memadai untuk mempertimbangkan kembali keputusan investasinya secara matang berdasarkan informasi yang tersedia, sekaligus meredam fluktuasi harga yang terlalu liar.
“BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PLAN, LMPI, dan INAI di Pasar Reguler dan Pasar Tunai demi perlindungan investor,” tulis pengumuman resmi bursa, Rabu (28/1).
Rapor Kenaikan Harga yang Fantastis
Berdasarkan data pasar, ketiga emiten ini menunjukkan performa harga yang melampaui batas kewajaran sejak awal tahun (year to date). Berikut adalah rincian performanya:
| Emiten | Lonjakan Sebulan | Lonjakan YTD | Harga Terakhir |
| PLAN | +130,43% | +135,56% | Rp106 |
| LMPI | +129,20% | +125,90% | Rp314 |
| INAI | +94,67% | +98,64% | Rp292 |
Saham PLAN mengawali sentimen ini dengan kenaikan harian 9,28% pada awal pekan. Sementara itu, LMPI dan INAI mencatatkan kenaikan lebih ekstrem di atas 24% pada sesi perdagangan terakhir sebelum akhirnya diputuskan untuk disuspensi oleh otoritas bursa.
Imbauan bagi Pelaku Pasar
Pihak otoritas bursa meminta para pemangku kepentingan, terutama investor ritel, untuk selalu mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Langkah ini krusial untuk memastikan apakah lonjakan harga tersebut didorong oleh aksi korporasi yang nyata atau sekadar spekulasi pasar yang berisiko.
Hingga berita ini diturunkan, BEI belum memberikan kepastian mengenai kapan gembok perdagangan ketiga saham tersebut akan dibuka kembali. Para investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi saat perdagangan kembali dimulai nanti. (*)





