EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Menko Airlangga: Transisi Hijau Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja. Sumber dok ekon.go.id

Menko Airlangga: Transisi Hijau Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja. Sumber dok ekon.go.id

Menko Airlangga Dorong Transisi Hijau Sebagai Pilar Kemandirian Bangsa

Pemerintah Indonesia secara resmi mempercepat langkah transisi hijau guna memperkuat kemandirian bangsa dan daya saing ekonomi sesuai visi Asta Cita.

Agus DJ oleh Agus DJ
28 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Balikpapan, Ekoin.co – Transisi hijau terus didorong oleh Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional yang krusial dalam memperkuat kemandirian bangsa. Langkah ini diambil guna meningkatkan daya saing ekonomi nasional agar sejalan dengan visi besar Asta Cita yang telah dicanangkan. Sejalan dengan komitmen global, Indonesia secara resmi telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca melalui Nationally Determined Contribution sebesar 31,89% pada tahun 2030. Upaya mandiri tersebut bahkan dapat ditingkatkan hingga mencapai 43,20% apabila mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat internasional. Transformasi ini menjadi kunci utama bagi masa depan lingkungan dan stabilitas finansial dalam jangka panjang.

Pelaksanaan transformasi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama yang saling terintegrasi satu sama lain. Pilar pertama mencakup pengembangan energi hijau, disusul dengan penguatan ekonomi hijau, serta pilar ketiga yakni penciptaan lapangan kerja hijau. Ketiga pilar ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses peralihan energi berjalan secara inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Pemerintah berkeyakinan bahwa pendekatan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto nasional. Melalui manajemen yang tepat, Indonesia optimis mampu menjadi pemimpin dalam sektor energi bersih di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pandangan strategisnya saat menghadiri Seminar Nasional di Universitas Balikpapan pada Selasa, 27 Januari 2026. Beliau menjelaskan bahwa ambisi besar tersebut membutuhkan landasan ekonomi makro yang kokoh agar transformasi lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan. Menko Airlangga menekankan bahwa ketahanan ekonomi saat ini menjadi modal utama bagi Indonesia dalam membiayai berbagai proyek infrastruktur energi baru terbarukan. Tanpa stabilitas ekonomi yang terjaga, upaya peralihan menuju energi bersih akan menghadapi tantangan yang sangat berat di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah terus memantau indikator makro secara cermat setiap periodenya.

“Ambisi besar tersebut tentu membutuhkan landasan ekonomi makro yang kokoh agar transformasi ini dapat berjalan berkelanjutan,” jelas Airlangga Hartarto dalam seminar yang membahas peluang kerja di masa depan tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan lingkungan dan kebijakan ekonomi harus berjalan beriringan tanpa mengesampingkan salah satunya. Pemerintah melihat bahwa investasi pada sektor hijau merupakan investasi masa depan yang akan menghasilkan return yang stabil bagi negara. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia siap menghadapi dinamika global yang terus berubah dengan cepat terutama dalam isu perubahan iklim.

Kinerja perekonomian nasional saat ini menunjukkan ketahanan yang sangat solid dengan capaian pertumbuhan pada kuartal ketiga tahun 2025 sebesar 5,04%. Selain itu, tingkat inflasi per Desember 2025 tetap terkendali pada level 2,92% yang menandakan stabilitas harga di pasar domestik terjaga baik. Proyeksi pertumbuhan ekonomi mendatang diperkirakan tetap kuat pada angka 5,2% di tahun 2025 dan meningkat menjadi 5,4% pada tahun 2026. Sentimen positif ini didukung oleh Indeks Harga Saham Gabungan yang mencatatkan rekor tertinggi serta indeks keyakinan konsumen yang tetap optimistis. Fondasi ini memberikan ruang fiskal yang cukup luas bagi pemerintah untuk mendukung investasi strategis di sektor energi.

Berita Menarik Pilihan

AHY Ajak IKASTARA Berkolaborasi Bangun Infrastruktur dan Wilayah

Bank Mandiri Kenalkan Mandiri Looping for Life Lewat Parfum

Dilihat dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 kembali mencatatkan surplus sebesar USD2,66 miliar secara konsisten. Surplus kumulatif selama hampir tujuh tahun terakhir menunjukkan bahwa daya saing komoditas ekspor Indonesia masih sangat diperhitungkan di pasar dunia. Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 juga tumbuh mengesankan sebesar 12,7% dengan total mencapai Rp1.931 triliun dari penanaman modal dalam dan luar negeri. Cadangan devisa yang berada pada level tinggi sebesar USD156,5 miliar semakin memperkuat benteng pertahanan ekonomi nasional menghadapi volatilitas global. Pertumbuhan kredit investasi yang terjaga sebesar 9,3% turut memberikan dorongan bagi pengembangan sektor energi bersih di berbagai daerah.

Menko Airlangga: Transisi Hijau Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja. Sumber dok ekon.go.id
Menko Airlangga: Transisi Hijau Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja. Sumber dok ekon.go.id

Potensi Energi Baru Terbarukan Dalam Skema Transisi Hijau

Percepatan peralihan energi menjadi langkah nyata bagi Indonesia untuk meraih kedaulatan energi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan. Berdasarkan data teknis, Indonesia memiliki potensi Energi Baru dan Terbarukan yang sangat melimpah dengan total kapasitas mencapai 3.686 GW. Wilayah Kalimantan sendiri menyumbang potensi yang cukup fantastis yakni sekitar 517 GW yang sebagian besar didominasi oleh energi surya. Pemerintah berencana mengoptimalkan kekayaan alam ini untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik maupun keperluan industri hijau di masa depan. Pemanfaatan sumber daya alam secara bijak akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif.

Guna mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah tengah mendorong pembangunan infrastruktur green super grid sepanjang kurang lebih 70 ribu kilometer. Selain itu, pengembangan biofuel jenis B40 hingga B50 terus diakselerasi guna mengurangi impor minyak mentah dan memperkuat devisa negara. Pemerintah juga mulai melirik pengembangan bahan bakar pesawat ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen dekarbonisasi di sektor transportasi udara. Berbagai teknologi canggih seperti pemanfaatan hidrogen, energi nuklir, serta green ammonia kini masuk dalam peta jalan energi nasional. Penerapan teknologi penangkapan karbon juga dikembangkan guna menekan emisi di sektor industri berat secara signifikan.

Pengembangan ekonomi berkelanjutan terus didorong sebagai pendekatan baru dalam pembangunan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk nasional. Pemerintah secara konsisten memacu program hilirisasi komoditas mentah seperti pasir silika untuk diolah menjadi panel surya di dalam negeri. Selain itu, mineral strategis kini dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung produksi baterai kendaraan listrik guna memperkuat struktur industri ramah lingkungan. Hilirisasi ini tidak hanya meningkatkan nilai ekspor tetapi juga memastikan bahwa industri dalam negeri memiliki daya saing yang tinggi. Dengan demikian, Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam rantai pasok global teknologi hijau yang sedang berkembang pesat.

Membangun SDM Unggul Untuk Peluang Kerja Transisi Hijau

Pendekatan ekonomi hijau ternyata tidak hanya berorientasi pada kelestarian alam semata, namun juga membuka peluang kerja nyata bagi generasi muda. Berdasarkan proyeksi kementerian, transisi menuju ekonomi ramah lingkungan ini mampu menciptakan sekitar 4,4 juta lapangan kerja baru di masa mendatang. Porsi tenaga kerja hijau diperkirakan akan mencapai sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional pada tahun 2029 mendatang. Bidang-bidang yang ditawarkan mencakup posisi strategis mulai dari teknisi energi terbarukan, spesialis pengelolaan lingkungan, hingga pengelola kota pintar. Peluang ini menjadi angin segar bagi lulusan perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional.

Dalam upaya mendukung kesiapan sumber daya manusia, pemerintah melaksanakan Program Magang Nasional bagi 100 ribu lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Para peserta magang akan mendapatkan uang saku yang setara dengan upah minimum sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peningkatan kompetensi. Pemerintah telah menyiapkan ekosistem serta arah kebijakan yang jelas agar para mahasiswa dapat membekali diri dengan keahlian yang relevan. Mahasiswa diharapkan aktif mengambil peran strategis dalam mengisi kebutuhan industri di masa ekonomi masa depan yang lebih bersih. Kesiapan mental dan keahlian teknis menjadi faktor penentu bagi keberhasilan transisi ini di tingkat tenaga kerja.

“Untuk mendukung kesiapan SDM, Pemerintah melaksanakan Program Magang Nasional bagi 100 ribu lulusan perguruan tinggi dengan uang saku setara upah minimum. Pemerintah menyiapkan ekosistem dan arah kebijakan, karena itu mahasiswa-mahasiswi diharapkan membekali diri agar siap mengisi peran strategis dalam ekonomi masa depan,” pungkas Menko Airlangga Hartarto dalam sambutannya. Pesan ini ditujukan agar para akademisi dan mahasiswa dapat menyelaraskan kurikulum serta minat studi dengan tren industri global. Pemerintah berkomitmen memberikan fasilitas pelatihan dan sertifikasi guna menjamin kualitas tenaga kerja lokal yang kompetitif. Kerjasama antara dunia pendidikan dan industri hijau harus terus dipererat agar penyerapan tenaga kerja berjalan optimal.

Acara seminar nasional di Kalimantan Timur tersebut turut dihadiri oleh berbagai pejabat teras kementerian serta pimpinan universitas setempat. Hadir di antaranya Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian serta jajaran Pembina dan Rektor Universitas Balikpapan. Partisipasi dari pihak yayasan mitra hijau serta perwakilan jaringan aksi Asia Tenggara menambah bobot diskusi mengenai implementasi kebijakan di tingkat daerah. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, akademisi, dan organisasi non-pemerintah dalam mengawal isu transisi energi. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan.

Pemerintah terus memastikan bahwa setiap daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur, memiliki kesiapan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan industri hijau. Dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara di wilayah tersebut, integrasi antara pembangunan kota modern dan energi bersih menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar. Kalimantan diproyeksikan menjadi hub energi baru terbarukan yang akan menyuplai kebutuhan listrik hijau bagi kawasan sekitarnya. Hal ini selaras dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan pemerataan pembangunan yang berbasis pada potensi lokal masing-masing wilayah. Keberhasilan transisi di Kalimantan akan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan.

Melalui strategi yang komprehensif ini, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target net zero emission sesuai kesepakatan internasional. Dukungan dari sektor swasta dan perbankan dalam pembiayaan hijau juga menunjukkan tren yang semakin positif setiap tahunnya. Transformasi ekonomi ini memang membutuhkan proses yang panjang dan biaya yang tidak sedikit, namun hasilnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Pemerintah berkomitmen untuk terus konsisten dalam menjalankan peta jalan transisi energi demi menjaga kedaulatan bangsa. Dengan optimisme yang tinggi, Indonesia siap menyongsong era ekonomi baru yang lebih bersih, hijau, dan berdaya saing global.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Pemerintah perlu terus memastikan bahwa regulasi mengenai energi baru terbarukan tetap menarik bagi para investor dalam dan luar negeri. Selain itu, penyediaan infrastruktur pendukung di daerah terpencil sangat krusial agar potensi energi surya dan angin dapat didistribusikan secara merata ke pusat-pusat beban. Mahasiswa di seluruh Indonesia disarankan untuk mengambil program sertifikasi keahlian di bidang teknologi ramah lingkungan guna meningkatkan nilai tawar mereka di pasar kerja global.

Sektor industri manufaktur sebaiknya mulai melakukan audit energi secara rutin guna mengidentifikasi peluang penghematan emisi karbon di setiap lini produksi. Pemanfaatan teknologi digital seperti internet of things dalam pengelolaan energi di gedung-gedung perkantoran juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya efisiensi nasional. Kerjasama antara universitas dan perusahaan energi hijau perlu ditingkatkan melalui program riset bersama yang berorientasi pada pemecahan masalah teknis di lapangan.

Masyarakat secara luas diharapkan mulai beralih menggunakan perangkat rumah tangga yang hemat energi serta mendukung penggunaan transportasi publik berbasis listrik. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi hijau. Dukungan publik terhadap kebijakan pajak karbon akan sangat membantu pemerintah dalam mendanai proyek-proyek energi bersih di masa mendatang.

Program magang nasional harus diawasi secara ketat agar para lulusan perguruan tinggi benar-benar mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Pihak swasta diharapkan memberikan kuota yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal di sekitar lokasi proyek energi baru terbarukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Edukasi mengenai manfaat jangka panjang dari transisi energi perlu terus digencarkan agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi di tingkat masyarakat bawah.

Inovasi dalam pembiayaan hijau seperti green bond dan sukuk hijau perlu terus dikembangkan guna menutup celah pendanaan infrastruktur energi bersih yang sangat besar. Pemerintah daerah harus mempermudah proses perizinan bagi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di wilayah-wilayah yang memiliki intensitas cahaya matahari tinggi. Keberhasilan transisi hijau ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dalam jangka panjang tanpa terpengaruh oleh pergantian kepemimpinan politik.

Kesimpulan dari langkah pemerintah ini menunjukkan bahwa transisi hijau bukan sekadar kewajiban lingkungan, melainkan sebuah peluang emas untuk merestrukturisasi ekonomi nasional. Melalui tiga pilar utama, Indonesia berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan investasi sekaligus memberikan proteksi terhadap kelestarian alam bagi generasi yang akan datang.

Indikator ekonomi makro yang stabil menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas finansial yang cukup untuk membiayai transformasi energi secara mandiri maupun kolaboratif. Pemanfaatan potensi EBT yang luar biasa, terutama di wilayah Kalimantan, akan menjadi tulang punggung bagi kedaulatan energi nasional di masa depan.

Penciptaan jutaan lapangan kerja baru di sektor hijau merupakan solusi nyata bagi tantangan bonus demografi yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Program magang dan pelatihan yang disiapkan pemerintah menjadi jembatan penting bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia industri yang lebih bersih dan modern.

Hilirisasi komoditas strategis dan pengembangan teknologi penangkapan karbon menjadi bukti bahwa sektor industri nasional mulai beradaptasi dengan standar lingkungan global yang semakin ketat. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk ekspor Indonesia sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap cadangan devisa negara secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, komitmen kuat dari pemerintah yang didukung oleh akademisi dan masyarakat akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang sejati. Strategi transisi energi yang berkeadilan akan memastikan bahwa tidak ada satu pihak pun yang tertinggal dalam proses menuju masa depan Indonesia yang lebih hijau dan sejahtera.(*)

Tags: Airlangga Hartartoekonomi hijauemisi karbonenergi baru terbarukanLapangan Kerja HijauTransisi Hijau
Post Sebelumnya

Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo, Beredar Kabar Pratikno dan Sugiono akan Digeser

Post Selanjutnya

Wajah Baru Pasar Properti: Saat Milenial dan Gen Z Menjadi Pemegang Kendali Hunian Nasional

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Menko AHY Dorong IKASTARA Jadi Mitra Strategis Pembangunan. Sumber dok kemenkoinfra.go.id

AHY Ajak IKASTARA Berkolaborasi Bangun Infrastruktur dan Wilayah

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima audiensi pengurus Ikatan Alumni SMA...

Mandiri Looping for Life Hadir di Perfume Pop Market. Sumber dok bankmandiri.co.id

Bank Mandiri Kenalkan Mandiri Looping for Life Lewat Parfum

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Mandiri secara resmi memperkenalkan inisiatif keberlanjutan bertajuk Mandiri Looping for Life dalam acara Perfume Pop Market...

Kontribusi Nyata Bank Mandiri Melalui Program Mandiri Sahabat Desa. Sumber dok bankmandiri.co.id

Bank Mandiri Sukses Jalankan Program Mandiri Sahabat Desa

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Mandiri secara konsisten mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui...

Respons Cepat Bank Mandiri Tangani Bencana Longsor Bandung Barat. Sumber dok bankmandiri.co.id

Bank Mandiri Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Longsor Bandung Barat

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Bandung, Ekoin.co - Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bencana longsor Bandung Barat bagi...

Post Selanjutnya
Tren 2026: Pembeli Rumah Kaum Milenial Jadi Motor Utama. Sumber foto www.pexels.com

Wajah Baru Pasar Properti: Saat Milenial dan Gen Z Menjadi Pemegang Kendali Hunian Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.