Yogyakarta, ekoin.co – PSIM Yogyakarta mulai mematangkan persiapan jelang laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26. Sesuai jadwal, Laskar Mataram akan melakoni pertandingan tandang menghadapi Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2).
Laga ini menjadi momentum kebangkitan bagi PSIM setelah hasil kurang maksimal pada pekan sebelumnya. Bermain di kandang sendiri, PSIM harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor telak 0-3 pada pekan ke-18.
Geser Latihan ke Pagi Hari
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengambil langkah taktis dengan mengubah jadwal latihan rutin dari sore ke pagi hari. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kondisi cuaca di Yogyakarta yang kerap diguyur hujan deras pada sore hari.
“Musim hujan, itu saja alasannya. Saya bicara dengan staf dan orang lokal yang berpengalaman terkait musim hujan di sini,” ujar Van Gastel, Selasa (27/1).
Menurutnya, perubahan jadwal latihan dilakukan demi menjaga efektivitas program persiapan tim tanpa gangguan cuaca ekstrem.
“Pada waktu tertentu saya perhatikan kalau pagi cuacanya cukup bagus, tapi siang menjelang sore makin memburuk. Jadi, kami putuskan latihan pagi karena kita sempat melewatkan latihan gara-gara hujan,” tambahnya.
Tanpa Tambahan Pemain Baru
Selain faktor cuaca, PSIM juga dihadapkan pada keterbatasan kedalaman skuad akibat sejumlah pemain cedera. Van Gastel menegaskan manajemen tidak akan mendatangkan pemain tambahan di bursa transfer dan memilih memaksimalkan pemain yang tersedia.
“Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan empat pemain, seperti Persebaya. Jadi kami memaksimalkan skuad yang kami miliki saat ini,” tegas pelatih asal Belanda tersebut.
Kembalinya Pemain Cedera Jadi Angin Segar
Meski opsi terbatas, Van Gastel tetap mengapresiasi dedikasi para pemainnya. Kembalinya sejumlah pilar dari cedera, salah satunya Andy Setyo, menjadi kabar positif jelang lawatan ke Samarinda.
“Saya senang dengan skuad saya. Terutama Andy Setyo yang sudah lama tidak bermain, dia tampil sangat baik. Kami mendapatkan kembali beberapa pemain yang cedera sehingga skuad akan menjadi sedikit lebih besar saat melawan Borneo FC,” ungkapnya.
Rotasi dan Mental Jadi Kunci
Situasi ini menuntut kesiapan seluruh elemen tim, termasuk pemain yang selama ini minim menit bermain. Van Gastel menekankan bahwa rotasi pemain serta kesiapan mental akan menjadi kunci bagi PSIM dalam menghadapi padatnya jadwal kompetisi.
PSIM pun berharap perubahan pendekatan latihan dan kembalinya sejumlah pemain inti mampu memberikan dampak positif saat menghadapi Pesut Etam di Stadion Segiri. (*)





