EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat diwawancarai awak media usai rapa KSSK di Jakarta

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat diwawancarai awak media usai rapa KSSK di Jakarta. (Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik)

Purbaya Terlalu Asyik Bicara Domestik, Global Bisa Jadi Bumerang

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
29 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan optimisme tinggi terhadap daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Dengan menekankan bahwa sekitar 90 persen pertumbuhan Indonesia ditopang konsumsi domestik, Purbaya menilai gejolak ekonomi dunia seharusnya tidak menjadi ancaman serius bagi stabilitas dalam negeri.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1), Purbaya menyebut kontribusi faktor global terhadap ekonomi Indonesia relatif kecil, hanya sekitar 10 hingga 20 persen.

Dengan struktur tersebut, ia menilai fondasi ekonomi nasional cukup kokoh untuk menghadapi tekanan eksternal.

“Selama permintaan domestik kuat, seharusnya ekonomi kita tetap aman. Pengaruh global itu terbatas,” ujar Purbaya.

Berita Menarik Pilihan

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Saldo Nabung Haji Berhadiah Umroh BSI

Sinergi Strategis BRI Memperluas Peluang Investasi Batam 2026

Namun, optimisme tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan sebagian pengamat.

Narasi ekonomi yang terlalu menekankan kemandirian domestik dinilai berisiko menafikan realitas keterkaitan global yang masih kuat, terutama di sektor manufaktur, energi, dan keuangan.

Ketergantungan industri terhadap bahan baku impor, fluktuasi harga komoditas, serta sensitivitas arus modal asing terhadap kebijakan suku bunga global disebut tetap menjadi faktor penentu stabilitas Rupiah dan pasar keuangan nasional.

Dalam konteks ini, mengerdilkan peran faktor global hingga satu digit dinilai terlalu menyederhanakan persoalan.

Purbaya juga menyoroti inflasi yang terkendali di level 2,9 persen, dengan inflasi inti berada di angka 2,3 persen.

Bahkan, menurutnya, tanpa komponen harga emas, inflasi inti hanya sekitar 1,5 persen. Bagi pemerintah, kondisi ini menjadi ruang aman untuk mendorong pertumbuhan tanpa tekanan kenaikan suku bunga.

Namun, rendahnya inflasi inti juga menyimpan tafsir lain. Sejumlah analis menilai kondisi tersebut justru mencerminkan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Minimnya tekanan inflasi bisa menjadi sinyal bahwa konsumsi masih tertahan, bukan semata keberhasilan pengendalian harga.

Untuk menjaga pertumbuhan di kisaran 5,0 hingga 5,4 persen, pemerintah menjanjikan strategi debottlenecking dengan memangkas hambatan birokrasi lintas kementerian.

Purbaya bahkan mendorong pelaku usaha dan investor agar tidak ragu mempercepat ekspansi.

Meski demikian, publik masih menunggu bukti konkret. Tanpa reformasi struktural yang nyata—terutama di sektor pajak, bea cukai, dan iklim investasi—optimisme ekonomi mandiri dikhawatirkan hanya akan menjadi narasi percaya diri, bukan tameng yang benar-benar siap menghadapi badai global. (*)

Tags: ekoin.coekonomi Indonesia 2026Inflasi IndonesiaInvestasi Pasar SahamKritik Kebijakan FiskalMenkeu Purbaya Yudhi SadewaPertumbuhan Ekonomi Domestik
Post Sebelumnya

Pengakuan Istri Wasit Liga 2: Dipaksa Seks Menyimpang hingga Dijual Lewat Aplikasi, Kini Berujung Laporan Polisi

Post Selanjutnya

Demi Modal Nikah, Oknum Guru SD di Pringsewu Jadi ‘Gudang’ Sabu Bersama Kekasih

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Program Nabung Haji Berhadiah Umroh BSI Tingkatkan Literasi Keuangan. Sumber dok bankbsi.co.id

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Saldo Nabung Haji Berhadiah Umroh BSI

oleh Agus DJ
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat posisinya sebagai mitra utama bagi masyarakat muslim dalam merencanakan...

Kolaborasi Pemerintah Dan BRI Optimalkan Potensi Investasi Batam. Sumber dok bni.co.id

Sinergi Strategis BRI Memperluas Peluang Investasi Batam 2026

oleh Agus DJ
4 Februari 2026
0

Batam, Ekoin.co - Upaya memperkuat stabilitas ekonomi daerah terus dilakukan melalui penguatan sektor investasi Batam yang kini menjadi fokus utama...

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS....

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencata, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini...

Post Selanjutnya
Pasangan kekasih RR (kiri) dan oknum guru SD berinisial RP (kanan) saat diamankan petugas Polres Pringsewu. Impian pernikahan keduanya kandas setelah polisi menemukan belasan paket sabu yang disimpan di dalam lemari kamar tidur tersangka. (Foto: Dok. Polres Pringsewu/Ekoin.co)

Demi Modal Nikah, Oknum Guru SD di Pringsewu Jadi ‘Gudang’ Sabu Bersama Kekasih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.