Jakarta, Ekoin.co – Bank Indonesia (BI) melaporkan uang primer (M0) adjusted mencatatkan tren positif pada awal tahun 2026. Uang primer tumbuh 14,7% secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026.
“Namun laju pertumbuhannya menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, Sabtu (7/2).
Berdasarkan data yang dirilis BI pada Jumat (6/2/2026), posisi M0 adjusted tercatat sebesar Rp 2.193 triliun. Angka pertumbuhan 14,7% yoy ini lebih rendah dibandingkan capaian Desember 2025 yang mampu menyentuh level 16,8% yoy.
Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perkembangan uang primer ini didorong oleh dua komponen utama. Pertama, pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia (adjusted) yang melonjak 30,1% yoy. Kedua, uang kartal yang diedarkan tumbuh sebesar 12,4% yoy.
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” ujar Ramdan dalam keterangan resminya.
BI mulai melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted sejak Januari 2025. Langkah ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perkembangan uang primer dengan mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat kebijakan insentif likuiditas.
Melalui penyesuaian ini, BI berharap pasar dan pelaku ekonomi mendapatkan pemahaman yang lebih jernih mengenai efektivitas kebijakan likuiditas yang tengah ditempuh bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter nasional. (*)





