Jakarta, Ekoin.co – Sinyalemen Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bakal ‘cerai’ di Pilpres 2029 mulai diprediksi sejumlah analis politik. Sebab saat ini, sejumlah partai politik mulai bermanuver untuk menyodorkan sosoknya di depan Prabowo.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai, pecah kongsi Prabowo-Gibran bisa saja terjadi, tapi bisa juga tidak. Terlalu dini menilai saat ini.
“Tapi sejauh ini, dorongan Prabowo-Gibran dua periode masih cukup kuat di internal Gerindra,” kata Yusak kepada Ekoin.co, Selasa (10/2).
Namun jika terjadi turbulensi politik, kata dia, maka bisa saja Gibran tak digandeng Prabowo sebagi cawapres.
“Maka, kalau ini terjadi, Gibran bisa saja maju sebagai capres dengan PSI sebagai pengusung utama. Peta dukungan parpol bisa,” kata Yusak.
Duet Prabowo-Gibran pada Pilpres 2029 mendatang bergantung pada banyak variabel seperti kasus Ijazah,/Jokowi-Gibran, kinerja Gibran, ekspektasi publik dan peta dukungan parpol koalisi.
“Tapi sejauh ini, dorongan Prabowo Gibran dua periode masih cukup kuat di internal Gerindra,” kata Yusak.
Sementara salah satu relawan Jokowi-Prabowo-Gibran David Pajung mengaku optimistis Presiden RI Prabowo Subianto akan kembali memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres di Pilpres 2029 mendatang.
David menyebut Gibran tetap memiliki daya tawar secara politik.
“Kalau dari kami, sangat optimis, karena kekuatan yang ada di belakang Mas Gibran luar biasa, termasuk realitas di lapangan,” kata David Pajung dalam program TV swasta nasional.
“Mas Gibran pernah bicara kan, beliau hanya bekerja saja, bekerja dalam diam, melaksanakan tugasnya sebagai wapres,” imbuhnya. (*)





