Jakarta, Ekoin.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki perdagangan Rabu pagi dengan sentimen positif setelah menutup sesi sebelumnya di zona hijau.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG pada penutupan Selasa (10/2/2026) berada di level 8.131,74 atau menguat 99,87 poin setara 1,24 persen. Posisi tersebut menjadi acuan awal pergerakan pasar saham domestik pada pembukaan perdagangan hari ini.
Penguatan IHSG pada sesi terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas transaksi di pasar reguler. Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp20,2 triliun dengan total saham yang diperdagangkan mencapai miliaran lembar. Secara keseluruhan, sebanyak 578 saham mencatat kenaikan harga, 153 saham mengalami penurunan, sedangkan 227 saham bergerak stagnan.
Pada sesi pembukaan perdagangan sebelumnya, IHSG sempat dibuka melemah tipis sebelum berbalik menguat pada menit-menit awal. Indeks sempat berada di level 8.031,58 saat awal sesi, kemudian berbalik ke zona hijau dan bergerak di kisaran 8.070 hingga 8.086 pada perdagangan pagi hari. Aktivitas beli yang meningkat membuat indeks mampu mempertahankan tren penguatan hingga penutupan.
Dari sisi aktivitas pasar pada sesi pagi sebelumnya, nilai transaksi sempat mencapai sekitar Rp3,76 triliun dengan volume perdagangan sekitar 8,5 miliar saham. Jumlah saham yang menguat mencapai 417 emiten, sedangkan 150 saham melemah. Data tersebut menunjukkan dominasi saham yang bergerak naik pada awal sesi perdagangan.
Penguatan indeks juga terjadi seiring pergerakan bursa regional Asia yang cenderung variatif. Bursa Jepang Nikkei tercatat menguat lebih dari dua persen, sementara Hang Seng Hong Kong juga berada di zona positif. Sebaliknya, indeks Shanghai Composite dan Straits Times Singapura bergerak terbatas. Pergerakan bursa regional tersebut menjadi salah satu faktor eksternal yang memengaruhi sentimen investor di pasar domestik.
Secara sektoral, seluruh sektor saham tercatat berada di zona hijau pada penutupan perdagangan terakhir. Sektor energi, keuangan, infrastruktur, teknologi, dan properti menjadi kelompok yang memberikan kontribusi terhadap penguatan indeks. Penguatan yang terjadi secara merata di berbagai sektor mencerminkan meningkatnya minat beli investor pada sesi tersebut.
Meski demikian, data perdagangan menunjukkan investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham domestik. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang tetap diperhatikan pelaku pasar menjelang perdagangan hari ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menyampaikan bahwa dinamika pasar saham domestik sepanjang awal tahun masih dipengaruhi arus dana asing. Dalam keterangannya, OJK mencatat pergerakan IHSG secara bulanan sempat mengalami penurunan. “Pergerakan pasar saham domestik masih dipengaruhi dinamika global dan arus dana asing,” demikian pernyataan OJK dalam keterangan resmi terkait kondisi pasar keuangan.
Seiring penguatan pada penutupan terakhir, pelaku pasar menantikan kelanjutan arah IHSG pada perdagangan Rabu. Secara teknikal, pelaku pasar memperhatikan area resistance di kisaran 8.102, sementara potensi koreksi berada pada rentang 7.785 hingga 7.904.
Dengan posisi penutupan di atas level psikologis 8.100, pergerakan IHSG pada pagi hari ini dipantau sebagai kelanjutan dari momentum penguatan yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Aktivitas perdagangan hari ini diperkirakan tetap dipengaruhi sentimen global, pergerakan investor asing, serta dinamika sektor-sektor utama di Bursa Efek Indonesia. (*)





