EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Ketua DPP PDIP Bidang Sumber Daya, Said Abdullah (Ist)

Ketua DPP PDIP Bidang Sumber Daya, Said Abdullah (Ist)

PDIP Soroti Anomali Ekonomi 2025, Pertumbuhan 5,11 Persen tapi Penerimaan Negara ‘Shortfall’

Ainurrahman oleh Ainurrahman
12 Februari 2026
Kategori EKONOMI, POLITIK
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Ada anomali dalam indikator ekonomi makro Indonesia sepanjang 2025. Ekonomi tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, tapi penerimaan negara kita justru mengalami shortfall.

Sorotan itu datang dari Ketua DPP PDIP Bidang Sumber Daya, Said Abdullah. Said Abdullah, yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI, mempertanyakan korelasi antara angka pertumbuhan ekonomi dengan realisasi penerimaan negara yang tidak sejalan.

“Ada anomali. Pertanyaan besar kami di Banggar dan Komisi XI DPR, kita tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, tapi penerimaan negara kita justru mengalami shortfall (kekurangan) yang luar biasa. Ini sebuah anomali,” ujar Said dikutip Kamis (12/2).

Menurut Said, dalam kondisi normal, pertumbuhan ekonomi yang positif seharusnya berbanding lurus dengan naiknya penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan.

“Seharusnya begitu ekonomi tumbuh, penerimaannya ikut tergeret naik. Tapi ini justru tumbuh, namun penerimaannya slow down. Nah, itu menjadi PR bersama kita,” kata Said.

Berita Menarik Pilihan

Strategi Baru BI untuk Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan

Ekonomi Indonesia Solid Dorong Aset Mandiri Rp2.829 Triliun

Said menegaskan, meskipun PDIP memosisikan diri sebagai partai penyeimbang, pihaknya memiliki moral obligation (kewajiban moral) untuk memberikan sumbangsih pemikiran atau ‘amaliah pikiran’ agar pemerintahan tetap berjalan baik hingga 2029.

“Kami mendapatkan sinyal kondisi perekonomian mutakhir untuk memberikan masukan nyata bagi pemerintah, khususnya strategi keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen dan memperbaiki rasio pajak kita,” kata Said.

Said Abdullah, memberikan catatan terkait tekanan eksternal dari lembaga keuangan global seperti MSCI, Moody’s, hingga FTSE yang mulai menunjukkan sentimen negatif terhadap pasar Indonesia.

“Tiga pekan terakhir kita diterpa badai tekanan luar yang dahsyat. Pembacaan ini tentu harus diikuti langkah mitigasi dari pemerintah. Seharusnya ini dipimpin langsung oleh Presiden kita, termasuk segera menggelar rapat KSSK,” kata Said.

Said menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan (trust) investor melalui transparansi di bursa saham, ketimbang hanya membanggakan angka pertumbuhan ekonomi.

“Yang diperlukan saat ini bukan sekadar menumbuhkan pasar modal, tapi menumbuhkan trust. Pemerintah harus memastikan independensi BI dan OJK berjalan optimal untuk memitigasi dampak di kuartal pertama dan kedua tahun ini,” tambah Said.

Strategi Keluar dari Jebakan Pertumbuhan 5%

PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai di luar pemerintahan menggelar diskusi terbatas secara tertutup yang menghadirkan deretan pakar ekonomi, fiskal, dan moneter di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Diskusi ini bertujuan menggali insight strategis terkait tantangan ekonomi nasional yang tengah diterpa tekanan global.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari tanggung jawab partai dalam memantau kondisi perekonomian terkini, mulai dari sektor riil hingga fluktuasi di pasar modal.

“Kami tadi menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas berbagai isu terkait kondisi perekonomian kita, bagaimana sektor riil dan juga berbagai dampak dari fluktuasi yang terjadi di pasar modal. Dan yang lebih penting, untuk menentukan arah masa depan ekonomi kita di tengah tantangan global yang tidak mudah,” ujar Hasto kepada wartawan usai acara.

Hasto menekankan bahwa sebagai bangsa, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang berat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta penguatan pendidikan dan teknologi.

“Kami melakukan berbagai kajian supaya partai, sebagai obor pergerakan bangsa, bisa melakukan mitigasi terhadap berbagai risiko yang mungkin timbul. Sebagai partai penyeimbang, kami juga harus mendorong kebijakan-kebijakan yang konstruktif bagi pemerintahan Presiden Prabowo saat ini,” tegas Hasto.

FGD tertutup ini menghadirkan enam narasumber pakar, yaitu Yanuar Rizky, Dr. Hendri Saparani, Awalil Rizky, Dr. Yustinus Prastowo, dan Dr. Ester Sri Astuti. Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran DPP PDIP seperti Yuke Yurike dan Sri Rahayu, Ketua Megawati Institute Hilmar Farid, serta anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. (*)

Tags: Anomali Pertumbuhan Ekonomi 2025PDIPPertumhuhan Ekonomi
Post Sebelumnya

Update Kasus Ijazah Palsu Jokowi 12 Februari: Oegroseno Sambangi Polda Metro Jaya

Post Selanjutnya

Roy Suryo Ajukan Saksi Ahli Oegroseno dan Din Syamsuddin Terkait Kasus Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya

Ainurrahman

Ainurrahman

Berita Terkait

Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan

Strategi Baru BI untuk Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan

oleh Ainurrahman
12 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali mengatakan, Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi...

Sumber dok bankmandiri.co.id

Ekonomi Indonesia Solid Dorong Aset Mandiri Rp2.829 Triliun

oleh Agus DJ
12 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan dukungan kinerja sektor eksternal...

Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Sumber dok bri.co.id

BRI Salurkan KPR Subsidi Dukung Program 3 Juta Rumah

oleh Agus DJ
12 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat peran strategisnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui inisiatif BRI...

Pengguna BRImo Capai 45,9 Juta User dengan Transaksi Tembus Rp7.057 Triliun Sepanjang 2025. Sumber dok bri.co.id

Transformasi Digital Dorong Kinerja Super Apps BRImo 2025

oleh Agus DJ
12 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperlihatkan hasil nyata dari transformasi digital yang masif melalui penguatan...

Post Selanjutnya
Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik, Roy Suryo, menunjukkan dua lembar salinan ijazah terlegalisasi milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Roy Suryo Ajukan Saksi Ahli Oegroseno dan Din Syamsuddin Terkait Kasus Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.