Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG dibuka melemah 25,34 poin atau 0,31 persen ke posisi 8.240,01.
“IHSG akan cenderung bergerak melemah dan menguji level 8.150-8.200 pada perdagangan Jumat (13/2), menjelang libur long weekend,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (13/2).
Sebanyak 426 saham turun, 166 naik, dan 366 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 2,3 triliun, melibatkan 5,39 miliar saham dalam 390.000 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kembali merosot jadi Rp 14.841 triliun.
Meskipun dibuka melemah, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan menuju kisaran 8.377-8.440 jika skenario terbaik terjadi pada hari ini.
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto berencana menyelenggarakan sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional, dan respons pemerintah terhadap berbagai perkembangan global pada Jumat (13/2).
Pemerintah berharap pertemuan tersebut akan menjawab keresahan terkait keputusan Moody’s Ratings, yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Dari mancanegara, pelaku pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Januari 2026 yang menurut konsensus mencapai 2,5 persen year on year (yoy), atau melambat dari 2,7 persen (yoy) pada Desember 2025.
“Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke 8.377-8.440, tetapi tetap ada risiko koreksi ke 8.155-8.202,” ujar Herditya dalam riset hariannya. (*)





